Bekasi, Cikarang & Karawang
60
Nomor
Kode
GB 60
Buku
Gita Bakti
Tematik
Pembacaan Alkitab
Metronom
0
Cross Ref.
NKB 115, KK 349
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 2 bait
1
Firman-Mu, Tuhan, adalah kebun penuh kembang. Yang datang ingin memetik, bersuka dan senang. Firman-Mu tambang yang penuh permata mulia; takkan kecewa siapapun yang mau menggalinya.
2
Firman-Mu, Tuhan, adalah Bintangan yang cerlang, musafir tiada β€˜kan sesat, jalannya pun terang. Ya Tuhan, buat Firman-Mu menjadi tambangku, menjadi taman yang permai dan bintang panduku.
Partitur / Not
Partitur Chord GB 60
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 2 slide
Slide 1 β€” GB 60 1
Slide 2 β€” GB 60 2
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"Firman-Mu, Tuhan, Adalah Kebun"** (atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan judul *Thy Word Is Like a Garden, Lord*) adalah sebuah perjalanan yang melibatkan dua tokoh dari era yang berbeda, yang kemudian disatukan melalui sebuah karya literatur rohani yang abadi.

Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:

### 1. Penulis Lirik: Edwin Hodder (1837–1904)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Edwin Hodder**, seorang penulis asal Inggris yang cukup produktif pada abad ke-19. Hodder dikenal karena menulis banyak buku biografi dan sastra anak-anak. Namun, kontribusinya yang paling bertahan lama bagi dunia musik gerejawi adalah puisi-puisi rohaninya.

Puisi aslinya berjudul *"Thy Word is Like a Garden, Lord"* pertama kali diterbitkan dalam bukunya yang berjudul *The New Sunday School Hymn Book* pada tahun 1863.

**Makna Lirik:**
Melalui liriknya, Hodder menggambarkan Alkitab bukan sebagai buku yang kering atau sekadar kumpulan aturan, melainkan sebagai **taman yang hidup**. Ia menggunakan metafora alam untuk menunjukkan bahwa Firman Tuhan adalah tempat di mana:
* Seseorang bisa berteduh (seperti di bawah pohon).
* Seseorang bisa menemukan "harta karun" (seperti menggali tanah).
* Seseorang bisa menemukan pertumbuhan (seperti benih yang disiram air).

Pesan utamanya adalah bahwa Alkitab adalah sumber kehidupan yang menyediakan segalanya bagi jiwa manusia yang sedang haus atau mencari kebenaran.

### 2. Komposer: William J. Reynolds (1920–2009)
Banyak orang yang saat ini menyanyikan lagu ini di gereja tidak menggunakan melodi abad ke-19, melainkan melodi yang sangat populer yang disusun oleh **William J. Reynolds**.

William J. Reynolds adalah seorang tokoh musik gerejawi yang sangat berpengaruh dari Amerika Serikat. Beliau adalah seorang pendidik, komposer, dan editor musik yang banyak bekerja untuk *Baptist Sunday School Board*. Beliau dikenal karena dedikasinya dalam memajukan kualitas musik di gereja-gereja.

Reynolds menggubah melodi untuk lirik Hodder ini untuk memberikan napas baru. Melodinya yang tenang, kontemplatif, dan mudah dinyanyikan (seringkali dengan nuansa *hymn* yang lembut) membuat pesan lirik Hodder menjadi jauh lebih personal dan menyentuh bagi jemaat modern.

### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Lagu ini menjadi klasik karena metafora yang digunakan sangat kuat dan mudah dimengerti oleh segala usia:

* **Bait pertama:** Mengibaratkan Alkitab sebagai taman. Di taman itu ada benih yang ditanam (Firman) yang tumbuh di hati manusia.
* **Bait kedua:** Mengibaratkan Alkitab sebagai bintang di malam hari atau pedang di medan perang. Ini menekankan aspek bimbingan dan perlindungan Firman Tuhan dalam menghadapi dunia yang gelap atau penuh pergumulan.
* **Bait ketiga:** Mengibaratkan Alkitab sebagai harta karun yang harus digali. Ini menekankan pentingnya studi Alkitab yang mendalamβ€”bahwa kita harus berusaha untuk menemukan kekayaan hikmat di dalamnya.

### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah pertemuan antara **kata-kata puitis dari abad ke-19** (Hodder) yang merindukan keintiman dengan Tuhan melalui pembacaan Alkitab, dengan **kepiawaian komposisi musik abad ke-20** (Reynolds) yang berhasil menerjemahkan kerinduan itu ke dalam nada yang menenangkan.

Lagu ini bukan sekadar puji-pujian, melainkan sebuah doa agar setiap orang yang membuka Alkitab merasakan pengalaman seperti masuk ke sebuah taman yang indah, di mana Tuhan sendiri yang menyambut dan memberi makan jiwa mereka.

Narasi dari Wikipedia/AI β€” sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.