PKJ
Tuhan, Tinggallah Beserta UmatMu
Esho hae Probhu / Come, Lord Jesus
262
Nomor
Kode
PKJ 262
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Tematik
Tuntunan Tuhan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Bart Shaha
Pencipta Syair
Bart Shaha
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
1 bait
1
Tuhan, tinggallah beserta umatMu.
Di sepanjang malam yang gelap,
kami menantikan fajarMu.
KepadaMu saja kami berpegang:
Tuhan, tinggallah beserta umatMu!
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Tuhan, Tinggallah Beserta Umat-Mu"** (atau dalam bahasa aslinya berjudul *Esho Hae Probhu*) adalah sebuah karya rohani yang sangat menyentuh hati, terutama bagi komunitas Kristen di Asia Selatan (khususnya Bangladesh dan India).
Berikut adalah kisah mendalam di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Sosok Sang Pencipta: Bart Shaha
Bart Shaha adalah seorang musisi dan komposer Kristen asal Bangladesh. Ia dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk menggubah lagu-lagu pujian dalam bahasa Bengali yang menyentuh jiwa. Karya-karyanya sering kali memadukan nuansa budaya lokal dengan pesan iman Kristen yang universal.
### 2. Konteks Latar Belakang: Kerinduan di Tengah Ujian
Lagu ini lahir bukan dari suasana penuh sukacita yang meluap-luap, melainkan dari **kerinduan yang mendalam akan kehadiran Tuhan di tengah dunia yang penuh dengan penderitaan dan kesulitan.**
Di wilayah Asia Selatan, komunitas Kristen sering kali menjadi kelompok minoritas. Mereka sering menghadapi tantangan sosial, diskriminasi, atau kesulitan hidup yang berat. Dalam konteks itulah, Bart Shaha menulis lagu ini. Pesan utamanya adalah sebuah doa permohonan agar Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya, melainkan terus berjalan bersama mereka dalam setiap langkah kehidupan yang sulit.
### 3. Makna Lirik: *Esho Hae Probhu*
*Esho Hae Probhu* secara harfiah berarti "Datanglah, ya Tuhan".
Lirik lagu ini mencerminkan sikap rendah hati seorang hamba yang menyadari bahwa tanpa kehadiran Tuhan, manusia hanyalah "domba yang kehilangan gembalanya". Lagu ini bukan sekadar nyanyian, melainkan **doa syafaat** agar Tuhan:
* Memberikan perlindungan dan penghiburan di masa-masa kelam.
* Menjadi terang dalam perjalanan iman umat-Nya.
* Tetap tinggal di dalam hati umat-Nya agar mereka tetap setia meski badai hidup menerjang.
### 4. Transformasi dan Penyebaran (Versi Indonesia)
Lagu ini kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Keindahan melodi lagu ini terletak pada **nuansanya yang tenang, kontemplatif, dan melankolis.**
Ketika lagu ini dinyanyikan dalam persekutuan (terutama saat ibadah perjamuan kudus atau masa Adven), lagu ini sering kali membawa jemaat ke dalam suasana hening. Di Indonesia, lagu ini sering digunakan sebagai lagu pengiring saat saat-saat doa pribadi atau sebagai lagu penutup ibadah yang menekankan perlunya penyertaan Tuhan setelah jemaat kembali ke rutinitas dunia luar.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Kekuatan lagu karya Bart Shaha terletak pada kejujurannya. Ia tidak mencoba membuat lagu yang megah dengan aransemen yang rumit. Ia justru menulis lagu yang **"manusiawi"**—sebuah pengakuan jujur bahwa sebagai manusia, kita sangat membutuhkan Tuhan untuk "tinggal" bersama kita.
**Inti Pesan:**
Lagu ini adalah pengingat bahwa iman bukan tentang kekuatan diri sendiri, melainkan tentang **mengundang Tuhan untuk selalu hadir (tinggal)** dalam setiap aspek kehidupan kita, baik itu di saat suka maupun di saat kita merasa ditinggalkan oleh dunia.
Jika Anda mendengarkan versi aslinya dalam bahasa Bengali, Anda akan merasakan kedalaman emosi dari alunan musik tradisional yang dipadukan dengan vokal yang penuh dengan rasa kerinduan yang tulus. Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena setiap orang, di mana pun mereka berada, selalu membutuhkan kepastian bahwa Tuhan tidak pernah jauh dari mereka.
Berikut adalah kisah mendalam di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Sosok Sang Pencipta: Bart Shaha
Bart Shaha adalah seorang musisi dan komposer Kristen asal Bangladesh. Ia dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk menggubah lagu-lagu pujian dalam bahasa Bengali yang menyentuh jiwa. Karya-karyanya sering kali memadukan nuansa budaya lokal dengan pesan iman Kristen yang universal.
### 2. Konteks Latar Belakang: Kerinduan di Tengah Ujian
Lagu ini lahir bukan dari suasana penuh sukacita yang meluap-luap, melainkan dari **kerinduan yang mendalam akan kehadiran Tuhan di tengah dunia yang penuh dengan penderitaan dan kesulitan.**
Di wilayah Asia Selatan, komunitas Kristen sering kali menjadi kelompok minoritas. Mereka sering menghadapi tantangan sosial, diskriminasi, atau kesulitan hidup yang berat. Dalam konteks itulah, Bart Shaha menulis lagu ini. Pesan utamanya adalah sebuah doa permohonan agar Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya, melainkan terus berjalan bersama mereka dalam setiap langkah kehidupan yang sulit.
### 3. Makna Lirik: *Esho Hae Probhu*
*Esho Hae Probhu* secara harfiah berarti "Datanglah, ya Tuhan".
Lirik lagu ini mencerminkan sikap rendah hati seorang hamba yang menyadari bahwa tanpa kehadiran Tuhan, manusia hanyalah "domba yang kehilangan gembalanya". Lagu ini bukan sekadar nyanyian, melainkan **doa syafaat** agar Tuhan:
* Memberikan perlindungan dan penghiburan di masa-masa kelam.
* Menjadi terang dalam perjalanan iman umat-Nya.
* Tetap tinggal di dalam hati umat-Nya agar mereka tetap setia meski badai hidup menerjang.
### 4. Transformasi dan Penyebaran (Versi Indonesia)
Lagu ini kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Keindahan melodi lagu ini terletak pada **nuansanya yang tenang, kontemplatif, dan melankolis.**
Ketika lagu ini dinyanyikan dalam persekutuan (terutama saat ibadah perjamuan kudus atau masa Adven), lagu ini sering kali membawa jemaat ke dalam suasana hening. Di Indonesia, lagu ini sering digunakan sebagai lagu pengiring saat saat-saat doa pribadi atau sebagai lagu penutup ibadah yang menekankan perlunya penyertaan Tuhan setelah jemaat kembali ke rutinitas dunia luar.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Kekuatan lagu karya Bart Shaha terletak pada kejujurannya. Ia tidak mencoba membuat lagu yang megah dengan aransemen yang rumit. Ia justru menulis lagu yang **"manusiawi"**—sebuah pengakuan jujur bahwa sebagai manusia, kita sangat membutuhkan Tuhan untuk "tinggal" bersama kita.
**Inti Pesan:**
Lagu ini adalah pengingat bahwa iman bukan tentang kekuatan diri sendiri, melainkan tentang **mengundang Tuhan untuk selalu hadir (tinggal)** dalam setiap aspek kehidupan kita, baik itu di saat suka maupun di saat kita merasa ditinggalkan oleh dunia.
Jika Anda mendengarkan versi aslinya dalam bahasa Bengali, Anda akan merasakan kedalaman emosi dari alunan musik tradisional yang dipadukan dengan vokal yang penuh dengan rasa kerinduan yang tulus. Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena setiap orang, di mana pun mereka berada, selalu membutuhkan kepastian bahwa Tuhan tidak pernah jauh dari mereka.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Tema :
Tuntunan Tuhan
251
Bagai Kapal yang Berlayar
252
Bimbing Aku, Ya Tuhan
253
Di Saat Angin Topan
254
Di Saat Murid Yesus
255
FirmanMu Kupegang Selalu
256
Gembala yang Baik
257
Janganlah Gentar, Hai Kawanan Kecil
258
'Ku Ingin Selalu Dekat PadaMu
259
PadaMu Kami Datang
260
Tuhan Gembala Baik
261
Tuhan, PadaMu Kuharapkan Pertolongan
263
Yesus Kristus Kehidupan Dunia