KJ
Takhta Mulia di Tempat Baka
Thou Didst Leave Thy Throne
108
Nomor
Kode
KJ 108
Buku
Kidung Jemaat
Tematik
Kelahiran Yesus dan Masa Natal
Metronom
0
Cross Ref.
MK 58, NP 57
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Takhta mulia di tempat baka Kautinggalkan, ya Tuhanku.
Tapi tiadalah tempat yang lega menjelang kelahiranMu.
Hatiku, ya Tuhan Yesus, jadikanlah rumahMu.
2
Langit bergetar, kidung terdengar menyebut kebesaranMu.
Tapi adakah yang lebih rendah daripada palunganMu.
Hatiku, ya Tuhan Yesus, jadikanlah rumahMu.
3
Oleh FirmanMu yang kekal teguh Kaubebaskan manusia.
Tapi hanyalah siksa dan cerca Kauterima di dunia.
SalibMu, ya Tuhan Yesus, tempat perlindunganku.
4
Gita menggegap, bila Kau kelak datang lagi, ya Tuhanku.
SabdaMu benar akan terdengar, "Kuberi tempat bagimu."
Bersuka besar hatiku, ya Tuhan, menyambutMu.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Takhta-Mu Kau Tinggalkan"** (dalam bahasa Inggris berjudul *Thou Didst Leave Thy Throne*) adalah salah satu kidung Natal yang paling mendalam maknanya. Lagu ini bukan sekadar lagu perayaan, melainkan sebuah refleksi teologis tentang kerendahan hati Kristus.
Berikut adalah kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Emily Elizabeth Steele Elliott (1836–1897)
Emily E. S. Elliott adalah seorang wanita asal Inggris, putri dari seorang pendeta. Ia hidup di lingkungan yang sangat religius. Emily dikenal sebagai sosok yang sangat mengasihi Tuhan dan rajin terlibat dalam kegiatan pelayanan gereja, khususnya pelayanan bagi anak-anak dan orang miskin.
Lirik lagu ini ditulis oleh Emily pada tahun **1864**. Saat itu, ia menulisnya untuk majalah gerejanya sendiri, *The Juvenile Instructor*, yang ia sunting di Brighton, Inggris.
### 2. Latar Belakang dan Inspirasi
Inspirasi utama Emily adalah **Lukas 2:7**, yang menceritakan tentang kelahiran Yesus di palungan karena tidak ada tempat bagi-Nya di rumah penginapan.
* **Pesan Utama:** Emily ingin menyampaikan kontras yang tajam: antara kemuliaan surga yang ditinggalkan Yesus dan kehinaan tempat kelahiran-Nya di dunia.
* **Makna Bait per Bait:**
* Lagu ini menyoroti bahwa Yesus meninggalkan "takhta-Nya" (kemuliaan ilahi) demi mencari mereka yang terhilang.
* Ada penekanan pada kerelaan Yesus untuk datang ke dunia yang penuh penolakan.
* Setiap bait diakhiri dengan refrein yang menyentuh: *"Datanglah ke dalam hatiku, ya Yesus, ada tempat bagimu di hatiku."* Ini adalah ajakan pribadi bagi setiap penyanyi untuk memberikan ruang bagi Kristus di dalam hati mereka, agar Ia tidak lagi "dibuang" atau "tidak mendapatkan tempat" seperti saat kelahiran-Nya.
### 3. Komponis Musik: Timothy Richard Matthews (1826–1910)
Musik yang kita kenal sekarang (sering disebut melodi *Margaret*) disusun oleh **Timothy Richard Matthews** pada tahun 1876.
Matthews adalah seorang pendeta Anglikan sekaligus organis berbakat. Ia menciptakan melodi ini khusus untuk lirik puisi karya Emily Elliott. Melodi yang ia ciptakan terasa tenang, reflektif, namun memiliki nuansa khidmat yang sangat cocok dengan lirik tentang kerendahan hati Kristus.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Lagu ini bertahan melintasi zaman karena beberapa alasan:
1. **Refleksi Teologis:** Lagu ini tidak hanya menceritakan peristiwa kelahiran Yesus, tetapi masuk ke aspek "Kenosis" (pengosongan diri Kristus). Lagu ini mengajak jemaat untuk merenungkan: *Mengapa Allah yang mahakuasa mau menjadi bayi yang lemah?* Jawabannya adalah kasih-Nya kepada manusia.
2. **Keterlibatan Pribadi:** Tidak seperti banyak lagu Natal yang sifatnya naratif (menceritakan cerita), lagu ini sifatnya sangat personal. Refrein *"Datanglah ke dalam hatiku"* mengubah lagu ini menjadi sebuah doa pribadi.
3. **Kesederhanaan:** Baik lirik maupun melodinya sederhana, namun memiliki kedalaman emosional yang tinggi, menjadikannya sangat mudah dinyanyikan namun tetap berbobot dalam kebaktian gereja.
### Ringkasan Makna
Ketika kita menyanyikan *"Takhta-Mu Kau tinggalkan dan takhta dunia Kau lepas"*, kita diingatkan bahwa Natal bukanlah tentang kemewahan, melainkan tentang pengorbanan. Lagu ini adalah undangan bagi setiap orang untuk membersihkan "penginapan" hati kita agar Yesus Kristus, Sang Raja, bisa berdiam di dalamnya.
Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu lagu wajib dalam ibadah Natal, yang mengingatkan kita untuk selalu memberikan tempat yang utama bagi Tuhan di dalam hidup kita.
Berikut adalah kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Emily Elizabeth Steele Elliott (1836–1897)
Emily E. S. Elliott adalah seorang wanita asal Inggris, putri dari seorang pendeta. Ia hidup di lingkungan yang sangat religius. Emily dikenal sebagai sosok yang sangat mengasihi Tuhan dan rajin terlibat dalam kegiatan pelayanan gereja, khususnya pelayanan bagi anak-anak dan orang miskin.
Lirik lagu ini ditulis oleh Emily pada tahun **1864**. Saat itu, ia menulisnya untuk majalah gerejanya sendiri, *The Juvenile Instructor*, yang ia sunting di Brighton, Inggris.
### 2. Latar Belakang dan Inspirasi
Inspirasi utama Emily adalah **Lukas 2:7**, yang menceritakan tentang kelahiran Yesus di palungan karena tidak ada tempat bagi-Nya di rumah penginapan.
* **Pesan Utama:** Emily ingin menyampaikan kontras yang tajam: antara kemuliaan surga yang ditinggalkan Yesus dan kehinaan tempat kelahiran-Nya di dunia.
* **Makna Bait per Bait:**
* Lagu ini menyoroti bahwa Yesus meninggalkan "takhta-Nya" (kemuliaan ilahi) demi mencari mereka yang terhilang.
* Ada penekanan pada kerelaan Yesus untuk datang ke dunia yang penuh penolakan.
* Setiap bait diakhiri dengan refrein yang menyentuh: *"Datanglah ke dalam hatiku, ya Yesus, ada tempat bagimu di hatiku."* Ini adalah ajakan pribadi bagi setiap penyanyi untuk memberikan ruang bagi Kristus di dalam hati mereka, agar Ia tidak lagi "dibuang" atau "tidak mendapatkan tempat" seperti saat kelahiran-Nya.
### 3. Komponis Musik: Timothy Richard Matthews (1826–1910)
Musik yang kita kenal sekarang (sering disebut melodi *Margaret*) disusun oleh **Timothy Richard Matthews** pada tahun 1876.
Matthews adalah seorang pendeta Anglikan sekaligus organis berbakat. Ia menciptakan melodi ini khusus untuk lirik puisi karya Emily Elliott. Melodi yang ia ciptakan terasa tenang, reflektif, namun memiliki nuansa khidmat yang sangat cocok dengan lirik tentang kerendahan hati Kristus.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Lagu ini bertahan melintasi zaman karena beberapa alasan:
1. **Refleksi Teologis:** Lagu ini tidak hanya menceritakan peristiwa kelahiran Yesus, tetapi masuk ke aspek "Kenosis" (pengosongan diri Kristus). Lagu ini mengajak jemaat untuk merenungkan: *Mengapa Allah yang mahakuasa mau menjadi bayi yang lemah?* Jawabannya adalah kasih-Nya kepada manusia.
2. **Keterlibatan Pribadi:** Tidak seperti banyak lagu Natal yang sifatnya naratif (menceritakan cerita), lagu ini sifatnya sangat personal. Refrein *"Datanglah ke dalam hatiku"* mengubah lagu ini menjadi sebuah doa pribadi.
3. **Kesederhanaan:** Baik lirik maupun melodinya sederhana, namun memiliki kedalaman emosional yang tinggi, menjadikannya sangat mudah dinyanyikan namun tetap berbobot dalam kebaktian gereja.
### Ringkasan Makna
Ketika kita menyanyikan *"Takhta-Mu Kau tinggalkan dan takhta dunia Kau lepas"*, kita diingatkan bahwa Natal bukanlah tentang kemewahan, melainkan tentang pengorbanan. Lagu ini adalah undangan bagi setiap orang untuk membersihkan "penginapan" hati kita agar Yesus Kristus, Sang Raja, bisa berdiam di dalamnya.
Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu lagu wajib dalam ibadah Natal, yang mengingatkan kita untuk selalu memberikan tempat yang utama bagi Tuhan di dalam hidup kita.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
92
Malam Kudus
93
Tumbuhlah Tunas Baru
94
Hai Kota Mungil Betlehem
95
Gembala Waktu Malam G'lap
95
Gembala Waktu Malam G'lap
96
Di Malam Sunyi Bergema
97
Hai Malaikat Dari Sorga
98
Jauh Dari Sorga Datangku
99
Gita Sorga Bergema
100
Muliakanlah
101
Alam Raya Berkumandang
102
Di Dalam Palungan
103
Dengarlah Kidung
104
Hai Dengar Tembang Malaikat
105
Ya Anak Kecil
106
Bernyanyilah Merdu
107
Terbitlah dalam Kegelapan
109
Hai Mari, Berhimpun
110
Di Betlehem T'lah Lahir Seorang Putera
111
Di Palungan Dibaringkan
112
Anak Maria dalam Palungan
113
Dalam Kota Raja Daud
114
Mari, Lihatlah Semua
115
Berlutut di PalunganMu
116
Yang Dipuji Kaum Gembala
117
Hai Anak Semua
118
Sungguh Mulia
119
Hai Dunia, Gembiralah
120
Hai, Siarkan di Gunung
121
Dunia Kedinginan
122
Anak yang Dijanji
123
S'lamat, S'lamat Datang
124
Siapakah Yang Menerima
125
Lahir Kristus di Dunia
126
Tiap Tahun Kembali
127
Kandang Domba Itu RumahNya