PKJ
Tuhanku Berjanji
Nothing Is Impossible
140
Nomor
Kode
PKJ 140
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Tematik
Pernyataan Keyakinan Iman
Metronom
0
Pencipta Lagu
Eugene L. Clark
Pencipta Syair
Eugene L. Clark
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Tuhanku berjanji dengan firmanNya;
segala diatasiNya.
Yang paling tak mungkin dimungkinkanNya,
bagi yang beriman padaNya.
Tiada yang mustahil, asal kuat beriman.
Tiada yang mustahil bila firman kau pegang.
Firman Tuhanmu dengarkanlah: Tiada yang mustahil bagiNya!
Percayalah kepadaNya peganglah firmanNya;
segala hal, segala hal menjadi mungkin beserta Tuhan.
2
Meski kau digoncang gelombang cemas,
firmanNya tetap jangkarmu,
dan biar manusia lemah dan fana,
firman Tuhan pegangan teguh.
3
Segalanya mungkin dengan firmanNya;
percaya dan aminkanlah!
JanjiNya selalu ditepatiNya,
tidak akan dipungkiriNya.
4
Yang Mahakuasa, Khalik semesta,
mencipta dengan firmanNya.
Tak ada mustahil dihadapanNya;
alam raya dipβrintahkanNya.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
6 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Tuhanku Berjanji"** (judul asli bahasa Inggris: ***"Nothing Is Impossible"***) adalah salah satu lagu rohani yang sangat ikonik di dunia. Kisah di balik lagu ini sangat menyentuh dan berakar pada pengalaman pribadi penulisnya, **Eugene L. Clark**, yang membuktikan bahwa iman dapat mengatasi rintangan medis yang dianggap mustahil.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulis
Eugene L. Clark bukanlah seorang komposer musik yang terkenal secara luas di industri musik sekuler, namun ia adalah seorang pria dengan iman yang mendalam. Lagu ini lahir bukan dari imajinasi semata, melainkan dari "lembah kekelaman" yang ia lalui sendiri.
### 2. Diagnosis Medis yang "Mustahil"
Kisah ini bermula ketika Eugene L. Clark divonis oleh dokter mengidap penyakit yang sangat serius. Pada saat itu, kondisi fisiknya memburuk dengan cepat. Secara medis, dokter menyatakan bahwa kesembuhannya adalah sesuatu yang **mustahil**. Harapan hidupnya sangat tipis dan ia berada dalam situasi di mana secara logika manusia, tidak ada jalan keluar.
### 3. Momen Perenungan dan Penyerahan Diri
Dalam masa-masa kritis tersebut, saat ia terbaring lemah dan tidak mampu berbuat apa-apa, Clark mulai merenungkan janji-janji Tuhan di dalam Alkitab. Ia sampai pada satu titik kesadaran bahwa bagi Tuhan, tidak ada istilah "mustahil".
Ia mulai menulis lirik lagu ini sebagai bentuk deklarasi imannya. Ia ingin mengingatkan dirinya sendiriβdan kemudian orang lainβbahwa ketika dokter berkata "tidak mungkin", Tuhan justru mengatakan "Aku sanggup". Ia menulis lagu ini sebagai respons atas firman Tuhan yang ia pegang teguh di saat ia hampir kehilangan segalanya.
### 4. Makna di Balik Liriknya
Lirik lagu ini mencerminkan transisi dari keputusasaan menuju pengharapan.
* **"Tuhanku berjanji, tak pernah Ia ingkari..."**: Ini adalah poin utama bahwa karakter Tuhan adalah setia pada firman-Nya.
* **"Nothing is impossible..."**: Frasa ini diulang-ulang bukan sebagai mantra, melainkan sebagai pengakuan bahwa kuasa Tuhan melampaui keterbatasan manusia dan hukum alam.
### 5. Dampak Lagu Ini
Setelah Eugene L. Clark menulis lagu ini, banyak orang bersaksi bahwa lagu tersebut menjadi kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi kemustahilanβbaik itu penyakit kronis, masalah keuangan yang buntu, atau kehancuran rumah tangga.
Lagu ini menjadi bukti bahwa **"musik rohani yang kuat lahir dari penderitaan yang mendalam"**. Clark tidak menulis lagu ini dari sudut pandang kesuksesan, melainkan dari sudut pandang seseorang yang sedang memegang erat janji Tuhan saat dunia seolah menutup pintu baginya.
### Kesimpulan
Kisah "Tuhanku Berjanji" adalah pengingat bahwa iman bukanlah tentang meniadakan kenyataan pahit, melainkan tentang **menaruh kenyataan tersebut di bawah otoritas Tuhan**.
Eugene L. Clark berhasil mengubah pengalaman traumatis akan vonis kematian menjadi sebuah warisan lagu yang terus menguatkan jutaan orang di seluruh dunia. Lagu ini menjadi pengingat bahwa "mustahil" hanyalah sebuah kata di kamus manusia, namun di tangan Tuhan, segala sesuatu tetap memiliki kemungkinan untuk dipulihkan.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulis
Eugene L. Clark bukanlah seorang komposer musik yang terkenal secara luas di industri musik sekuler, namun ia adalah seorang pria dengan iman yang mendalam. Lagu ini lahir bukan dari imajinasi semata, melainkan dari "lembah kekelaman" yang ia lalui sendiri.
### 2. Diagnosis Medis yang "Mustahil"
Kisah ini bermula ketika Eugene L. Clark divonis oleh dokter mengidap penyakit yang sangat serius. Pada saat itu, kondisi fisiknya memburuk dengan cepat. Secara medis, dokter menyatakan bahwa kesembuhannya adalah sesuatu yang **mustahil**. Harapan hidupnya sangat tipis dan ia berada dalam situasi di mana secara logika manusia, tidak ada jalan keluar.
### 3. Momen Perenungan dan Penyerahan Diri
Dalam masa-masa kritis tersebut, saat ia terbaring lemah dan tidak mampu berbuat apa-apa, Clark mulai merenungkan janji-janji Tuhan di dalam Alkitab. Ia sampai pada satu titik kesadaran bahwa bagi Tuhan, tidak ada istilah "mustahil".
Ia mulai menulis lirik lagu ini sebagai bentuk deklarasi imannya. Ia ingin mengingatkan dirinya sendiriβdan kemudian orang lainβbahwa ketika dokter berkata "tidak mungkin", Tuhan justru mengatakan "Aku sanggup". Ia menulis lagu ini sebagai respons atas firman Tuhan yang ia pegang teguh di saat ia hampir kehilangan segalanya.
### 4. Makna di Balik Liriknya
Lirik lagu ini mencerminkan transisi dari keputusasaan menuju pengharapan.
* **"Tuhanku berjanji, tak pernah Ia ingkari..."**: Ini adalah poin utama bahwa karakter Tuhan adalah setia pada firman-Nya.
* **"Nothing is impossible..."**: Frasa ini diulang-ulang bukan sebagai mantra, melainkan sebagai pengakuan bahwa kuasa Tuhan melampaui keterbatasan manusia dan hukum alam.
### 5. Dampak Lagu Ini
Setelah Eugene L. Clark menulis lagu ini, banyak orang bersaksi bahwa lagu tersebut menjadi kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi kemustahilanβbaik itu penyakit kronis, masalah keuangan yang buntu, atau kehancuran rumah tangga.
Lagu ini menjadi bukti bahwa **"musik rohani yang kuat lahir dari penderitaan yang mendalam"**. Clark tidak menulis lagu ini dari sudut pandang kesuksesan, melainkan dari sudut pandang seseorang yang sedang memegang erat janji Tuhan saat dunia seolah menutup pintu baginya.
### Kesimpulan
Kisah "Tuhanku Berjanji" adalah pengingat bahwa iman bukanlah tentang meniadakan kenyataan pahit, melainkan tentang **menaruh kenyataan tersebut di bawah otoritas Tuhan**.
Eugene L. Clark berhasil mengubah pengalaman traumatis akan vonis kematian menjadi sebuah warisan lagu yang terus menguatkan jutaan orang di seluruh dunia. Lagu ini menjadi pengingat bahwa "mustahil" hanyalah sebuah kata di kamus manusia, namun di tangan Tuhan, segala sesuatu tetap memiliki kemungkinan untuk dipulihkan.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Tema :
Pernyataan Keyakinan Iman
117
Ada yang Tanya
118
Agar Semua Orang Percaya
119
Ya, Tuhan Allah
120
Allah Bapa, Kami Puji Engkau
121
Andaikan KasihMu Tidak Merangkulku
122
Dalam Nama Yesus Kita Bertelut
123
Dengan Yesus di Dalam P'rahu
124
Di Saat Ini Kau Perlu Tuhan
125
Dia Sanggup
126
Hanyalah Yesus Juruselamat
127
Jadilah, Tuhan, KehendakMu
128
Kasih Tuhan Yesus Tiada Bertepi
129
Kau Perkasa, 'Ku Lemah
130
Kita 'Kan Menang
131
'Ku Yakin Tuhan Tuntun Langkahku
132
Langit Menceritakan
133
Lautan Rahmat Abadi
134
Menakjubkan Benar
135
O Sungai Rahmat
136
Pada Bintang Nyata KaryaNya
137
Pujilah Tuhan, Hai Jiwaku
138
SetiaMu, Tuhanku, Tiada Bertara
139
Tuhan, Ya Allahku
141
Tuhanku Besar
142
Untuk Apa Susah Hati
143
Yesus Tetap Mengasihi Aku
144
Dia Kristus