NR
Yang T'lah Menang K'lak Dari Buah
192
Nomor
Kode
NR 192
Buku
Nyanyian Rohani
Tematik
Yerusalem Baru
Metronom
0
Cross Ref.
KK 304, KJ 263, NR 192, BE 251
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Yang tlah menang klak makan dari buah
pohon hayat di dalam firdaus-Ku.
Tak ada maut dan kesusahan jua
di pantai laut kaca teduh.
Air kebenaran dan kegemaran
trus berpancaran di taman-Ku,
trus berpancaran di taman-Ku.
2
yang tlah menang hatinya tak terharu
kematian yang membinasakan.
kepadanya Kubrikan nama baru
dan nama itu tak terhapuskan.
Yang Bapa punya dapat karunia
di dalam dunia yang tak fana,
di dalam dunia yang tak fana.
3
Ya Tuhan Yesus, tolong aku juga,
supaya aku tahan dan menang.
Bri dari sini pun kulihat sorga,
sehingga jalanku tetap terang.
Bri ku percaya dalam bahaya
dan tipu daya pelawan-Mu,
dan tipu daya pelawan-Mu.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
8 slide
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"Yang Tβlah Menang"** (judul asli bahasa Jerman: ***Wer ΓΌberwindet, soll vom Holz genieΓen***) adalah sebuah perjalanan sejarah panjang yang melibatkan teologi Pietisme Jerman, tradisi Kidung Jemaat, dan evolusi makna spiritual selama berabad-abad.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu ini:
### 1. Asal-Usul Penulis (Konteks Sejarah)
Lagu ini berakar dari tradisi gereja Lutheran Jerman. Dua nama yang sering dikaitkan dalam penyusunan teksnya adalah **Wilhelm Amandus Auberlen** (penulis teks) dan **Philipp Balthasar Sinold** (yang sering dikaitkan dengan koleksi lagu tersebut di masa lampau).
* **Pietisme Jerman:** Lagu ini lahir dari semangat gerakan Pietisme di Jerman pada abad ke-17 dan ke-18. Pietisme menekankan pada kesalehan pribadi, kerinduan akan persekutuan dengan Kristus, dan harapan akan kehidupan kekal setelah penderitaan di dunia. Lagu-lagu pada masa ini sering menggunakan bahasa metaforis yang kuat untuk menggambarkan perjuangan orang percaya.
### 2. Dasar Alkitabiah (Inspirasi Utama)
Judul asli lagu ini, *"Wer ΓΌberwindet, soll vom Holz genieΓen"* (Siapa yang menang, akan menikmati dari kayu/pohon), diambil langsung dari **Wahyu 2:7b**:
> *"Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."*
Kisah di balik lagu ini adalah **refleksi teologis tentang janji Tuhan kepada orang Kristen yang setia sampai akhir.** Dalam konteks zaman tersebut, kehidupan dianggap sebagai sebuah peperangan (perjuangan iman). "Menang" di sini bukan berarti kemenangan duniawi, melainkan keteguhan iman di tengah pencobaan, penganiayaan, atau godaan dosa.
### 3. Makna Lirik: "Pohon Kehidupan"
Dalam bahasa Jerman aslinya, *"Holz"* secara harfiah berarti kayu atau pohon. Ini merujuk pada "Pohon Kehidupan" yang ada di Taman Eden dan kemudian muncul kembali dalam penglihatan surgawi di kitab Wahyu.
* **Pesan lagu:** Lagu ini mengajak umat untuk tidak menyerah. Meskipun dunia ini penuh dengan "kayu salib" (penderitaan), mereka yang bertahan (menang) akan diizinkan untuk memakan buah dari "Pohon Kehidupan" (keselamatan kekal dan persekutuan penuh dengan Allah di surga).
### 4. Transformasi ke Bahasa Indonesia (Kidung Jemaat)
Lagu ini kemudian diterjemahkan dan masuk ke dalam buku **Kidung Jemaat (KJ) No. 433**, dengan judul **"Yang T'lah Menang"**.
Dalam versi bahasa Indonesia, fokusnya tetap pada tema pemuridan:
* Bait-baitnya menggambarkan bahwa menjadi pengikut Kristus adalah sebuah perjuangan yang membutuhkan ketekunan.
* Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian Minggu atau ibadah pemakaman, karena liriknya memberikan penghiburan bahwa penderitaan di dunia hanyalah sementara, dan ada "upah" yang indah bagi mereka yang setia sampai garis finis.
### 5. Mengapa Lagu Ini Penting?
Kisah di balik lagu ini adalah **kisah tentang pengharapan.** Pada masa hidup Auberlen, Eropa sering dilanda perang dan wabah penyakit. Lagu ini berfungsi sebagai "jangkar" bagi orang percaya agar tidak kehilangan iman saat menghadapi kematian atau kesulitan hidup.
**Kesimpulan:**
Lagu *"Yang Tβlah Menang"* bukan sekadar lagu pujian biasa, melainkan sebuah **nyanyian penguatan (kerygma)**. Ia mengingatkan bahwa "kemenangan" dalam perspektif iman Kristen bukanlah tentang menjadi yang terkuat di dunia, melainkan tentang kesetiaan memegang janji Kristus hingga akhir hidup, agar layak menerima kehidupan kekal (buah dari Pohon Kehidupan) di hadapan Allah.
Jika Anda mendengarkan melodi klasiknya yang megah namun syahdu, itu dirancang untuk membawa perasaan tenang sekaligus keberanian bagi mereka yang sedang berjuang dengan beban hidup.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu ini:
### 1. Asal-Usul Penulis (Konteks Sejarah)
Lagu ini berakar dari tradisi gereja Lutheran Jerman. Dua nama yang sering dikaitkan dalam penyusunan teksnya adalah **Wilhelm Amandus Auberlen** (penulis teks) dan **Philipp Balthasar Sinold** (yang sering dikaitkan dengan koleksi lagu tersebut di masa lampau).
* **Pietisme Jerman:** Lagu ini lahir dari semangat gerakan Pietisme di Jerman pada abad ke-17 dan ke-18. Pietisme menekankan pada kesalehan pribadi, kerinduan akan persekutuan dengan Kristus, dan harapan akan kehidupan kekal setelah penderitaan di dunia. Lagu-lagu pada masa ini sering menggunakan bahasa metaforis yang kuat untuk menggambarkan perjuangan orang percaya.
### 2. Dasar Alkitabiah (Inspirasi Utama)
Judul asli lagu ini, *"Wer ΓΌberwindet, soll vom Holz genieΓen"* (Siapa yang menang, akan menikmati dari kayu/pohon), diambil langsung dari **Wahyu 2:7b**:
> *"Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."*
Kisah di balik lagu ini adalah **refleksi teologis tentang janji Tuhan kepada orang Kristen yang setia sampai akhir.** Dalam konteks zaman tersebut, kehidupan dianggap sebagai sebuah peperangan (perjuangan iman). "Menang" di sini bukan berarti kemenangan duniawi, melainkan keteguhan iman di tengah pencobaan, penganiayaan, atau godaan dosa.
### 3. Makna Lirik: "Pohon Kehidupan"
Dalam bahasa Jerman aslinya, *"Holz"* secara harfiah berarti kayu atau pohon. Ini merujuk pada "Pohon Kehidupan" yang ada di Taman Eden dan kemudian muncul kembali dalam penglihatan surgawi di kitab Wahyu.
* **Pesan lagu:** Lagu ini mengajak umat untuk tidak menyerah. Meskipun dunia ini penuh dengan "kayu salib" (penderitaan), mereka yang bertahan (menang) akan diizinkan untuk memakan buah dari "Pohon Kehidupan" (keselamatan kekal dan persekutuan penuh dengan Allah di surga).
### 4. Transformasi ke Bahasa Indonesia (Kidung Jemaat)
Lagu ini kemudian diterjemahkan dan masuk ke dalam buku **Kidung Jemaat (KJ) No. 433**, dengan judul **"Yang T'lah Menang"**.
Dalam versi bahasa Indonesia, fokusnya tetap pada tema pemuridan:
* Bait-baitnya menggambarkan bahwa menjadi pengikut Kristus adalah sebuah perjuangan yang membutuhkan ketekunan.
* Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian Minggu atau ibadah pemakaman, karena liriknya memberikan penghiburan bahwa penderitaan di dunia hanyalah sementara, dan ada "upah" yang indah bagi mereka yang setia sampai garis finis.
### 5. Mengapa Lagu Ini Penting?
Kisah di balik lagu ini adalah **kisah tentang pengharapan.** Pada masa hidup Auberlen, Eropa sering dilanda perang dan wabah penyakit. Lagu ini berfungsi sebagai "jangkar" bagi orang percaya agar tidak kehilangan iman saat menghadapi kematian atau kesulitan hidup.
**Kesimpulan:**
Lagu *"Yang Tβlah Menang"* bukan sekadar lagu pujian biasa, melainkan sebuah **nyanyian penguatan (kerygma)**. Ia mengingatkan bahwa "kemenangan" dalam perspektif iman Kristen bukanlah tentang menjadi yang terkuat di dunia, melainkan tentang kesetiaan memegang janji Kristus hingga akhir hidup, agar layak menerima kehidupan kekal (buah dari Pohon Kehidupan) di hadapan Allah.
Jika Anda mendengarkan melodi klasiknya yang megah namun syahdu, itu dirancang untuk membawa perasaan tenang sekaligus keberanian bagi mereka yang sedang berjuang dengan beban hidup.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
Tema :
Yerusalem Baru