NKB
Hidup yang Jujur
Living for Jesus
130
Nomor
Kode
NKB 130
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Tematik
Penyerahan Diri
Metronom
0
Pencipta Lagu
C. Harold Lowden
Pencipta Syair
Thomas O. Chisholm
Penerjemah
E.L. Pohan (bait 1); YAMUGER (bait 2-4)
Cross Ref.
KMM 125, GB226, KK 550, NKB 130
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Hidup yang jujur hendak ‘ku serah
pada Yesusku yang aku sembah.
Persekutuan mesra dan kudus,
ingin ‘ku ikat dengan Penebus.
Ya Yesus, ‘Kau kurbankan darahMu bagiku;
‘ku b’ri masa depanku dan hidup bagiMu.
Hatiku ‘ku serahkan menjadi takhtaMu.
Kuminta, kuasailah… seluruh hidupku.
2
Bagiku Yesus memb’ri nyawaNya
menanggung dosaku di Golgota.
Terdorong kasih begitu mulia,
seluruh hidup ‘ku b’ri padaNya.
Ya Yesus, ‘Kau kurbankan darahMu bagiku;
‘ku b’ri masa depanku dan hidup bagiMu.
Hatiku ‘ku serahkan menjadi takhtaMu.
Kuminta, kuasailah… seluruh hidupku.
3
Di mana-mana, setiap kerja
‘kan ‘ku lakukan demi namaNya.
Rela menanggung sengsara pedih,
‘ku ikut Yesus, ‘ku pikul salib.
Ya Yesus, ‘Kau kurbankan darahMu bagiku;
‘ku b’ri masa depanku dan hidup bagiMu.
Hatiku ‘ku serahkan menjadi takhtaMu.
Kuminta, kuasailah… seluruh hidupku.
4
Memuji Yesus dengan hidupku
mau berkenan pada Dia penuh,
ikut mencari yang hilang sesat,
bawa padaNya yang susah penat.
Ya Yesus, ‘Kau kurbankan darahMu bagiku;
‘ku b’ri masa depanku dan hidup bagiMu.
Hatiku ‘ku serahkan menjadi takhtaMu.
Kuminta, kuasailah… seluruh hidupku.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
5 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Hidup yang Jujur"** atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan judul asli **"Living for Jesus"** adalah salah satu himne (lagu rohani) yang paling mendalam maknanya tentang penyerahan diri secara total kepada Tuhan.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Thomas O. Chisholm
Lirik lagu ini ditulis oleh **Thomas Obediah Chisholm** (1866–1960). Kisah hidup Chisholm sendiri sangat inspiratif. Ia lahir di sebuah gubuk kayu di Kentucky, Amerika Serikat, dan karena kemiskinan, ia tidak bisa menempuh pendidikan formal yang tinggi. Namun, ia adalah seorang yang sangat tekun belajar secara otodidak.
Chisholm sempat bekerja sebagai guru, lalu menjadi wartawan, dan akhirnya menjadi pendeta metodis. Namun, karena kondisi kesehatannya yang sering buruk, ia terpaksa berhenti dari pelayanan pastoral tetap dan menghabiskan sebagian besar hidupnya bekerja sebagai agen asuransi.
Meskipun hidupnya penuh dengan tantangan kesehatan dan kekurangan finansial, Chisholm dikenal sebagai penulis lirik yang sangat produktif. Ia adalah orang yang sama yang menulis lirik lagu terkenal lainnya, *"Great is Thy Faithfulness"* (Besarlah Setia-Mu).
### 2. Latar Belakang Penulisan (1917)
Lirik "Living for Jesus" ditulis oleh Chisholm pada tahun **1917**. Tema utama dari lagu ini bukanlah tentang kemegahan atau keberhasilan duniawi, melainkan tentang **"penyerahan diri" (surrender)**.
Chisholm menulis lagu ini sebagai pernyataan komitmen pribadi. Ia ingin menyatakan bahwa meski hidupnya penuh dengan keterbatasan fisik dan ekonomi, satu-satunya tujuan hidup yang ia miliki adalah untuk menyenangkan Tuhan. Ia menulis bait-bait yang menekankan agar Tuhan mengambil alih seluruh aspek kehidupannya: pikiran, perkataan, dan tindakannya.
### 3. Komponis: C. Harold Lowden
Pada tahun yang sama, lirik tersebut diserahkan kepada **C. Harold Lowden** (1883–1963), seorang musisi dan komposer ternama pada masanya yang aktif di gereja-gereja di Amerika.
Lowden dikenal sebagai komposer yang mampu membuat melodi yang sangat "menyentuh hati" dan mudah dinyanyikan oleh jemaat. Ketika ia membaca lirik yang ditulis Chisholm, ia merasa sangat terkesan. Dalam sebuah wawancara, Lowden menceritakan bahwa ia menulis melodinya dengan sangat cepat karena ia merasa lirik tersebut sudah "bernyanyi" di dalam hatinya.
### 4. Makna Lagu
Secara teologis, lagu ini mencerminkan konsep **pengudusan (sanctification)**. Setiap bait lagu ini memiliki pesan spesifik:
* **Bait 1:** Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Yesus karena Ia telah memberikan segalanya bagi kita.
* **Bait 2:** Menyerahkan seluruh kemampuan, waktu, dan kekayaan sebagai milik Tuhan.
* **Bait 3:** Menyerahkan seluruh hati dan pikiran, agar Tuhan memurnikan keinginan manusiawi kita.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Lagu ini menjadi sangat populer karena kesederhanaan namun kedalaman maknanya. Di tengah dunia yang seringkali menuntut manusia untuk mengejar ambisi pribadi, lagu *Living for Jesus* menawarkan perspektif yang berbeda: **bahwa keberhasilan sejati bukanlah menjadi kaya atau terkenal, melainkan hidup jujur dan taat sepenuhnya kepada Yesus.**
Hingga hari ini, lagu ini tetap sering dinyanyikan dalam berbagai kebaktian, terutama saat momen perjamuan kudus, kebaktian kebangunan rohani, atau momen saat seseorang memutuskan untuk berkomitmen melayani Tuhan secara penuh waktu.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik "Hidup yang Jujur" adalah kisah tentang seorang pria (Chisholm) yang hidup dalam keterbatasan fisik, namun memiliki visi rohani yang sangat luas. Ia tidak mencari nama besar bagi dirinya sendiri, melainkan ingin hidupnya menjadi instrumen yang digunakan oleh Tuhan. Melalui sentuhan musik Lowden, lirik tersebut menjadi doa yang terus bergema di gereja-gereja di seluruh dunia selama lebih dari satu abad.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Thomas O. Chisholm
Lirik lagu ini ditulis oleh **Thomas Obediah Chisholm** (1866–1960). Kisah hidup Chisholm sendiri sangat inspiratif. Ia lahir di sebuah gubuk kayu di Kentucky, Amerika Serikat, dan karena kemiskinan, ia tidak bisa menempuh pendidikan formal yang tinggi. Namun, ia adalah seorang yang sangat tekun belajar secara otodidak.
Chisholm sempat bekerja sebagai guru, lalu menjadi wartawan, dan akhirnya menjadi pendeta metodis. Namun, karena kondisi kesehatannya yang sering buruk, ia terpaksa berhenti dari pelayanan pastoral tetap dan menghabiskan sebagian besar hidupnya bekerja sebagai agen asuransi.
Meskipun hidupnya penuh dengan tantangan kesehatan dan kekurangan finansial, Chisholm dikenal sebagai penulis lirik yang sangat produktif. Ia adalah orang yang sama yang menulis lirik lagu terkenal lainnya, *"Great is Thy Faithfulness"* (Besarlah Setia-Mu).
### 2. Latar Belakang Penulisan (1917)
Lirik "Living for Jesus" ditulis oleh Chisholm pada tahun **1917**. Tema utama dari lagu ini bukanlah tentang kemegahan atau keberhasilan duniawi, melainkan tentang **"penyerahan diri" (surrender)**.
Chisholm menulis lagu ini sebagai pernyataan komitmen pribadi. Ia ingin menyatakan bahwa meski hidupnya penuh dengan keterbatasan fisik dan ekonomi, satu-satunya tujuan hidup yang ia miliki adalah untuk menyenangkan Tuhan. Ia menulis bait-bait yang menekankan agar Tuhan mengambil alih seluruh aspek kehidupannya: pikiran, perkataan, dan tindakannya.
### 3. Komponis: C. Harold Lowden
Pada tahun yang sama, lirik tersebut diserahkan kepada **C. Harold Lowden** (1883–1963), seorang musisi dan komposer ternama pada masanya yang aktif di gereja-gereja di Amerika.
Lowden dikenal sebagai komposer yang mampu membuat melodi yang sangat "menyentuh hati" dan mudah dinyanyikan oleh jemaat. Ketika ia membaca lirik yang ditulis Chisholm, ia merasa sangat terkesan. Dalam sebuah wawancara, Lowden menceritakan bahwa ia menulis melodinya dengan sangat cepat karena ia merasa lirik tersebut sudah "bernyanyi" di dalam hatinya.
### 4. Makna Lagu
Secara teologis, lagu ini mencerminkan konsep **pengudusan (sanctification)**. Setiap bait lagu ini memiliki pesan spesifik:
* **Bait 1:** Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Yesus karena Ia telah memberikan segalanya bagi kita.
* **Bait 2:** Menyerahkan seluruh kemampuan, waktu, dan kekayaan sebagai milik Tuhan.
* **Bait 3:** Menyerahkan seluruh hati dan pikiran, agar Tuhan memurnikan keinginan manusiawi kita.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Lagu ini menjadi sangat populer karena kesederhanaan namun kedalaman maknanya. Di tengah dunia yang seringkali menuntut manusia untuk mengejar ambisi pribadi, lagu *Living for Jesus* menawarkan perspektif yang berbeda: **bahwa keberhasilan sejati bukanlah menjadi kaya atau terkenal, melainkan hidup jujur dan taat sepenuhnya kepada Yesus.**
Hingga hari ini, lagu ini tetap sering dinyanyikan dalam berbagai kebaktian, terutama saat momen perjamuan kudus, kebaktian kebangunan rohani, atau momen saat seseorang memutuskan untuk berkomitmen melayani Tuhan secara penuh waktu.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik "Hidup yang Jujur" adalah kisah tentang seorang pria (Chisholm) yang hidup dalam keterbatasan fisik, namun memiliki visi rohani yang sangat luas. Ia tidak mencari nama besar bagi dirinya sendiri, melainkan ingin hidupnya menjadi instrumen yang digunakan oleh Tuhan. Melalui sentuhan musik Lowden, lirik tersebut menjadi doa yang terus bergema di gereja-gereja di seluruh dunia selama lebih dari satu abad.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
Tema :
Penyerahan Diri