Bekasi, Cikarang & Karawang
87
Nomor
do=e
Nada Dasar
Kode
KK 87
Buku
Kidung Keesaan
Tematik
Pengakuan dan Pengampunan Dosa
Nada Dasar
do=e
Ketukan
3/4 ketuk
Metronom
84
Pencipta Lagu
Michiel Karatem
Pencipta Syair
Michiel Karatem
Cross Ref.
GB 32
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 2 bait
1
Tuhan Yesus, kami sering tidak patuh melakukan yang Engkau firmankan. Tuhan Yesus, kami sering tidak patuh melakukan tanggung jawab kami.
2
Tuhan Yesus, kami lemah, tidak mampu memerangi kemalasan kami. Tuhan Yesus, kami lemah, kami rapuh, Tuhan, tolong kuatkanlah kami. Coda Ampuni dosa kami. Syair: Ampuni Dosa Kami, Michiel Karatem, 2008 Lagu: Michiel Karatem, 2008, nuansa Aru
Partitur / Not
Partitur Chord KK 87
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — KK 87 1
Slide 2 — KK 87 2
Slide 3 — KK 87 3
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Tuhan Yesus, Kami Sering Tidak Patuh"** (atau sering dikenal dengan judul **"Ampuni Dosa Kami"**) adalah salah satu lagu rohani yang sangat menyentuh dan populer di kalangan umat Kristiani di Indonesia, terutama dalam kebaktian-kebaktian yang bernuansa pertobatan.

Namun, perlu diketahui bahwa informasi mengenai "kisah di balik lagu" secara spesifik dan terdokumentasi secara tertulis (seperti biografi resmi atau catatan harian penciptanya) mengenai lagu ini cukup langka. Namun, berdasarkan latar belakang dan pesan lagunya, kita bisa membedah makna dan konteksnya:

### 1. Sosok Michiel Karatem
Michiel Karatem adalah seorang musisi dan pencipta lagu rohani yang dikenal memiliki gaya penulisan yang sangat personal dan introspektif. Ia banyak menghasilkan lagu-lagu yang berfokus pada hubungan batin antara manusia dengan Tuhan. Lagu-lagu karyanya sering kali tidak menggunakan bahasa yang megah atau teologis yang berat, melainkan menggunakan bahasa percakapan jujur seorang anak kepada Bapa-Nya.

### 2. Pesan Utama: Pengakuan yang Jujur
Lirik lagu *"Tuhan Yesus, kami sering tidak patuh, ampuni dosa kami"* menggambarkan sebuah momen **refleksi diri**. Kisah di balik lagu ini kemungkinan besar lahir dari pengalaman spiritual sang pencipta yang menyadari betapa rapuhnya manusia.

Poin-poin penting dalam isi lagu ini adalah:
* **Pengakuan atas Ketidakpatuhan:** Ini bukan sekadar pengakuan dosa biasa, melainkan pernyataan bahwa manusia memiliki kecenderungan alami untuk melanggar aturan Tuhan.
* **Kerendahan Hati:** Fokus lagu ini terletak pada sikap "merendahkan diri." Di hadapan kesucian Tuhan, pencipta lagu (dan pendengarnya) merasa tidak layak, namun tetap datang untuk memohon pengampunan.
* **Kebutuhan akan Kasih Karunia:** Lagu ini menjadi pengingat bahwa tanpa pengampunan dari Tuhan, manusia tidak akan bisa melangkah.

### 3. Konteks Penggunaan
Lagu ini sering ditempatkan dalam liturgi ibadah pada sesi **"Pemberitaan Anugerah"** atau **"Pengakuan Dosa."** Pemilihan diksi yang sederhana namun dalam membuat lagu ini menjadi instrumen yang efektif bagi jemaat untuk masuk ke dalam suasana hening dan introspeksi.

### 4. Mengapa Lagu ini "Abadi"?
Meskipun tidak ada narasi dramatis (seperti lagu yang ditulis di saat sekarat atau di penjara), lagu ini tetap dicintai karena **kejujurannya**. Di dunia yang sering menuntut kesempurnaan, lagu karya Michiel Karatem ini memberikan "ruang aman" bagi umat Kristiani untuk berkata jujur bahwa mereka bukanlah orang yang sempurna, mereka sering jatuh, dan mereka sangat membutuhkan kasih Tuhan.

### Kesimpulan
Jika Anda mencari "kisah" yang melibatkan peristiwa dramatis (seperti tragedi tertentu), lagu ini mungkin tidak memilikinya. Kisah dibalik lagu ini adalah **"Kisah Pengalaman Rohani Sehari-hari"**. Ia ditulis untuk mewakili suara hati banyak orang yang merasa lelah karena dosa-dosa kecil yang terus diulangi dan kerinduan untuk kembali ke jalan Tuhan.

**Lirik singkat untuk pengingat:**
> *Tuhan Yesus, kami sering tidak patuh...*
> *Ampuni dosa kami...*
> *Biarlah kasih-Mu memulihkan kami...*

Jika Anda membutuhkan informasi lebih mendalam mengenai arsip musik gerejawi, Anda dapat merujuk ke buku nyanyian gereja (seperti *Kidung Jemaat* atau *Pelengkap Kidung Jemaat*) atau menelusuri database lagu di yayasan musik gereja setempat, karena seringkali lagu-lagu seperti ini berasal dari kontribusi jemaat dalam lokakarya penulisan lagu rohani pada masanya.

Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.