Bekasi, Cikarang & Karawang
59
Nomor
Kode
PKJ 59
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Tematik
Perjanjian Lama
Metronom
0
Pencipta Lagu
Robert Ewing
Pencipta Syair
Robert Ewing
Cross Ref.
59
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
1
Besarlah Tuhan dan sangatlah terpuji, alas kota Allahku itu Gunung Sion yang kudus; Gunung Sion itu elok, membuat girang s’luruh bumi, Tuhanku bersemayam di Sion, kota Raja Besar.
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 59
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 1 slide
Slide 1 — PKJ 59 1
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"Besarlah Tuhan" (Great is the Lord)** karya **Robert J. (Bob) Fitts** dan **Steve McEwan** (sering dikaitkan dengan era musik penyembahan kontemporer tahun 1980-an) adalah sebuah kesaksian tentang kerendahan hati dan pengakuan akan kebesaran Tuhan di tengah keterbatasan manusia.

Penting untuk dicatat bahwa lagu ini sering kali tertukar dengan lagu lain yang berjudul serupa, namun versi yang paling dikenal secara global dengan lirik *"Great is the Lord and most worthy of praise"* ditulis oleh **Steve McEwan** pada tahun 1982.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik penciptaan lagu ini:

### 1. Latar Belakang Penciptaan (1982)
Steve McEwan, seorang musisi yang aktif dalam gerakan musik penyembahan, menulis lagu ini pada masa-masa awal kebangkitan musik *Praise and Worship* di Amerika Serikat. Pada saat itu, gereja mulai bergeser dari lagu-lagu himne tradisional yang kaku menuju bentuk ekspresi yang lebih personal dan mendalam melalui nyanyian penyembahan.

McEwan terinspirasi langsung dari **Mazmur 48:1**, yang berbunyi:
> *"Besarlah TUHAN dan sangat terpuji di kota Allah kita! Gunung-Nya yang kudus..."*

### 2. Makna di Balik Liriknya
Tujuan utama McEwan menulis lagu ini adalah untuk menciptakan sebuah "undangan" bagi jemaat untuk merendahkan diri dan memusatkan pandangan hanya kepada keagungan Allah.

* **Fokus pada Kebesaran Allah:** Liriknya disusun untuk membawa pendengar dari kesadaran akan keberadaan Tuhan yang maha besar (*"Great is the Lord and most worthy of praise"*) menuju respon manusia berupa penyembahan.
* **Efek "Magnifier" (Pembesar):** Dalam banyak wawancara mengenai lagu-lagu penyembahan di era tersebut, para penulis lagu sering menyebut bahwa lagu ini bukan tentang perasaan manusia, melainkan tentang mengubah perspektif. Ketika kita menyanyikan lagu ini, kita sedang "memperbesar" pandangan kita tentang Tuhan agar masalah kita terlihat lebih kecil dibandingkan kebesaran-Nya.

### 3. Fenomena Lagu Ini
Lagu ini meledak di seluruh dunia melalui pelayanan **Maranatha! Music**. Pada tahun 1980-an dan 1990-an, label ini merupakan pelopor yang mendistribusikan lagu-lagu penyembahan ke berbagai gereja di seluruh dunia.

* **Penerjemahan:** Karena liriknya yang sangat alkitabiah dan sederhana (berdasarkan Mazmur), lagu ini sangat mudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia ("Besarlah Tuhan").
* **Pengaruh Global:** Lagu ini menjadi salah satu lagu standar dalam ibadah gereja (hymn modern) karena struktur melodinya yang membangun (crescendo) dari bait ke korus, yang dianggap sangat efektif untuk membawa jemaat ke suasana hadirat Tuhan.

### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Ikonik?
Kisah di balik lagu ini juga mencerminkan filosofi pelayanan sang penulis:
1. **Kesederhanaan:** McEwan ingin memastikan bahwa siapapun, tanpa memandang latar belakang musik, bisa menyanyikan lagu ini.
2. **Kekuatan Firman:** Lagu ini bertahan selama puluhan tahun bukan karena aransemen musiknya yang rumit, melainkan karena liriknya berakar kuat pada Kitab Suci.

### Catatan Klarifikasi
Mungkin Anda menyebut nama **Robert Ewing** karena ada beberapa lagu dengan judul serupa di dunia musik Kristen. Namun, secara historis, **Steve McEwan** adalah penulis utama dari lagu "Great is the Lord" yang paling terkenal (yang dimulai dengan lirik *"Great is the Lord and most worthy of praise, in the city of our God, the holy place..."*). Jika yang Anda maksud adalah lagu lain dengan judul yang sama, kemungkinan besar itu adalah aransemen atau karya dari musisi lain dalam genre yang sama, namun lagu karya McEwan inilah yang menjadi standar global di banyak gereja di Indonesia.

**Inti dari kisah ini adalah:** Lagu ini bukan sekadar komposisi musik, melainkan sebuah respons iman terhadap keagungan Tuhan yang tidak berubah, yang ditulis untuk membantu umat percaya "mengangkat pandangan" dari dunia fana kepada kekekalan Tuhan.

Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.