KK
Anak Maria Dalam Palungan
Child In The Manger
162
Nomor
do=c
Nada Dasar
Kode
KK 162
Buku
Kidung Keesaan
Tematik
Natal
Nada Dasar
do=c
Ketukan
9/8 ketuk
Metronom
54
Pencipta Lagu
Inggris
Pencipta Syair
Mary Mcdonald
Penerjemah
Yamuger
Cross Ref.
KJ 112, MK 74
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
2 bait
2
Hidup-Nya suci waktu di dunia,
Hati-Nya murni dan merendah;
Kini mulia Penebus kita:
Musuh-Nya tunduk selamanya.
3
Sabda Nubuat: Ia Mesias;
Para malaikat memuji-Nya:
Layaklah Ia dimuliakan;
Kita milik-Nya bahagia.
Syair :
Child in the Manger, Mary McDonald (1817-1890),terj. Yamuger 1981
Lagu : Inggris (Gaelic)
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
3 slide
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu Natal yang indah "Child in the Manger" atau yang dikenal di Indonesia sebagai "Anak Maria Dalam Palungan" adalah sebuah permata dari tradisi Kekristenan berbahasa Gaelik Skotlandia, yang menggambarkan keindahan kesederhanaan, devosi yang mendalam, dan perjalanan lintas budaya yang luar biasa.
Mari kita selami detailnya:
---
### **1. Sang Penulis Lirik: Mary MacDonald (c. 1789 – 1872)**
Jantung dari lagu ini berasal dari seorang penyair wanita Gaelik bernama **Mary MacDonald (Mairi Dhonnchadh) dari Mull, Skotlandia**, meskipun sering dikaitkan dengan Pulau Skye karena beberapa sumber. Mary MacDonald lahir di Ardtun, Mull, sekitar tahun 1789 dan meninggal di Uiseinish, South Uist, pada tahun 1872. Ia adalah seorang penyair yang dikenal dalam komunitasnya karena kesalehan dan bakat puitisnya, yang mengekspresikan imannya melalui bahasa Gaelik.
Pada masa itu, kebudayaan Gaelik di Dataran Tinggi dan Kepulauan Skotlandia sangat kaya akan tradisi lisan, termasuk lagu-lagu pujian dan balada. Mary MacDonald adalah bagian dari tradisi ini, menulis banyak puisi religius yang mencerminkan kehidupan pedesaan dan iman yang kuat.
Lirik asli lagu ini ditulis oleh Mary dalam bahasa Gaelik Skotlandia dengan judul **"Leanabh an àigh"** (Child of Blessing/Child of Glory). Ia terinspirasi oleh renungan mendalamnya tentang kisah Natal, khususnya kerendahan hati kelahiran Yesus di palungan, kontras dengan kemuliaan Ilahi-Nya. Mary menulis lirik ini untuk merayakan kedatangan Juru Selamat, menggambarkan pemandangan para gembala dan malaikat yang menyaksikan peristiwa ajaib tersebut, serta pentingnya kelahiran itu bagi keselamatan umat manusia.
---
### **2. Melodi: "Bunessan"**
Lirik Mary MacDonald kemudian disandingkan dengan sebuah melodi tradisional Gaelik yang sangat tua dan indah bernama **"Bunessan"**.
* **Asal Nama:** Melodi ini dinamakan dari sebuah desa kecil bernama Bunessan di Pulau Mull, Skotlandia, tempat Mary MacDonald berasal. Ini adalah lagu rakyat tradisional Skotlandia, yang seperti banyak melodi rakyat lainnya, kemungkinan besar sudah ada jauh sebelum lirik pujian Mary MacDonald ditulis. Melodi "Bunessan" dikenal karena kesederhanaannya yang mengalir, keindahan melodinya yang tenang namun mengharukan, dan cocok untuk dinyanyikan sebagai himne.
* **Penggunaan Lain:** Melodi "Bunessan" menjadi sangat terkenal di seluruh dunia karena juga digunakan untuk himne populer lainnya, seperti **"Morning Has Broken"** yang dipopulerkan oleh Cat Stevens (Yusuf Islam) pada tahun 1971, dengan lirik yang ditulis oleh Eleanor Farjeon. Ini menunjukkan fleksibilitas dan daya tarik universal dari melodi tersebut.
Penyatuan lirik "Leanabh an àigh" dengan melodi "Bunessan" menciptakan sebuah mahakarya yang secara sempurna menangkap esensi Natal: kemuliaan dalam kesederhanaan, keagungan dalam kerendahan hati.
---
### **3. Perjalanan ke Bahasa Inggris: Lachlan Macbean (1905)**
Agar lagu ini dapat dinikmati oleh khalayak yang lebih luas di luar penutur Gaelik, lagu ini perlu diterjemahkan. Terjemahan yang paling dikenal dan menjadi standar ke dalam bahasa Inggris dibuat oleh **Lachlan Macbean** pada tahun **1905**.
Lachlan Macbean adalah seorang editor dan ahli himne Skotlandia yang menerbitkan koleksi berjudul **"Songs and Hymns of the Gael"**. Dalam koleksi ini, ia memasukkan terjemahan bahasa Inggris dari "Leanabh an àigh" dengan judul "Child in the Manger".
Terjemahan Macbean berhasil menangkap semangat dan keindahan puitis dari lirik asli Mary MacDonald, menjadikannya dapat diakses oleh gereja-gereja dan jemaat berbahasa Inggris di seluruh dunia. Sejak saat itu, "Child in the Manger" menjadi salah satu lagu Natal yang paling dicintai dan sering dinyanyikan.
**Lirik Terjemahan Bahasa Inggris (Lachlan Macbean):**
1. Child in the manger, infant of Mary,
Outcast and stranger, Lord of all!
Child, who by angels, from on high adored,
God on earth dwelling, whom we praise and laud.
2. Shepherds in wonder knelt by Thy cradle,
Angels sang praises, the while you slept.
Over Thy childhood, Thy Mother watched Thee,
Peaceful and holy, whilst Thou yet wept.
3. Prophets foretold Thee, Infant of wonder,
Sages adored Thee, ere Thou couldst speak.
God in Thy childhood, Thy Mother watched Thee,
Poor and rejected, holy and meek.
4. Come to my heart, Lord, come to my bosom,
Come to my heart, Lord, and make it Thy home.
Child in the manger, infant of Mary,
Come to my heart, Lord, come to my bosom,
Come to my heart, Lord, and make it Thy home.
---
### **4. Penyebaran Global dan "Anak Maria Dalam Palungan" di Indonesia**
Dari Skotlandia, melalui terjemahan bahasa Inggris, lagu ini menyebar ke seluruh dunia Kristen. Gereja-gereja di Amerika Utara, Eropa, Asia, dan Afrika mengadopsi lagu ini ke dalam koleksi himne mereka.
Di Indonesia, lagu ini dikenal luas dengan judul **"Anak Maria Dalam Palungan"**. Lagu ini kemungkinan besar masuk ke Indonesia melalui para misionaris dan gereja-gereja yang membawa serta himne-himne Barat. Lagu ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dimasukkan ke dalam berbagai buku kidung jemaat gereja-gereja di Indonesia, seperti **Kidung Jemaat (KJ) No. 101** dengan judul "Anak Maria dalam Palungan".
**Lirik Terjemahan Bahasa Indonesia (KJ 101):**
1. Anak Maria dalam palungan,
bayi yang miskin, Tuhan Kudus!
Anak yang suci, Raja Mahakaya,
kini lahir dalam palungan, Anak Kudus.
2. Gembala di sana datang menyembah,
malaikat puji Hu dengan merdu.
Anak Maria tidur dalam damai,
suci, tenang dalam tidurnya, Anak Kudus.
3. Datanglah, Tuhan, datang hatiku,
jadikan hatiku rumah-Mu.
Anak Maria dalam palungan,
datanglah, Tuhan, datang hatiku,
jadikan hatiku rumah-Mu.
Terjemahan Indonesia berhasil mempertahankan kehangatan, kesederhanaan, dan pesan teologis yang kuat dari versi aslinya, menjadikannya salah satu lagu Natal favorit di Indonesia.
---
### **5. Warisan dan Daya Tarik Abadi**
"Child in the Manger" / "Anak Maria Dalam Palungan" tetap dicintai karena beberapa alasan:
* **Kesederhanaan yang Mendalam:** Melodinya yang sederhana namun mengharukan, dan liriknya yang lugas namun kaya makna, membuatnya mudah diingat dan dinyanyikan oleh segala usia.
* **Fokus pada Kerendahan Hati:** Lagu ini mengingatkan kita pada inti pesan Natal: kemuliaan Ilahi yang datang dalam bentuk yang paling sederhana dan rentan, di tengah kerendahan hati palungan.
* **Pesan Universal:** Pesan tentang kelahiran Juru Selamat, kasih Allah, dan undangan untuk Yesus masuk ke dalam hati adalah pesan yang melampaui batas budaya dan bahasa.
* **Ikatan dengan Tradisi Gaelik:** Lagu ini juga menjadi jembatan ke warisan spiritual yang kaya dari masyarakat Gaelik Skotlandia, menunjukkan bagaimana iman diekspresikan melalui puisi dan musik yang indah.
Kisah di balik lagu "Anak Maria Dalam Palungan" adalah sebuah testament tentang seorang penyair sederhana yang imannya menginspirasi lirik abadi, sebuah melodi tradisional yang menemukan kehidupan baru, dan sebuah terjemahan yang memungkinkan jutaan orang di seluruh dunia untuk merayakan kelahiran Kristus dengan hati yang penuh syukur.
Mari kita selami detailnya:
---
### **1. Sang Penulis Lirik: Mary MacDonald (c. 1789 – 1872)**
Jantung dari lagu ini berasal dari seorang penyair wanita Gaelik bernama **Mary MacDonald (Mairi Dhonnchadh) dari Mull, Skotlandia**, meskipun sering dikaitkan dengan Pulau Skye karena beberapa sumber. Mary MacDonald lahir di Ardtun, Mull, sekitar tahun 1789 dan meninggal di Uiseinish, South Uist, pada tahun 1872. Ia adalah seorang penyair yang dikenal dalam komunitasnya karena kesalehan dan bakat puitisnya, yang mengekspresikan imannya melalui bahasa Gaelik.
Pada masa itu, kebudayaan Gaelik di Dataran Tinggi dan Kepulauan Skotlandia sangat kaya akan tradisi lisan, termasuk lagu-lagu pujian dan balada. Mary MacDonald adalah bagian dari tradisi ini, menulis banyak puisi religius yang mencerminkan kehidupan pedesaan dan iman yang kuat.
Lirik asli lagu ini ditulis oleh Mary dalam bahasa Gaelik Skotlandia dengan judul **"Leanabh an àigh"** (Child of Blessing/Child of Glory). Ia terinspirasi oleh renungan mendalamnya tentang kisah Natal, khususnya kerendahan hati kelahiran Yesus di palungan, kontras dengan kemuliaan Ilahi-Nya. Mary menulis lirik ini untuk merayakan kedatangan Juru Selamat, menggambarkan pemandangan para gembala dan malaikat yang menyaksikan peristiwa ajaib tersebut, serta pentingnya kelahiran itu bagi keselamatan umat manusia.
---
### **2. Melodi: "Bunessan"**
Lirik Mary MacDonald kemudian disandingkan dengan sebuah melodi tradisional Gaelik yang sangat tua dan indah bernama **"Bunessan"**.
* **Asal Nama:** Melodi ini dinamakan dari sebuah desa kecil bernama Bunessan di Pulau Mull, Skotlandia, tempat Mary MacDonald berasal. Ini adalah lagu rakyat tradisional Skotlandia, yang seperti banyak melodi rakyat lainnya, kemungkinan besar sudah ada jauh sebelum lirik pujian Mary MacDonald ditulis. Melodi "Bunessan" dikenal karena kesederhanaannya yang mengalir, keindahan melodinya yang tenang namun mengharukan, dan cocok untuk dinyanyikan sebagai himne.
* **Penggunaan Lain:** Melodi "Bunessan" menjadi sangat terkenal di seluruh dunia karena juga digunakan untuk himne populer lainnya, seperti **"Morning Has Broken"** yang dipopulerkan oleh Cat Stevens (Yusuf Islam) pada tahun 1971, dengan lirik yang ditulis oleh Eleanor Farjeon. Ini menunjukkan fleksibilitas dan daya tarik universal dari melodi tersebut.
Penyatuan lirik "Leanabh an àigh" dengan melodi "Bunessan" menciptakan sebuah mahakarya yang secara sempurna menangkap esensi Natal: kemuliaan dalam kesederhanaan, keagungan dalam kerendahan hati.
---
### **3. Perjalanan ke Bahasa Inggris: Lachlan Macbean (1905)**
Agar lagu ini dapat dinikmati oleh khalayak yang lebih luas di luar penutur Gaelik, lagu ini perlu diterjemahkan. Terjemahan yang paling dikenal dan menjadi standar ke dalam bahasa Inggris dibuat oleh **Lachlan Macbean** pada tahun **1905**.
Lachlan Macbean adalah seorang editor dan ahli himne Skotlandia yang menerbitkan koleksi berjudul **"Songs and Hymns of the Gael"**. Dalam koleksi ini, ia memasukkan terjemahan bahasa Inggris dari "Leanabh an àigh" dengan judul "Child in the Manger".
Terjemahan Macbean berhasil menangkap semangat dan keindahan puitis dari lirik asli Mary MacDonald, menjadikannya dapat diakses oleh gereja-gereja dan jemaat berbahasa Inggris di seluruh dunia. Sejak saat itu, "Child in the Manger" menjadi salah satu lagu Natal yang paling dicintai dan sering dinyanyikan.
**Lirik Terjemahan Bahasa Inggris (Lachlan Macbean):**
1. Child in the manger, infant of Mary,
Outcast and stranger, Lord of all!
Child, who by angels, from on high adored,
God on earth dwelling, whom we praise and laud.
2. Shepherds in wonder knelt by Thy cradle,
Angels sang praises, the while you slept.
Over Thy childhood, Thy Mother watched Thee,
Peaceful and holy, whilst Thou yet wept.
3. Prophets foretold Thee, Infant of wonder,
Sages adored Thee, ere Thou couldst speak.
God in Thy childhood, Thy Mother watched Thee,
Poor and rejected, holy and meek.
4. Come to my heart, Lord, come to my bosom,
Come to my heart, Lord, and make it Thy home.
Child in the manger, infant of Mary,
Come to my heart, Lord, come to my bosom,
Come to my heart, Lord, and make it Thy home.
---
### **4. Penyebaran Global dan "Anak Maria Dalam Palungan" di Indonesia**
Dari Skotlandia, melalui terjemahan bahasa Inggris, lagu ini menyebar ke seluruh dunia Kristen. Gereja-gereja di Amerika Utara, Eropa, Asia, dan Afrika mengadopsi lagu ini ke dalam koleksi himne mereka.
Di Indonesia, lagu ini dikenal luas dengan judul **"Anak Maria Dalam Palungan"**. Lagu ini kemungkinan besar masuk ke Indonesia melalui para misionaris dan gereja-gereja yang membawa serta himne-himne Barat. Lagu ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dimasukkan ke dalam berbagai buku kidung jemaat gereja-gereja di Indonesia, seperti **Kidung Jemaat (KJ) No. 101** dengan judul "Anak Maria dalam Palungan".
**Lirik Terjemahan Bahasa Indonesia (KJ 101):**
1. Anak Maria dalam palungan,
bayi yang miskin, Tuhan Kudus!
Anak yang suci, Raja Mahakaya,
kini lahir dalam palungan, Anak Kudus.
2. Gembala di sana datang menyembah,
malaikat puji Hu dengan merdu.
Anak Maria tidur dalam damai,
suci, tenang dalam tidurnya, Anak Kudus.
3. Datanglah, Tuhan, datang hatiku,
jadikan hatiku rumah-Mu.
Anak Maria dalam palungan,
datanglah, Tuhan, datang hatiku,
jadikan hatiku rumah-Mu.
Terjemahan Indonesia berhasil mempertahankan kehangatan, kesederhanaan, dan pesan teologis yang kuat dari versi aslinya, menjadikannya salah satu lagu Natal favorit di Indonesia.
---
### **5. Warisan dan Daya Tarik Abadi**
"Child in the Manger" / "Anak Maria Dalam Palungan" tetap dicintai karena beberapa alasan:
* **Kesederhanaan yang Mendalam:** Melodinya yang sederhana namun mengharukan, dan liriknya yang lugas namun kaya makna, membuatnya mudah diingat dan dinyanyikan oleh segala usia.
* **Fokus pada Kerendahan Hati:** Lagu ini mengingatkan kita pada inti pesan Natal: kemuliaan Ilahi yang datang dalam bentuk yang paling sederhana dan rentan, di tengah kerendahan hati palungan.
* **Pesan Universal:** Pesan tentang kelahiran Juru Selamat, kasih Allah, dan undangan untuk Yesus masuk ke dalam hati adalah pesan yang melampaui batas budaya dan bahasa.
* **Ikatan dengan Tradisi Gaelik:** Lagu ini juga menjadi jembatan ke warisan spiritual yang kaya dari masyarakat Gaelik Skotlandia, menunjukkan bagaimana iman diekspresikan melalui puisi dan musik yang indah.
Kisah di balik lagu "Anak Maria Dalam Palungan" adalah sebuah testament tentang seorang penyair sederhana yang imannya menginspirasi lirik abadi, sebuah melodi tradisional yang menemukan kehidupan baru, dan sebuah terjemahan yang memungkinkan jutaan orang di seluruh dunia untuk merayakan kelahiran Kristus dengan hati yang penuh syukur.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
Tema :
Natal
160
Anak Yang Dijanji
161
Alam Raya Berkumandang
163
Bernyanyilah Merdu
164
Bintang-Bintang Cemerlang
165
Dalam Kota Raja Daud
166
Di Dalam Palungan
166
Di Dalam Palungan
167
Di Betlehem T'lah Lahir
168
Di Malam Sunyi Bergema
169
Di Palungan Dibaringkan
170
Dunia Kedinginan
171
Gembala Yang Ada Di Padang
172
Gerangan Bayi Apakah
173
Gita Surga Bergema
174
Hai Anak Semua
175
Hai, Dengar Tembang Malaikat
176
Hai Dunia, Gembiralah
177
Hai Gembala Efrata
178
Hai Kota Mungil Betlehem
179
Hai Mari, Berhimpun
180
Hai, Siarkan Di Gunung
181
Hai Umat, Puji Allahmu
182
Jauh Dari Surga Datangku
183
Kandang Domba Itu Rumahnya
184
'Kau, Yesus, Raja Mahakaya
185
Lahir Kristus Di Dunia
186
Malam Kudus
187
Mari, Gembala, Ke Kandang
188
Mari, Lihatlah Semua
189
Muliakanlah
190
Bayi Yang Terbaring Di Palungan
191
Pada Hari Natal
192
Siapa Gerangan Sang Raja
193
S'lamat, S'lamat Datang
194
Sungguh Mulia
195
T'lah Turun Ke Dunia
196
Waktu Malam Yang Sepi
197
Ya Anak Kecil
198
Yang Dipuji Kaum Gembala
199
Tiap Tahun Kembali