NKB
Besar Kasih Allah
The Love of God in Jesus
65
Nomor
Kode
NKB 65
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Tematik
Kelahiran Yesus Kristus / Natal
Metronom
0
Pencipta Lagu
Charoen Vijaya
Pencipta Syair
D.T. Niles
Penerjemah
F. Suleeman
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Besar kasih Allah dalam PutraNya,
yang datang ke dunia demi manusia.
2
KasihNya mengalir bak sungai deras;
mendamaikan hati, enyahkan cemas.
3
Dunia dirangkul dengan kasihNya,
dan dosa manusia dihapuskanNya.
4
Padamu, padaku dilimpahkanNya,
warisan sorgawi besar dan baka.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Besar Kasih Allah"** (atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan judul *"The Love of God in Jesus"*) adalah salah satu lagu rohani yang sangat mendalam, yang lahir dari latar belakang sejarah yang unik dan penuh perjuangan.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Sosok D.T. Niles
Lagu ini ditulis oleh **Daniel Thambirajah Niles (D.T. Niles)**, seorang teolog, pengkhotbah, dan pemimpin gereja terkemuka asal **Sri Lanka** (dulu Ceylon). Ia adalah tokoh penting dalam Dewan Gereja Dunia (*World Council of Churches*) dan dikenal karena dedikasinya dalam penginjilan serta dialog antaragama di Asia.
D.T. Niles bukan sekadar penulis lagu; ia adalah seorang pemikir yang hidup di tengah pergolakan pasca-kolonial di Asia. Ia memahami betul bagaimana kasih Allah harus dikomunikasikan dalam konteks budaya yang bukan Barat.
### 2. Konteks Penciptaan (Masa Perang Dunia II)
Lagu ini ditulis pada sekitar tahun **1940-an**, saat dunia sedang dilanda kekacauan Perang Dunia II. D.T. Niles menulis lirik ini di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, penderitaan, dan kebencian antarmanusia.
Dalam tulisannya, Niles sering menekankan bahwa kasih Allah bukanlah konsep teologis yang abstrak, melainkan sebuah **tindakan** yang nyata dalam sejarah manusiaβterutama melalui penderitaan Kristus di kayu salib. Ia ingin menciptakan sebuah lagu yang mampu merangkum inti dari Injil agar mudah diingat dan dinyanyikan oleh jemaat di Asia yang sedang mengalami masa-masa sulit.
### 3. Makna di Balik Lirik
Lirik lagu ini berfokus pada **inkarnasi** (Allah menjadi manusia) dan **kurban Kristus**. Niles menekankan bahwa kasih Allah tidak berhenti pada penciptaan dunia, tetapi mencapai puncaknya di kayu salib.
* **Pesan Utama:** Lagu ini menekankan bahwa kasih Allah adalah jawaban atas dosa manusia dan rasa takut akan kematian.
* **Konteks Asia:** Karena ditulis oleh tokoh Asia, lagu ini memiliki resonansi yang kuat di gereja-gereja Asia karena bahasanya yang sederhana namun teologis. Niles ingin setiap orang, dari rakyat jelata hingga cendekiawan, dapat memahami bahwa "Besar Kasih Allah" adalah kenyataan yang bisa dirasakan dalam hidup sehari-hari.
### 4. Mengenai Charoen Vijaya
Sering kali nama **Charoen Vijaya** dikaitkan dengan lagu ini sebagai komposer atau orang yang mempopulerkan melodi lagu tersebut. Charoen Vijaya adalah seorang musisi dan komponis asal **Thailand**.
Peran Charoen Vijaya adalah memberikan "napas" musikal yang sesuai dengan nuansa Asia bagi lirik yang ditulis oleh D.T. Niles. Kolaborasi antara lirik mendalam dari Niles (Sri Lanka) dan aransemen melodi dari Vijaya (Thailand) menjadikan lagu ini sebagai simbol **persatuan gereja-gereja di Asia**.
### 5. Warisan Lagu Ini
Lagu ini menjadi sangat populer di berbagai gereja di Asia (termasuk Indonesia) karena:
1. **Melodinya yang khidmat:** Melodi yang disusun dengan sentuhan khas Asia membuatnya terasa dekat dan menyentuh hati.
2. **Lirik yang Kristosentris:** Fokusnya yang murni pada pengorbanan Yesus membuat lagu ini tetap relevan di setiap zaman.
3. **Kesaksian Hidup:** D.T. Niles sendiri dikenal sebagai sosok yang hidupnya mencerminkan kasih yang ia tuliskan. Ia adalah pribadi yang rendah hati, melayani dengan penuh semangat, dan tetap setia kepada Kristus meski menghadapi berbagai tantangan politik di negaranya.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **"kasih yang melampaui batas"**. Lahir di tengah perang dan pergolakan, ditulis oleh seorang teolog asal Sri Lanka, dan diberi melodi oleh seorang musisi Thailand, lagu ini adalah bukti bagaimana kasih Allah dapat menyatukan berbagai bangsa dan budaya.
Ketika kita menyanyikan "Besar Kasih Allah", kita sebenarnya sedang menyanyikan refleksi iman seorang hamba Tuhan yang percaya bahwa di tengah dunia yang hancur, satu-satunya hal yang tetap teguh adalah kasih Allah yang dinyatakan dalam Yesus Kristus.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Sosok D.T. Niles
Lagu ini ditulis oleh **Daniel Thambirajah Niles (D.T. Niles)**, seorang teolog, pengkhotbah, dan pemimpin gereja terkemuka asal **Sri Lanka** (dulu Ceylon). Ia adalah tokoh penting dalam Dewan Gereja Dunia (*World Council of Churches*) dan dikenal karena dedikasinya dalam penginjilan serta dialog antaragama di Asia.
D.T. Niles bukan sekadar penulis lagu; ia adalah seorang pemikir yang hidup di tengah pergolakan pasca-kolonial di Asia. Ia memahami betul bagaimana kasih Allah harus dikomunikasikan dalam konteks budaya yang bukan Barat.
### 2. Konteks Penciptaan (Masa Perang Dunia II)
Lagu ini ditulis pada sekitar tahun **1940-an**, saat dunia sedang dilanda kekacauan Perang Dunia II. D.T. Niles menulis lirik ini di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, penderitaan, dan kebencian antarmanusia.
Dalam tulisannya, Niles sering menekankan bahwa kasih Allah bukanlah konsep teologis yang abstrak, melainkan sebuah **tindakan** yang nyata dalam sejarah manusiaβterutama melalui penderitaan Kristus di kayu salib. Ia ingin menciptakan sebuah lagu yang mampu merangkum inti dari Injil agar mudah diingat dan dinyanyikan oleh jemaat di Asia yang sedang mengalami masa-masa sulit.
### 3. Makna di Balik Lirik
Lirik lagu ini berfokus pada **inkarnasi** (Allah menjadi manusia) dan **kurban Kristus**. Niles menekankan bahwa kasih Allah tidak berhenti pada penciptaan dunia, tetapi mencapai puncaknya di kayu salib.
* **Pesan Utama:** Lagu ini menekankan bahwa kasih Allah adalah jawaban atas dosa manusia dan rasa takut akan kematian.
* **Konteks Asia:** Karena ditulis oleh tokoh Asia, lagu ini memiliki resonansi yang kuat di gereja-gereja Asia karena bahasanya yang sederhana namun teologis. Niles ingin setiap orang, dari rakyat jelata hingga cendekiawan, dapat memahami bahwa "Besar Kasih Allah" adalah kenyataan yang bisa dirasakan dalam hidup sehari-hari.
### 4. Mengenai Charoen Vijaya
Sering kali nama **Charoen Vijaya** dikaitkan dengan lagu ini sebagai komposer atau orang yang mempopulerkan melodi lagu tersebut. Charoen Vijaya adalah seorang musisi dan komponis asal **Thailand**.
Peran Charoen Vijaya adalah memberikan "napas" musikal yang sesuai dengan nuansa Asia bagi lirik yang ditulis oleh D.T. Niles. Kolaborasi antara lirik mendalam dari Niles (Sri Lanka) dan aransemen melodi dari Vijaya (Thailand) menjadikan lagu ini sebagai simbol **persatuan gereja-gereja di Asia**.
### 5. Warisan Lagu Ini
Lagu ini menjadi sangat populer di berbagai gereja di Asia (termasuk Indonesia) karena:
1. **Melodinya yang khidmat:** Melodi yang disusun dengan sentuhan khas Asia membuatnya terasa dekat dan menyentuh hati.
2. **Lirik yang Kristosentris:** Fokusnya yang murni pada pengorbanan Yesus membuat lagu ini tetap relevan di setiap zaman.
3. **Kesaksian Hidup:** D.T. Niles sendiri dikenal sebagai sosok yang hidupnya mencerminkan kasih yang ia tuliskan. Ia adalah pribadi yang rendah hati, melayani dengan penuh semangat, dan tetap setia kepada Kristus meski menghadapi berbagai tantangan politik di negaranya.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **"kasih yang melampaui batas"**. Lahir di tengah perang dan pergolakan, ditulis oleh seorang teolog asal Sri Lanka, dan diberi melodi oleh seorang musisi Thailand, lagu ini adalah bukti bagaimana kasih Allah dapat menyatukan berbagai bangsa dan budaya.
Ketika kita menyanyikan "Besar Kasih Allah", kita sebenarnya sedang menyanyikan refleksi iman seorang hamba Tuhan yang percaya bahwa di tengah dunia yang hancur, satu-satunya hal yang tetap teguh adalah kasih Allah yang dinyatakan dalam Yesus Kristus.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
55
T'lah Turun Ke Dunia
56
Siapakah Yang T'rus Berjalan
57
Bintang-Bintang Cemerlang
58
Di Langit Berkilauan Bintang
59
Di Malam G'lap, Sunyi Senyap
60
Gerangan Bayi Apakah?
61
Ada Lagu Sedap!
62
Gembala yang Ada di Padang
63
Mari, Gembala, Ke Kandang
64
Angkat Hatimu, Pandanglah
66
Di Dalam Palungan
67
Pada Hari Natal