Bekasi, Cikarang & Karawang

Memelihara Iman Keluarga

Minggu, 26 Oktober 2025 Minggu ke-4 (Keempat) Indonesia
Yer. 14:7-10, 19-22. Bacaan ini memaparkan percakapan "tanpa ending" tentang bagaimana Yeremia meminta agar Tuhan berkenan mengampuni, melepaskannya dari penderitaan dan memulihkan Israel sementara Tuhan bersikeras untuk tidak memberikan semuanya itu karena dosa yang sudah keterlaluan. Dalam percakapan itu Yeremia jujur mengakui keberdosaan Israel dan mengungkapkan imannya pada kebaikan dan kuasa Tuhan sebagai satu-satunya harapan sekalipun Tuhan sedang murka kepada bangsa itu. Iman umat Israel dipelihara Introspeksi dan mengingat kebaikan Tuhan.
Mazmur 84:1-7. Kesukaan dan kerinduan pemasmur berada di rumah Tuhan (bait suci) dan bersorak-sorai kepada Allah yang hidup adalah kebahagiaan bagi orang berada di rumah Tuhan, memuji-muji Tuhan, yang kekuatannya di dalam Yuhan, yang berhasrat beribadah, dan berharap TUHAN, mendengarkan doanya. Iman dipelihara melalui kecintaan dan keterlibatan dalam hait Allah.
2 Tim. 4:6-8, 16-18 5 Paulus merasa hidupnya tidak lama lagi, ia telah mengakhiri pertandingan yang baik dan tinggal menerima mahkota kebenaran karunia Tuhan. Paulus ingin memastikan Timotius mampu menguasai diri dalam segala hal, sabarlah menderita, terus memberitakan Injil dan menunaikan tugas pelayanannya! Ia juga bersaksi Saat Paulus menghadapi pengadilan semua orang meninggalkan dia sendirian tetapi Tuhan telah mendampingi dia, menguatkan. Orang beriman dipanggil untuk "mewariskan" imannya agar karya penyelamatan berlanjut dari generasi ke generasi.
Lukas 18:9-14
Teguran Tuhan Yesus kepada orang orang yang paling benar dan menganggap rendah orang lain melalui perumpamaan tentang doa pemungut cukai yang rendah hati dan mohon pengampunan dengan orang Farisi yang yang menyombongkan kesalehan dirinya. Sikap dan doa pemungut cukailah yang dipandang benar oleh Allah sebab siapa meninggikan diri ia akan direndahkan dan siapa yang merendahkan diri ia akan ditinggikan. Iman adalah bentuk kerendahhatian yang disertai kebutuhan akan kasih Tuhan bukan pamer kesalehan dengan kesombongan.
BERITA YANG HENDAK DISAMPAIKAN Iman bukan urusan personal saja tetapi juga urusan komunal, termasuk dalam keluarga, tema ini memanggil keluarga untuk memelihara iman keluarga dengan cara: : 1. Introspeksi dan mengingat kebaikan Tuhan bersama, 2. mencintai dan terlibat hidup bergereja, 3. Pewarisan/ Regenerasi iman dan pelayanan dalam keluarga 4. Saling merendahkan hatidiantara anggota keluarga.
Cut Meutia
06.00 WIB Pdt. Oktavianus Heri PN, M.Si.
09.00 WIB Pdt. Oktavianus Heri PN, M.Si.
17.00 WIB Pdt. Samuel Silo Samekto, S.Th
Cikarang
08.00 WIB Pdt. Em. Solichin Daniel , S.Th.
Karawang
07.30 WIB Dkn. Joko Supriyanto
GKJ Bekasi Timur
Video terbaru dari channel YouTube masing-masing lokasi. Diperbarui setiap 30 menit.

Ngrimat Imanipun Brayat

Minggu, 26 Oktober 2025 Minggu ke-4 (Keempat) Jawa
Yer. 14:7-10, 19-22. Bacaan ini memaparkan percakapan "tanpa ending" tentang bagaimana Yeremia meminta agar Tuhan berkenan mengampuni, melepaskannya dari penderitaan dan memulihkan Israel sementara Tuhan bersikeras untuk tidak memberikan semuanya itu karena dosa yang sudah keterlaluan. Dalam percakapan itu Yeremia jujur mengakui keberdosaan Israel dan mengungkapkan imannya pada kebaikan dan kuasa Tuhan sebagai satu-satunya harapan sekalipun Tuhan sedang murka kepada bangsa itu. Iman umat Israel dipelihara Introspeksi dan mengingat kebaikan Tuhan.
Mazmur 84:1-7. Kesukaan dan kerinduan pemasmur berada di rumah Tuhan (bait suci) dan bersorak-sorai kepada Allah yang hidup adalah kebahagiaan bagi orang berada di rumah Tuhan, memuji-muji Tuhan, yang kekuatannya di dalam Yuhan, yang berhasrat beribadah, dan berharap TUHAN, mendengarkan doanya. Iman dipelihara melalui kecintaan dan keterlibatan dalam hait Allah.
2 Tim. 4:6-8, 16-18 5 Paulus merasa hidupnya tidak lama lagi, ia telah mengakhiri pertandingan yang baik dan tinggal menerima mahkota kebenaran karunia Tuhan. Paulus ingin memastikan Timotius mampu menguasai diri dalam segala hal, sabarlah menderita, terus memberitakan Injil dan menunaikan tugas pelayanannya! Ia juga bersaksi Saat Paulus menghadapi pengadilan semua orang meninggalkan dia sendirian tetapi Tuhan telah mendampingi dia, menguatkan. Orang beriman dipanggil untuk "mewariskan" imannya agar karya penyelamatan berlanjut dari generasi ke generasi.
Lukas 18:9-14
Teguran Tuhan Yesus kepada orang orang yang paling benar dan menganggap rendah orang lain melalui perumpamaan tentang doa pemungut cukai yang rendah hati dan mohon pengampunan dengan orang Farisi yang yang menyombongkan kesalehan dirinya. Sikap dan doa pemungut cukailah yang dipandang benar oleh Allah sebab siapa meninggikan diri ia akan direndahkan dan siapa yang merendahkan diri ia akan ditinggikan. Iman adalah bentuk kerendahhatian yang disertai kebutuhan akan kasih Tuhan bukan pamer kesalehan dengan kesombongan.
BERITA YANG HENDAK DISAMPAIKAN Iman bukan urusan personal saja tetapi juga urusan komunal, termasuk dalam keluarga, tema ini memanggil keluarga untuk memelihara iman keluarga dengan cara: : 1. Introspeksi dan mengingat kebaikan Tuhan bersama, 2. mencintai dan terlibat hidup bergereja, 3. Pewarisan/ Regenerasi iman dan pelayanan dalam keluarga 4. Saling merendahkan hatidiantara anggota keluarga.
Cut Meutia
06.00 WIB Pdt. Oktavianus Heri PN, M.Si.
09.00 WIB Pdt. Oktavianus Heri PN, M.Si.
17.00 WIB Pdt. Samuel Silo Samekto, S.Th
Cikarang
08.00 WIB Pdt. Em. Solichin Daniel , S.Th.
Karawang
07.30 WIB Dkn. Joko Supriyanto
GKJ Bekasi Timur
Video terbaru dari channel YouTube masing-masing lokasi. Diperbarui setiap 30 menit.