NKB
Kami Naikkan Puji dan Syukur
Rendons Gloire
31
Nomor
Kode
NKB 31
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Tematik
Kyrie dan Gloria
Metronom
0
Pencipta Lagu
Alain Burnand
Pencipta Syair
Alain Burnand
Penerjemah
F. Suleeman
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
2 bait
1
Kami naikkan puji dan syukur
bagi Allah Maha Esa:
Bapa, Anak dan Roh Penghibur,
kini, tetap selamanya.
2
Sukacita, damai ilahi
jangan ‘Kau biarkan pergi,
namun b’rikanlah dalam hati
membuat hidup berseri.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Kami Naikkan Puji dan Syukur"** (atau dalam bahasa aslinya berjudul **"Rendons Gloire"**) adalah salah satu lagu pujian yang sangat populer di kalangan gereja-gereja Kristen, khususnya dalam tradisi karismatik dan pujian kontemporer di Indonesia.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Alain Burnand
Alain Burnand adalah seorang penulis lagu rohani dan musisi asal **Swiss**. Ia dikenal karena keterlibatannya dalam pelayanan musik gerejawi di Eropa, terutama dalam gerakan kebangunan rohani di wilayah berbahasa Prancis (French-speaking) pada akhir abad ke-20.
Ia bukanlah sosok yang mencari ketenaran pribadi; lagu-lagunya sering lahir dari pengalaman spiritualnya dalam pelayanan persekutuan doa dan ibadah komunitas.
### 2. Asal-Usul "Rendons Gloire"
Lagu ini aslinya ditulis dalam bahasa Prancis dengan judul **"Rendons gloire à notre Dieu"** (yang berarti "Berikan kemuliaan kepada Allah kita").
* **Konteks Penulisan:** Lagu ini ditulis sebagai bagian dari upaya untuk menyediakan lagu-lagu pujian yang sederhana, alkitabiah, dan mudah diingat bagi jemaat di Eropa. Pada tahun 1970-an hingga 1980-an, terjadi gelombang "pujian kontemporer" di Eropa di mana para pemimpin ibadah merasa butuh lagu yang lebih bersifat perayaan (celebratory) daripada sekadar himne tradisional yang berat.
* **Tema Utama:** Liriknya didasarkan pada kesadaran akan kebesaran Tuhan dan respons manusia terhadap kasih setia-Nya. Lagu ini dirancang sebagai sebuah "undangan" bagi seluruh umat untuk bersatu memuji Tuhan karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib.
### 3. Masuknya Lagu ke Indonesia
Lagu ini masuk ke Indonesia melalui jaringan gereja-gereja yang menggunakan lagu-lagu dari gerakan *praise and worship* internasional (seperti dari *Hosanna! Music* atau *Integrity Music* yang sering menerjemahkan lagu-lagu dari berbagai bahasa).
* **Penerjemahan:** Versi Indonesia, "Kami Naikkan Puji dan Syukur," diterjemahkan dengan sangat setia pada semangat aslinya.
* **Populer karena Kesederhanaan:** Lagu ini menjadi sangat populer di Indonesia karena melodinya yang *catchy*, ceria (menggunakan tangga nada mayor yang membangkitkan semangat), dan liriknya yang repetitif sehingga sangat mudah dipelajari oleh jemaat dalam waktu singkat.
### 4. Makna Teologis di Balik Lirik
Jika dibedah, lirik lagu ini mencerminkan struktur ibadah yang mendasar:
1. **Pujian (Praise):** Mengakui siapa Tuhan itu (Mulia, Agung, dan Layak).
2. **Syukur (Thanksgiving):** Mengingat apa yang telah Tuhan perbuat (karya keselamatan dan kasih setia-Nya).
3. **Respon Komunal:** Mengajak orang lain ("Mari kita semua...") untuk bersatu dalam persembahan pujian.
Lagu ini sering digunakan sebagai **"Opening Song"** atau lagu pembuka dalam ibadah karena sifatnya yang inklusif dan mampu "membangunkan" suasana hati jemaat untuk fokus kepada Tuhan.
### 5. Warisan
Meskipun Alain Burnand mungkin tidak sepopuler penulis lagu dari Amerika seperti Don Moen atau Darlene Zschech, kontribusinya melalui *Rendons Gloire* adalah contoh nyata bagaimana lagu rohani bisa melintasi batas bahasa dan budaya. Lagu ini membuktikan bahwa sebuah karya pujian yang lahir dari hati yang tulus dapat terus dinyanyikan melintasi generasi dan negara.
**Intisari:**
Kisah di balik lagu ini bukanlah sebuah peristiwa dramatis atau tragedi, melainkan **sebuah kisah pelayanan.** Ini adalah bukti bagaimana lagu sederhana dari seorang musisi di Swiss bisa menjadi sarana bagi ribuan jemaat di Indonesia untuk mengekspresikan syukur mereka kepada Tuhan setiap hari Minggu.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Alain Burnand
Alain Burnand adalah seorang penulis lagu rohani dan musisi asal **Swiss**. Ia dikenal karena keterlibatannya dalam pelayanan musik gerejawi di Eropa, terutama dalam gerakan kebangunan rohani di wilayah berbahasa Prancis (French-speaking) pada akhir abad ke-20.
Ia bukanlah sosok yang mencari ketenaran pribadi; lagu-lagunya sering lahir dari pengalaman spiritualnya dalam pelayanan persekutuan doa dan ibadah komunitas.
### 2. Asal-Usul "Rendons Gloire"
Lagu ini aslinya ditulis dalam bahasa Prancis dengan judul **"Rendons gloire à notre Dieu"** (yang berarti "Berikan kemuliaan kepada Allah kita").
* **Konteks Penulisan:** Lagu ini ditulis sebagai bagian dari upaya untuk menyediakan lagu-lagu pujian yang sederhana, alkitabiah, dan mudah diingat bagi jemaat di Eropa. Pada tahun 1970-an hingga 1980-an, terjadi gelombang "pujian kontemporer" di Eropa di mana para pemimpin ibadah merasa butuh lagu yang lebih bersifat perayaan (celebratory) daripada sekadar himne tradisional yang berat.
* **Tema Utama:** Liriknya didasarkan pada kesadaran akan kebesaran Tuhan dan respons manusia terhadap kasih setia-Nya. Lagu ini dirancang sebagai sebuah "undangan" bagi seluruh umat untuk bersatu memuji Tuhan karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib.
### 3. Masuknya Lagu ke Indonesia
Lagu ini masuk ke Indonesia melalui jaringan gereja-gereja yang menggunakan lagu-lagu dari gerakan *praise and worship* internasional (seperti dari *Hosanna! Music* atau *Integrity Music* yang sering menerjemahkan lagu-lagu dari berbagai bahasa).
* **Penerjemahan:** Versi Indonesia, "Kami Naikkan Puji dan Syukur," diterjemahkan dengan sangat setia pada semangat aslinya.
* **Populer karena Kesederhanaan:** Lagu ini menjadi sangat populer di Indonesia karena melodinya yang *catchy*, ceria (menggunakan tangga nada mayor yang membangkitkan semangat), dan liriknya yang repetitif sehingga sangat mudah dipelajari oleh jemaat dalam waktu singkat.
### 4. Makna Teologis di Balik Lirik
Jika dibedah, lirik lagu ini mencerminkan struktur ibadah yang mendasar:
1. **Pujian (Praise):** Mengakui siapa Tuhan itu (Mulia, Agung, dan Layak).
2. **Syukur (Thanksgiving):** Mengingat apa yang telah Tuhan perbuat (karya keselamatan dan kasih setia-Nya).
3. **Respon Komunal:** Mengajak orang lain ("Mari kita semua...") untuk bersatu dalam persembahan pujian.
Lagu ini sering digunakan sebagai **"Opening Song"** atau lagu pembuka dalam ibadah karena sifatnya yang inklusif dan mampu "membangunkan" suasana hati jemaat untuk fokus kepada Tuhan.
### 5. Warisan
Meskipun Alain Burnand mungkin tidak sepopuler penulis lagu dari Amerika seperti Don Moen atau Darlene Zschech, kontribusinya melalui *Rendons Gloire* adalah contoh nyata bagaimana lagu rohani bisa melintasi batas bahasa dan budaya. Lagu ini membuktikan bahwa sebuah karya pujian yang lahir dari hati yang tulus dapat terus dinyanyikan melintasi generasi dan negara.
**Intisari:**
Kisah di balik lagu ini bukanlah sebuah peristiwa dramatis atau tragedi, melainkan **sebuah kisah pelayanan.** Ini adalah bukti bagaimana lagu sederhana dari seorang musisi di Swiss bisa menjadi sarana bagi ribuan jemaat di Indonesia untuk mengekspresikan syukur mereka kepada Tuhan setiap hari Minggu.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.