Bekasi, Cikarang & Karawang
Minggu Biasa

KELUARGA INKLUSI, KELUARGA BERMISI

Minggu, 27 Oktober 2024 Minggu ke-4 (Keempat) Indonesia
"Bartimeus" bukanlah nama diri. "Bar-Timeus" berarti "Anaknya Timeus". Inilah realitas yang sangat menyedihkan, ketika seseorang menjadi nameless atau "tanpa nama" akibat disabilitasnya. Kondisi Bartimeus menjadikannya "the invisible" atau yang tidak dianggap ada. Karena itulah, dalam narasi bacaan kali ini, ia pun di-bully oleh orang banyak yang "normal" - ia disuruh diam. Padahal, ironisnya, kendati "tak bernama", ia mampu mengagungkan Yesus dengan memanggil, "Yesus, Anak Daud". Melihat keindahan dalam diri Bartimeus, Yesus pun berkata, "imanmu telah menyelamatkan engkau!" Ia sembuh, kemudian menjadi pengikut Yesus yang setia dalam perjalanan misi-Nya. Keluarga/gereja diundang untuk menjadi keluarga/gereja inklusi, yang mau menerima dan melibatkan kaum disabilitas dalam kehidupan sehari-hari, tidak mengucilkan, mengabaikan, atau menyembunyikannya, melainkan memberi perhatian dan peran di tengah keluarga/gereja.
Cut Meutia
06.00 WIB Pdt. Samuel Silo Samekto, S.Th
09.00 WIB Pdt. Matias Filemon Adiputro,S. Si.
17.00 WIB Pdt. Johan Kristantara, M.Th.
Cikarang
08.00 WIB Pdt. Johan Kristantara, M.Th.
Karawang
07.30 WIB Pdt. Ester Rela Intarti
Video terbaru dari channel YouTube masing-masing lokasi. Diperbarui setiap 30 menit.
Minggu Biasa

BRAYAT INKLUSI, MUJUDAKEN MISINIPUN GUSTI

Minggu, 27 Oktober 2024 Minggu ke-4 (Keempat) Jawa
"Bartimeus" bukanlah nama diri. "Bar-Timeus" berarti "Anaknya Timeus". Inilah realitas yang sangat menyedihkan, ketika seseorang menjadi nameless atau "tanpa nama" akibat disabilitasnya. Kondisi Bartimeus menjadikannya "the invisible" atau yang tidak dianggap ada. Karena itulah, dalam narasi bacaan kali ini, ia pun di-bully oleh orang banyak yang "normal" - ia disuruh diam. Padahal, ironisnya, kendati "tak bernama", ia mampu mengagungkan Yesus dengan memanggil, "Yesus, Anak Daud". Melihat keindahan dalam diri Bartimeus, Yesus pun berkata, "imanmu telah menyelamatkan engkau!" Ia sembuh, kemudian menjadi pengikut Yesus yang setia dalam perjalanan misi-Nya. Keluarga/gereja diundang untuk menjadi keluarga/gereja inklusi, yang mau menerima dan melibatkan kaum disabilitas dalam kehidupan sehari-hari, tidak mengucilkan, mengabaikan, atau menyembunyikannya, melainkan memberi perhatian dan peran di tengah keluarga/gereja.
Cut Meutia
06.00 WIB Pdt. Samuel Silo Samekto, S.Th
09.00 WIB Pdt. Matias Filemon Adiputro,S. Si.
17.00 WIB Pdt. Johan Kristantara, M.Th.
Cikarang
08.00 WIB Pdt. Johan Kristantara, M.Th.
Karawang
07.30 WIB Pdt. Ester Rela Intarti
Video terbaru dari channel YouTube masing-masing lokasi. Diperbarui setiap 30 menit.