NKB
Di Seb'rang Sana
Beyond the Sunset
150
Nomor
Kode
NKB 150
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Tematik
Pengharapan Pemenuhan Janji Allah
Metronom
0
Style
ChristmasSwing
Pencipta Lagu
Blanche K. Brock
Pencipta Syair
Virgil P. Brock
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Cross Ref.
KPPK 409, PKJ 284
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Di seb’rang sana pagi ceria,
bersama Tuhan selamanya.
Berakhir sudah kerja di dunia,
di seb’rang sana, neg’ri baka.
2
Di seb’rang sana azab tiada,
badai dan kabut telah lenyap.
Hari bahagia tidak bertara;
di seb’rang sana damai tetap.
3
Di seb’rang sana ‘ku dibimbingNya,
kepada Bapa yang ‘ku sembah.
Hadirat Allah yang mahamulia
bahagianku selamanya.
4
Di seb’rang sana kita berjumpa
dengan kekasih yang t’lah menang.
Kita bersatu senantiasa;
di seb’rang sana, fajar cerlang.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Beyond the Sunset"** (atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai "Di Balik Malam") adalah salah satu lagu rohani paling ikonik yang pernah ditulis. Kisah di balik lagu ini sangat menyentuh karena lahir dari momen duka yang mendalam namun diakhiri dengan penghiburan yang luar biasa.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulisan (1936)
Lagu ini ditulis pada tahun 1936 oleh **Virgil P. Brock** (lirik) dan **Blanche Kerr Brock** (melodi). Pasangan suami-istri ini adalah musisi dan penulis lagu rohani yang cukup produktif di Amerika Serikat pada masanya.
Kisah terciptanya lagu ini bermula dari kunjungan Virgil dan Blanche ke rumah seorang sepupu mereka, Horace L. Burr, di Indiana. Saat itu, Horace baru saja kehilangan istrinya, dan suasananya sangat menyedihkan.
### 2. Momen Inspirasi
Pada suatu malam setelah acara pemakaman, Virgil dan Blanche sedang duduk di teras rumah sepupu mereka tersebut. Langit malam itu sangat indah, dengan matahari yang baru saja terbenam di ufuk barat, meninggalkan semburat warna yang menenangkan di balik cakrawala.
Sambil menatap pemandangan itu, Virgil merenungkan kefanaan hidup dan janji tentang kehidupan setelah kematian. Di tengah keheningan malam itu, ia merasa terhibur oleh pikiran bahwa meski seseorang telah "tenggelam" dalam kematian (seperti matahari yang terbenam), mereka sebenarnya sedang menuju ke tempat yang lebih terang di balik "malam" kehidupan duniawi.
### 3. Proses Kreatif yang Cepat
Virgil kemudian masuk ke dalam rumah dan mulai menulis liriknya. Ia menuliskan perasaan dukanya namun dibungkus dengan harapan iman. Saat ia menunjukkan lirik tersebut kepada istrinya, Blanche, yang merupakan seorang komposer berbakat, Blanche segera duduk di depan piano.
Dalam waktu singkat, Blanche menciptakan melodi yang sangat pas dengan lirik tersebut. Lagu itu selesai diciptakan hanya dalam hitungan menit—sebuah momen di mana kreativitas dan kedukaan bertemu secara harmonis.
### 4. Makna Lagu
Lirik lagu ini mencerminkan perjalanan hidup manusia menuju keabadian:
* **"Di balik malam":** Menggambarkan kematian atau kegelapan hidup di dunia ini.
* **"Ada fajar yang menanti":** Menggambarkan janji kebangkitan atau kehidupan kekal bersama Tuhan.
Lagu ini menjadi sangat populer karena liriknya yang tidak fokus pada rasa takut akan kematian, melainkan pada keindahan perjumpaan kembali dengan orang-orang yang dicintai di "balik malam" (keabadian).
### 5. Warisan Lagu
Setelah lagu ini diterbitkan, popularitasnya meledak dan menjadi lagu yang wajib dinyanyikan dalam banyak upacara pemakaman di seluruh dunia. Bahkan, lagu ini menjadi sangat identik dengan penghiburan bagi mereka yang berduka.
Salah satu versi yang paling terkenal dibawakan oleh **Hank Williams** (dengan nama panggung Luke the Drifter), yang membuat lagu ini tidak hanya dikenal di lingkungan gereja, tetapi juga di kancah musik populer dan *country*.
**Kesimpulan:**
"Beyond the Sunset" adalah bukti bagaimana kesedihan yang mendalam bisa diubah menjadi karya seni yang memberi harapan. Virgil dan Blanche Brock berhasil menangkap momen ketika "matahari terbenam" dalam hidup seseorang bukan berarti akhir segalanya, melainkan awal dari sesuatu yang lebih indah di tempat yang tidak lagi mengenal malam.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulisan (1936)
Lagu ini ditulis pada tahun 1936 oleh **Virgil P. Brock** (lirik) dan **Blanche Kerr Brock** (melodi). Pasangan suami-istri ini adalah musisi dan penulis lagu rohani yang cukup produktif di Amerika Serikat pada masanya.
Kisah terciptanya lagu ini bermula dari kunjungan Virgil dan Blanche ke rumah seorang sepupu mereka, Horace L. Burr, di Indiana. Saat itu, Horace baru saja kehilangan istrinya, dan suasananya sangat menyedihkan.
### 2. Momen Inspirasi
Pada suatu malam setelah acara pemakaman, Virgil dan Blanche sedang duduk di teras rumah sepupu mereka tersebut. Langit malam itu sangat indah, dengan matahari yang baru saja terbenam di ufuk barat, meninggalkan semburat warna yang menenangkan di balik cakrawala.
Sambil menatap pemandangan itu, Virgil merenungkan kefanaan hidup dan janji tentang kehidupan setelah kematian. Di tengah keheningan malam itu, ia merasa terhibur oleh pikiran bahwa meski seseorang telah "tenggelam" dalam kematian (seperti matahari yang terbenam), mereka sebenarnya sedang menuju ke tempat yang lebih terang di balik "malam" kehidupan duniawi.
### 3. Proses Kreatif yang Cepat
Virgil kemudian masuk ke dalam rumah dan mulai menulis liriknya. Ia menuliskan perasaan dukanya namun dibungkus dengan harapan iman. Saat ia menunjukkan lirik tersebut kepada istrinya, Blanche, yang merupakan seorang komposer berbakat, Blanche segera duduk di depan piano.
Dalam waktu singkat, Blanche menciptakan melodi yang sangat pas dengan lirik tersebut. Lagu itu selesai diciptakan hanya dalam hitungan menit—sebuah momen di mana kreativitas dan kedukaan bertemu secara harmonis.
### 4. Makna Lagu
Lirik lagu ini mencerminkan perjalanan hidup manusia menuju keabadian:
* **"Di balik malam":** Menggambarkan kematian atau kegelapan hidup di dunia ini.
* **"Ada fajar yang menanti":** Menggambarkan janji kebangkitan atau kehidupan kekal bersama Tuhan.
Lagu ini menjadi sangat populer karena liriknya yang tidak fokus pada rasa takut akan kematian, melainkan pada keindahan perjumpaan kembali dengan orang-orang yang dicintai di "balik malam" (keabadian).
### 5. Warisan Lagu
Setelah lagu ini diterbitkan, popularitasnya meledak dan menjadi lagu yang wajib dinyanyikan dalam banyak upacara pemakaman di seluruh dunia. Bahkan, lagu ini menjadi sangat identik dengan penghiburan bagi mereka yang berduka.
Salah satu versi yang paling terkenal dibawakan oleh **Hank Williams** (dengan nama panggung Luke the Drifter), yang membuat lagu ini tidak hanya dikenal di lingkungan gereja, tetapi juga di kancah musik populer dan *country*.
**Kesimpulan:**
"Beyond the Sunset" adalah bukti bagaimana kesedihan yang mendalam bisa diubah menjadi karya seni yang memberi harapan. Virgil dan Blanche Brock berhasil menangkap momen ketika "matahari terbenam" dalam hidup seseorang bukan berarti akhir segalanya, melainkan awal dari sesuatu yang lebih indah di tempat yang tidak lagi mengenal malam.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference