KJ
Pujilah Khalik Semesta
Praise God from Whom All Blessings Flow
303
Nomor
Kode
KJ 303b
Buku
Kidung Jemaat
Tematik
Pengucapan Syukur dan Persembahan
Metronom
0
Dengarkan di YouTube
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
1 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Pujilah Khalik Semesta"** (dalam bahasa Inggris dikenal sebagai *"Praise God, from Whom All Blessings Flow"*) adalah salah satu himne yang paling dikenal dan paling sering dinyanyikan di seluruh dunia. Lagu ini unik karena secara teknis merupakan sebuah **Doksologi** (pujian kepada Allah Tritunggal).
Berikut adalah kisah di balik terciptanya himne yang agung ini:
### 1. Sosok Penulis: Thomas Ken (1637β1711)
Thomas Ken adalah seorang pendeta Gereja Inggris yang juga menjabat sebagai Uskup Bath dan Wells. Ia dikenal sebagai pria yang saleh, berani, dan memiliki integritas tinggi. Ia hidup pada masa yang penuh gejolak politik dan agama di Inggris.
Salah satu sifatnya yang paling menonjol adalah dedikasinya pada disiplin rohani. Ia sangat percaya pada pentingnya doa dan nyanyian bagi kehidupan kristiani sehari-hari.
### 2. Konteks Penulisan: Untuk Para Siswa
Lagu ini tidak ditulis sebagai bagian dari liturgi gereja formal pada awalnya, melainkan ditulis untuk **para siswa di Winchester College** (sekolah tempat Thomas Ken pernah belajar dan kemudian mengajar).
Pada tahun 1674, Thomas Ken menerbitkan sebuah buku berjudul *A Manual of Prayers for the Use of the Scholars of Winchester College*. Di dalam buku tersebut, ia menyertakan tiga buah himne untuk digunakan oleh para siswa setiap harinya:
* Satu himne untuk pagi hari (*"Awake, my soul, and with the sun"*)
* Satu himne untuk malam hari (*"Glory to thee, my God, this night"*)
* Satu himne untuk tengah hari
Doksologi *"Praise God, from Whom All Blessings Flow"* sebenarnya adalah **bait penutup (stanza)** yang sama yang ia sertakan di akhir ketiga himne tersebut. Tujuannya agar para siswa memiliki cara sederhana namun mendalam untuk mengakhiri doa mereka dengan memuji Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
### 3. Melodi: "Old 100th" dan Mazmur Jenewa
Meskipun liriknya ditulis oleh Thomas Ken, melodi yang kita kenal sekarang memiliki sejarah yang lebih tua dan sangat ikonik. Melodi ini dikenal sebagai **"Old 100th"**.
* **Asal-usul:** Melodi ini berasal dari *Genevan Psalter* (Mazmur Jenewa) yang disusun oleh **Louis Bourgeois** pada tahun 1551.
* **Kaitan dengan Alkitab:** Melodi ini awalnya digunakan untuk mengiringi nyanyian Mazmur 100 (*"Bersorak-sorailah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!"*).
* **Penyatuan:** Ketika lirik Thomas Ken yang pendek dan padat dipadukan dengan melodi "Old 100th" yang megah dan berwibawa, terciptalah sebuah kombinasi yang dianggap sebagai "mahakarya" dalam dunia musik gerejawi karena kesederhanaan dan kedalamannya.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Ada beberapa alasan mengapa himne ini bertahan selama lebih dari 300 tahun:
1. **Doksologi yang Sempurna:** Liriknya mencakup pengakuan akan Allah sebagai sumber berkat, mengakui karya Allah bagi makhluk ciptaan-Nya, serta memuliakan Allah Tritunggal (Bapa, Putra, Roh Kudus).
2. **Universalitas:** Karena singkat dan padat, lagu ini digunakan dalam berbagai tradisi gereja (Protestan, Katolik, Anglikan, dll) sebagai penutup ibadah, sebelum persembahan, atau sebagai doa syukur.
3. **Kekuatan Melodi:** Nada "Old 100th" memiliki struktur yang sangat kokoh dan mudah diingat, sehingga siapa punβterlepas dari latar belakang musiknyaβdapat menyanyikannya dengan penuh perasaan.
### Lirik Asli (Bahasa Inggris):
> *Praise God, from whom all blessings flow;*
> *Praise Him, all creatures here below;*
> *Praise Him above, ye heavenly host;*
> *Praise Father, Son, and Holy Ghost.*
### Kesimpulan
Lagu "Pujilah Khalik Semesta" bukan sekadar lagu pujian biasa. Ia adalah warisan dari seorang pendeta yang ingin mengajarkan anak-anak muda untuk menyadari kehadiran Tuhan setiap saatβsaat mereka bangun, saat mereka beraktivitas, dan saat mereka hendak tidur. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi cara yang paling umum dan khidmat bagi umat Kristen di seluruh dunia untuk mengembalikan segala kemuliaan hanya kepada Tuhan.
Berikut adalah kisah di balik terciptanya himne yang agung ini:
### 1. Sosok Penulis: Thomas Ken (1637β1711)
Thomas Ken adalah seorang pendeta Gereja Inggris yang juga menjabat sebagai Uskup Bath dan Wells. Ia dikenal sebagai pria yang saleh, berani, dan memiliki integritas tinggi. Ia hidup pada masa yang penuh gejolak politik dan agama di Inggris.
Salah satu sifatnya yang paling menonjol adalah dedikasinya pada disiplin rohani. Ia sangat percaya pada pentingnya doa dan nyanyian bagi kehidupan kristiani sehari-hari.
### 2. Konteks Penulisan: Untuk Para Siswa
Lagu ini tidak ditulis sebagai bagian dari liturgi gereja formal pada awalnya, melainkan ditulis untuk **para siswa di Winchester College** (sekolah tempat Thomas Ken pernah belajar dan kemudian mengajar).
Pada tahun 1674, Thomas Ken menerbitkan sebuah buku berjudul *A Manual of Prayers for the Use of the Scholars of Winchester College*. Di dalam buku tersebut, ia menyertakan tiga buah himne untuk digunakan oleh para siswa setiap harinya:
* Satu himne untuk pagi hari (*"Awake, my soul, and with the sun"*)
* Satu himne untuk malam hari (*"Glory to thee, my God, this night"*)
* Satu himne untuk tengah hari
Doksologi *"Praise God, from Whom All Blessings Flow"* sebenarnya adalah **bait penutup (stanza)** yang sama yang ia sertakan di akhir ketiga himne tersebut. Tujuannya agar para siswa memiliki cara sederhana namun mendalam untuk mengakhiri doa mereka dengan memuji Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
### 3. Melodi: "Old 100th" dan Mazmur Jenewa
Meskipun liriknya ditulis oleh Thomas Ken, melodi yang kita kenal sekarang memiliki sejarah yang lebih tua dan sangat ikonik. Melodi ini dikenal sebagai **"Old 100th"**.
* **Asal-usul:** Melodi ini berasal dari *Genevan Psalter* (Mazmur Jenewa) yang disusun oleh **Louis Bourgeois** pada tahun 1551.
* **Kaitan dengan Alkitab:** Melodi ini awalnya digunakan untuk mengiringi nyanyian Mazmur 100 (*"Bersorak-sorailah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!"*).
* **Penyatuan:** Ketika lirik Thomas Ken yang pendek dan padat dipadukan dengan melodi "Old 100th" yang megah dan berwibawa, terciptalah sebuah kombinasi yang dianggap sebagai "mahakarya" dalam dunia musik gerejawi karena kesederhanaan dan kedalamannya.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Ada beberapa alasan mengapa himne ini bertahan selama lebih dari 300 tahun:
1. **Doksologi yang Sempurna:** Liriknya mencakup pengakuan akan Allah sebagai sumber berkat, mengakui karya Allah bagi makhluk ciptaan-Nya, serta memuliakan Allah Tritunggal (Bapa, Putra, Roh Kudus).
2. **Universalitas:** Karena singkat dan padat, lagu ini digunakan dalam berbagai tradisi gereja (Protestan, Katolik, Anglikan, dll) sebagai penutup ibadah, sebelum persembahan, atau sebagai doa syukur.
3. **Kekuatan Melodi:** Nada "Old 100th" memiliki struktur yang sangat kokoh dan mudah diingat, sehingga siapa punβterlepas dari latar belakang musiknyaβdapat menyanyikannya dengan penuh perasaan.
### Lirik Asli (Bahasa Inggris):
> *Praise God, from whom all blessings flow;*
> *Praise Him, all creatures here below;*
> *Praise Him above, ye heavenly host;*
> *Praise Father, Son, and Holy Ghost.*
### Kesimpulan
Lagu "Pujilah Khalik Semesta" bukan sekadar lagu pujian biasa. Ia adalah warisan dari seorang pendeta yang ingin mengajarkan anak-anak muda untuk menyadari kehadiran Tuhan setiap saatβsaat mereka bangun, saat mereka beraktivitas, dan saat mereka hendak tidur. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi cara yang paling umum dan khidmat bagi umat Kristen di seluruh dunia untuk mengembalikan segala kemuliaan hanya kepada Tuhan.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
286
Bumi dan Langit, Pujilah
287
Sekarang B'ri Syukur
287
Sekarang B'ri Syukur
288
Mari, Puji Raja Sorga
289
Tuhan, Pencipta Semesta
290
Takkah Patut 'Ku Bernyanyi
291
Mari Bersyukur Semua
292
Tabuh Gendang!
293
Puji Yesus
294
Beribu Lidah Patutlah
295
Andai 'Ku Punya Banyak Lidah
296
Anak-anak, Puji Nama Allah
297
Kau, Yesus, Raja Mahakaya
298
Selama Bumi Didiami
299
Bersyukur kepada Tuhan
300
Andaikan, Yesus, Kau Bukan Milikku
301
Aku Bawa dan Berikan
302
Kub'ri Persembahan
303
Pujilah Khalik Semesta