KK
Kelak Akan Berjumpa
Lebt Wohl, Wir Sehn Uns Wieder
645
Nomor
Kode
KK 645
Buku
Kidung Keesaan
Tematik
Kedukaan, Pemakaman dan Penghiburan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Johann Ulrich Wehrli
Pencipta Syair
Christian Heinrichzeller
Penerjemah
Epafroditus Laurentius Pohan Shn (E.L. Pohan)
Cross Ref.
PKJ 113
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Kelak akan berjumpa teman yang seiman,
di saat kita sampai di surga cemerlang,
di surga cemerlang, di surga cemerlang.
2
Mari melawan dosa dengan hati tegar.
Janganlah kau terlena di dunia yang fana,
di dunia yang fana, di dunia yang fana.
3
Kelak akan berjumpa seluruh umatNya
di sisi Allah Bapa, di saat tΓlah menang,
di saat tΓlah menang, di saat tΓlah menang.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
3 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Kelak Akan Berjumpa"** (dalam bahasa Jerman asli dikenal sebagai **"Lebt wohl, wir sehn uns wieder"**) adalah sebuah lagu perpisahan yang memiliki sejarah panjang dan menyentuh, terutama dalam konteks komunitas Kristen di Indonesia.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul dan Penulis
Lagu ini berasal dari tradisi Jerman. Liriknya ditulis oleh **Christian Heinrich Zeller** (1779β1860), seorang pendidik dan pengikut gerakan Pietisme di Jerman yang sangat peduli pada pendidikan anak-anak kurang mampu.
Melodinya dikaitkan dengan **Johann Ulrich Wehrli** (1794β1828), seorang musisi asal Swiss. Lagu ini pada awalnya merupakan bagian dari himne atau nyanyian perpisahan yang lazim dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan komunitas Kristen atau di sekolah-sekolah asrama pada abad ke-19 di Eropa.
### 2. Makna Lirik: Perpisahan dalam Harapan
Judul asli *βLebt wohl, wir sehn uns wiederβ* secara harfiah berarti "Selamat tinggal, kita akan berjumpa lagi."
Lirik aslinya mencerminkan keyakinan iman Kristen yang kuat bahwa perpisahan di dunia ini bukanlah sesuatu yang bersifat final atau kekal. Dalam perspektif iman, setiap perpisahan antara orang-orang yang saling mengasihi hanyalah bersifat sementara, dan akan ada pertemuan kembali yang lebih indah di "keabadian" atau di hadapan Tuhan.
Pesan utamanya adalah **penghiburan**:
* Bahwa jarak dan waktu tidak bisa memutuskan ikatan batin.
* Bahwa ada janji pertemuan di masa depan yang memberikan kekuatan untuk menghadapi kesedihan saat harus berpisah.
### 3. Transformasi ke Bahasa Indonesia
Di Indonesia, lagu ini sangat populer di kalangan gereja, persekutuan pemuda, dan sekolah-sekolah berasrama Kristen (seperti di lingkungan HKBP, GKI, atau sekolah-sekolah misi).
Terjemahan ke dalam bahasa Indonesiaβyang sering kita dengar dengan lirik *"Kelak akan berjumpa, di sana kita jumpa"*βdiadaptasi untuk mempertahankan nada melankolis namun penuh pengharapan. Lagu ini sering dinyanyikan dalam suasana:
* Upacara perpisahan sekolah atau angkatan.
* Acara pelepasan anggota komunitas yang pindah tugas atau kota.
* Momen kedukaan (pemakaman), untuk memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan bahwa mereka akan bertemu lagi di surga.
### 4. Mengapa Lagu Ini Sangat Berkesan?
Ada beberapa alasan mengapa lagu ini tetap lestari dan sangat emosional:
* **Melodi yang "Hymne":** Melodinya memiliki tempo yang tenang dan struktur tangga nada yang memberikan kesan damai, sehingga mudah diingat dan sangat khidmat saat dinyanyikan bersama-sama.
* **Universalitas Tema:** Semua manusia pasti pernah mengalami perpisahan. Lagu ini menyediakan "bahasa" bagi mereka yang sulit mengungkapkan kesedihan namun ingin tetap memberikan harapan kepada orang yang pergi.
* **Nuansa Nostalgia:** Bagi banyak orang Indonesia, lagu ini sering kali menjadi lagu wajib di akhir masa remaja atau akhir masa sekolah, sehingga ketika mendengarnya di masa dewasa, lagu ini memicu kenangan akan masa-masa indah yang telah berlalu.
### Kesimpulan
Kisah di balik "Kelak Akan Berjumpa" bukanlah tentang sebuah peristiwa sejarah yang megah, melainkan tentang **kemanusiaan**. Ia adalah lagu yang lahir dari hati seorang pendidik (Zeller) yang ingin memberikan kepastian kepada murid-muridnya bahwa meskipun mereka harus berpisah, kasih dan hubungan yang telah terjalin akan tetap terjaga melampaui ruang dan waktu.
Hingga saat ini, lagu ini tetap menjadi salah satu lagu perpisahan yang paling ikonik, mengajarkan bahwa *perpisahan adalah bagian dari hidup, namun perjumpaan kembali adalah harapan yang membuat kita tetap teguh.*
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul dan Penulis
Lagu ini berasal dari tradisi Jerman. Liriknya ditulis oleh **Christian Heinrich Zeller** (1779β1860), seorang pendidik dan pengikut gerakan Pietisme di Jerman yang sangat peduli pada pendidikan anak-anak kurang mampu.
Melodinya dikaitkan dengan **Johann Ulrich Wehrli** (1794β1828), seorang musisi asal Swiss. Lagu ini pada awalnya merupakan bagian dari himne atau nyanyian perpisahan yang lazim dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan komunitas Kristen atau di sekolah-sekolah asrama pada abad ke-19 di Eropa.
### 2. Makna Lirik: Perpisahan dalam Harapan
Judul asli *βLebt wohl, wir sehn uns wiederβ* secara harfiah berarti "Selamat tinggal, kita akan berjumpa lagi."
Lirik aslinya mencerminkan keyakinan iman Kristen yang kuat bahwa perpisahan di dunia ini bukanlah sesuatu yang bersifat final atau kekal. Dalam perspektif iman, setiap perpisahan antara orang-orang yang saling mengasihi hanyalah bersifat sementara, dan akan ada pertemuan kembali yang lebih indah di "keabadian" atau di hadapan Tuhan.
Pesan utamanya adalah **penghiburan**:
* Bahwa jarak dan waktu tidak bisa memutuskan ikatan batin.
* Bahwa ada janji pertemuan di masa depan yang memberikan kekuatan untuk menghadapi kesedihan saat harus berpisah.
### 3. Transformasi ke Bahasa Indonesia
Di Indonesia, lagu ini sangat populer di kalangan gereja, persekutuan pemuda, dan sekolah-sekolah berasrama Kristen (seperti di lingkungan HKBP, GKI, atau sekolah-sekolah misi).
Terjemahan ke dalam bahasa Indonesiaβyang sering kita dengar dengan lirik *"Kelak akan berjumpa, di sana kita jumpa"*βdiadaptasi untuk mempertahankan nada melankolis namun penuh pengharapan. Lagu ini sering dinyanyikan dalam suasana:
* Upacara perpisahan sekolah atau angkatan.
* Acara pelepasan anggota komunitas yang pindah tugas atau kota.
* Momen kedukaan (pemakaman), untuk memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan bahwa mereka akan bertemu lagi di surga.
### 4. Mengapa Lagu Ini Sangat Berkesan?
Ada beberapa alasan mengapa lagu ini tetap lestari dan sangat emosional:
* **Melodi yang "Hymne":** Melodinya memiliki tempo yang tenang dan struktur tangga nada yang memberikan kesan damai, sehingga mudah diingat dan sangat khidmat saat dinyanyikan bersama-sama.
* **Universalitas Tema:** Semua manusia pasti pernah mengalami perpisahan. Lagu ini menyediakan "bahasa" bagi mereka yang sulit mengungkapkan kesedihan namun ingin tetap memberikan harapan kepada orang yang pergi.
* **Nuansa Nostalgia:** Bagi banyak orang Indonesia, lagu ini sering kali menjadi lagu wajib di akhir masa remaja atau akhir masa sekolah, sehingga ketika mendengarnya di masa dewasa, lagu ini memicu kenangan akan masa-masa indah yang telah berlalu.
### Kesimpulan
Kisah di balik "Kelak Akan Berjumpa" bukanlah tentang sebuah peristiwa sejarah yang megah, melainkan tentang **kemanusiaan**. Ia adalah lagu yang lahir dari hati seorang pendidik (Zeller) yang ingin memberikan kepastian kepada murid-muridnya bahwa meskipun mereka harus berpisah, kasih dan hubungan yang telah terjalin akan tetap terjaga melampaui ruang dan waktu.
Hingga saat ini, lagu ini tetap menjadi salah satu lagu perpisahan yang paling ikonik, mengajarkan bahwa *perpisahan adalah bagian dari hidup, namun perjumpaan kembali adalah harapan yang membuat kita tetap teguh.*
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
PKJ 113
113
Kelak Akan Berjumpa
632
Jangan Kami Ditegur
633
Bangkit, Ya 'Ku Bangkitlah Kelak
634
Beristirahat Orang Yang Beriman
635
Bila Badai Hidup Menerpamu
636
Bila Badai Hidup Turun
637
Bila Duka Menerpa
638
Dalam Rumah Bapaku
639
Di Balik Malam
640
Harap Akan Tuhan
641
Jalan Hidup Tak Selalu
642
Janji Yang Manis
643
Jikalau Gandum
644
Kekuatan Serta Penghiburan
646
Yesus, Jurus'lamat Kami
647
Kunyalakan Lilin Mungil
648
Melewati Lembah Air Mata
649
Tenang Dan Sabarlah
650
Tuhan Sumber Penghiburan