Liturgi Rabu, 05 Maret 2025
Rabu, 05 Maret 2025
Ayat Penuntun
- Hukum Kasih Matius 22:37-40
- Berita Anugerah 1 Yohanes 1:8-9
- Persembahan Matius 6:3-4
Nyanyian (8)
Arah Pewartaan
Banyak kali kita mendengar bahwa hati nurani tidak bisa salah. Bila dilihat lebih mendalam, ternyata ungkapan tersebut perlu dikoreksi. Hati nurani manusia melekat dalam diri manusia. Sebagaimana keberadaan manusia bisa melakukan kesalahan dan dosa, demikian pula dengan hati nurani. "Membarui Hati dengan Mawas Diri" merupakan ajakan pada umat untuk senantiasa menyadari keberadaan dirinya. Kesadaran itu membuat manusia. siap untuk membarui hati. Pembaruan hati dilakukan dengan mawas diri. Masa Paskah yang diawali dengan Rabu Abu menjadi hari di mana umat membuka diri untuk mawas diri melalui berdoa, berpuasa dan bersedekah. Berdoa merupakan tindakan menyatukan diri dengan Tuhan. Berpuasa adalah gerak untuk mendisiplinkan diri. Bersedekah adalah wujud kepedulian pada sesama. Dengan demikian, membarui hati mewujud dalam tindakan berelasi dengan Tuhan, diri sendiri dan sesama, tanpa perlu dipamer-pamerkan. Beberapa kali Yesus menegaskan, "Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
Pelayan Firman
Cut Meutia
19.00 WIB
Pdt. Ester Rela Intarti
Cikarang
17.30 WIB
Pdt. Johan Kristantara, M.Th.
19.00 WIB
Pdt. Johan Kristantara, M.Th.
Karawang
19.00 WIB
Pdt. Em. DS. Dariman
File Warta
Live Streaming
Cut Meutia
Cikarang
Karawang
Video terbaru dari channel YouTube masing-masing lokasi.
Diperbarui setiap 30 menit.