PKJ
Kasih Allah Pengikatnya
We Are One In The Bond of Love
221
Nomor
Kode
PKJ 221
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Tematik
Sukacita dalam Tuhan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Anonim
Pencipta Syair
Efesus
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
2 bait
1
Kasih Allah pengikatnya
bagi kita umatNya.
Kita disatukan oleh Roh Allah;
kita satu di dalamNya.
2
Mari kita bernyanyilah!
Mari nikmati kasihNya!
Mari gandeng tangan agar dunia
tahu kita satu di dalamNya.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
2 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Kasih Allah Pengikatnya"** (judul asli bahasa Inggris: ***"We Are One in the Bond of Love"***) adalah salah satu lagu rohani paling ikonik dalam kekristenan. Meskipun sering dikaitkan dengan kitab Efesus karena pesan utamanya tentang kesatuan tubuh Kristus, lagu ini sebenarnya memiliki sejarah yang cukup sederhana dan personal.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Pencipta: Otis Skillings
Meskipun banyak buku lagu mencantumkan "Anonim" atau hanya merujuk pada ayat Alkitab, penulis lagu ini sebenarnya adalah **Otis Skillings**. Ia menulis lagu ini pada tahun **1971**.
Otis Skillings bukanlah penulis lagu yang "tidak dikenal", melainkan seorang komponis, penyanyi, dan pemimpin musik Kristen yang produktif pada era 70-an. Ia banyak menulis musik untuk kelompok paduan suara gereja di Amerika Serikat.
### 2. Inspirasi Alkitabiah (Efesus 4)
Lagu ini lahir dari perenungan mendalam Otis Skillings terhadap kitab **Efesus 4:3**, yang berbunyi:
> *"Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera."*
Skillings ingin menciptakan lagu yang tidak sekadar terdengar indah, tetapi mampu menggambarkan esensi dari **persekutuan orang percaya**. Di masa itu (awal 70-an), dunia sedang mengalami banyak perpecahan sosial dan politik. Skillings ingin mengingatkan gereja bahwa di atas segala perbedaan latar belakang, ras, dan status sosial, ada satu hal yang tidak bisa diputuskan: **kasih Allah.**
### 3. Pesan Lagu: "The Bond of Love"
Secara lirik, lagu ini sangat lugas:
* **"We are one in the bond of love"**: Menegaskan bahwa kesatuan Kristen bukanlah hasil usaha manusia, melainkan hasil dari kasih Allah.
* **"We have joined our spirits with the Spirit of God"**: Menunjukkan bahwa kesatuan itu bersifat spiritual, bukan sekadar organisasi.
* **"We are one in the bond of love"**: Diulang-ulang untuk menekankan bahwa kasih itulah yang menjadi "perekat" (bond) yang menyatukan orang-orang yang berbeda.
### 4. Mengapa Sering Dianggap "Anonim"?
Alasan lagu ini sering tercatat sebagai "Anonim" atau hanya dikaitkan dengan "Efesus" dalam beberapa buku nyanyian gereja adalah karena popularitas lagu ini meledak begitu cepat di berbagai denominasi, melampaui hak cipta sang penulis.
Saat lagu ini diterjemahkan ke berbagai bahasa (termasuk bahasa Indonesia), banyak gereja dan penerbit lagu yang memuatnya sebagai lagu komunitas (common domain) karena fokus utamanya adalah pesan Alkitabiahnya, bukan sosok sang penulisnya. Proses ini membuatnya menjadi lagu yang "milik semua orang" atau "milik gereja universal."
### 5. Dampak dan Warisan
Lagu ini menjadi lagu wajib dalam berbagai pertemuan gereja, terutama saat acara perjamuan kudus, persekutuan doa, atau penutupan ibadah.
* **Dalam Bahasa Indonesia:** Terjemahannya sangat kuat dan menyentuh, sehingga lagu ini sering dianggap sebagai lagu asli Indonesia oleh banyak jemaat karena betapa menyatukannya lagu ini dalam ibadah lokal.
* **Kekuatan Lagu:** Kesuksesan lagu ini terletak pada melodi yang sederhana namun khidmat, serta pesan teologis yang tidak rumit tetapi mendalam tentang **"tubuh Kristus."**
**Kesimpulannya:**
Lagu "Kasih Allah Pengikatnya" bukanlah lagu kuno dari berabad-abad lalu, melainkan lagu tahun 1970-an yang ditulis oleh Otis Skillings sebagai respons atas kerinduan gereja akan **persatuan di dalam kasih**. Meskipun nama penulisnya sering terlupakan, pesannya tetap hidup sebagai salah satu himne kesatuan paling berpengaruh di dunia Kristen.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Pencipta: Otis Skillings
Meskipun banyak buku lagu mencantumkan "Anonim" atau hanya merujuk pada ayat Alkitab, penulis lagu ini sebenarnya adalah **Otis Skillings**. Ia menulis lagu ini pada tahun **1971**.
Otis Skillings bukanlah penulis lagu yang "tidak dikenal", melainkan seorang komponis, penyanyi, dan pemimpin musik Kristen yang produktif pada era 70-an. Ia banyak menulis musik untuk kelompok paduan suara gereja di Amerika Serikat.
### 2. Inspirasi Alkitabiah (Efesus 4)
Lagu ini lahir dari perenungan mendalam Otis Skillings terhadap kitab **Efesus 4:3**, yang berbunyi:
> *"Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera."*
Skillings ingin menciptakan lagu yang tidak sekadar terdengar indah, tetapi mampu menggambarkan esensi dari **persekutuan orang percaya**. Di masa itu (awal 70-an), dunia sedang mengalami banyak perpecahan sosial dan politik. Skillings ingin mengingatkan gereja bahwa di atas segala perbedaan latar belakang, ras, dan status sosial, ada satu hal yang tidak bisa diputuskan: **kasih Allah.**
### 3. Pesan Lagu: "The Bond of Love"
Secara lirik, lagu ini sangat lugas:
* **"We are one in the bond of love"**: Menegaskan bahwa kesatuan Kristen bukanlah hasil usaha manusia, melainkan hasil dari kasih Allah.
* **"We have joined our spirits with the Spirit of God"**: Menunjukkan bahwa kesatuan itu bersifat spiritual, bukan sekadar organisasi.
* **"We are one in the bond of love"**: Diulang-ulang untuk menekankan bahwa kasih itulah yang menjadi "perekat" (bond) yang menyatukan orang-orang yang berbeda.
### 4. Mengapa Sering Dianggap "Anonim"?
Alasan lagu ini sering tercatat sebagai "Anonim" atau hanya dikaitkan dengan "Efesus" dalam beberapa buku nyanyian gereja adalah karena popularitas lagu ini meledak begitu cepat di berbagai denominasi, melampaui hak cipta sang penulis.
Saat lagu ini diterjemahkan ke berbagai bahasa (termasuk bahasa Indonesia), banyak gereja dan penerbit lagu yang memuatnya sebagai lagu komunitas (common domain) karena fokus utamanya adalah pesan Alkitabiahnya, bukan sosok sang penulisnya. Proses ini membuatnya menjadi lagu yang "milik semua orang" atau "milik gereja universal."
### 5. Dampak dan Warisan
Lagu ini menjadi lagu wajib dalam berbagai pertemuan gereja, terutama saat acara perjamuan kudus, persekutuan doa, atau penutupan ibadah.
* **Dalam Bahasa Indonesia:** Terjemahannya sangat kuat dan menyentuh, sehingga lagu ini sering dianggap sebagai lagu asli Indonesia oleh banyak jemaat karena betapa menyatukannya lagu ini dalam ibadah lokal.
* **Kekuatan Lagu:** Kesuksesan lagu ini terletak pada melodi yang sederhana namun khidmat, serta pesan teologis yang tidak rumit tetapi mendalam tentang **"tubuh Kristus."**
**Kesimpulannya:**
Lagu "Kasih Allah Pengikatnya" bukanlah lagu kuno dari berabad-abad lalu, melainkan lagu tahun 1970-an yang ditulis oleh Otis Skillings sebagai respons atas kerinduan gereja akan **persatuan di dalam kasih**. Meskipun nama penulisnya sering terlupakan, pesannya tetap hidup sebagai salah satu himne kesatuan paling berpengaruh di dunia Kristen.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Tema :
Sukacita dalam Tuhan
213
Apakah yang Kaulakukan
214
Bahagia di Hatiku
215
Berbahagialah Orang Miskin
216
Berlimpah Sukacita Di Hatiku
217
Bernyanyilah Bagi Tuhan
218
Bersukacita Senantiasa
219
Di Saat Ini Kuangkat Tembang
220
Jiwaku, Mari, Nyanyi
222
'Ku Ingin Menghayati
223
'Ku Ini Seorang Musafir
224
Ucapkan Syukur Pada Allah