GB
'Kau Bagianku Abadi
Close To Thee
216
Nomor
Kode
GB 216
Buku
Gita Bakti
Tematik
Tuntunan Tuhan
Metronom
0
Cross Ref.
KPJ 437, NKB 184, KPKA 121, NKI 273
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Kau bagianku abadi
melebihi s’galanya,
Di kembara kehidupan,
Kau tetap menuntunku.
Ku dekat Tuhanku,
ku dekat pada-Mu.
Di kembara kehidupan,
Kau tetap menuntunku.
2
Kerinduan dan doaku
bukan untuk yang fana.
Walau susah dan derita,
asal Kau besertaku.
Ku dekat Tuhanku,
kudekat pada-Mu.
Walau susah dan derita,
kudekat kepada-Mu.
3
Bimbing aku melalui
badai hidup yang kelam
sampai nanti aku tiba,
masuk hidup yang kekal.
Kudekat Tuhanku,
kudekat pada-Mu.
Kau selalu besertaku,
masuk hidup yang kekal.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
3 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu rohani klasik **"Close to Thee"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai **"Engkau Milikku Abadi"** atau **"Dekat Pada-Mu"**) memiliki kisah yang cukup unik karena lahir dari kolaborasi dua tokoh besar dalam sejarah musik gereja, namun dengan latar belakang yang sangat kontras.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Komposisi: Pertemuan Dua Tokoh
Lagu ini ditulis pada tahun **1874**. Liriknya ditulis oleh **Fanny J. Crosby**, seorang penulis himne paling produktif dalam sejarah yang dikenal karena kebutaannya. Musiknya digubah oleh **Silas J. Vail**, seorang pembuat topi (profesi utamanya) yang juga memiliki bakat musik luar biasa dan sering menggubah melodi untuk lirik-lirik Crosby.
### 2. Latar Belakang Fanny J. Crosby
Fanny J. Crosby kehilangan penglihatannya saat masih bayi karena kesalahan medis. Meskipun buta, ia adalah seorang wanita yang memiliki kedalaman spiritual yang luar biasa. Baginya, "kegelapan" fisik bukanlah penghalang untuk melihat keindahan Tuhan.
Kisah di balik *Close to Thee* berakar pada kerinduan terdalam Fanny akan hadirat Tuhan. Dalam banyak tulisannya, Fanny sering mengungkapkan bahwa meskipun ia tidak bisa melihat dunia fisik, ia merasakan kehadiran Tuhan sebagai sesuatu yang lebih nyata daripada apa pun. Ia sering menulis lagu saat ia merasa "lelah" secara emosional atau saat ia merasa membutuhkan keintiman yang lebih dalam dengan Sang Pencipta.
### 3. Makna di Balik Liriknya
Lirik lagu ini mencerminkan ketergantungan total seorang manusia kepada Tuhan. Bait-baitnya menggambarkan perjalanan hidup sebagai sebuah pengembaraan yang penuh godaan dan kelelahan, di mana satu-satunya tempat "berteduh" yang aman adalah di dekat Tuhan.
* **"Thou my everlasting portion, More than friend or life to me"**: Fanny memulai dengan pernyataan iman bahwa Tuhan adalah harta (bagian) yang kekal, jauh lebih berharga daripada sahabat mana pun atau kehidupan itu sendiri.
* **"All along my pilgrim journey, Savior, let me walk with Thee"**: Ini adalah doa seorang musafir. Fanny menyadari bahwa hidup adalah perjalanan (ziarah) yang panjang, dan ia memohon agar Tuhan tidak membiarkannya berjalan sendiri.
Bagi Fanny, lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah **"surat doa"**. Ia sering menulis lagu-lagu seperti ini untuk menguatkan dirinya sendiri saat ia merasa kesepian atau saat dunia terasa terlalu berat.
### 4. Peran Silas J. Vail
Silas J. Vail (1818–1884) adalah seorang pria yang sangat religius. Ia bukan musisi profesional penuh waktu, namun ia memiliki kepekaan melodi yang sangat indah. Ketika ia menerima lirik dari Fanny, ia mampu menangkap kesedihan sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Melodi yang ia ciptakan bersifat *legato* (mengalir lembut), yang memberikan kesan kedekatan dan keintiman, sesuai dengan pesan liriknya.
### 5. Mengapa Lagu Ini Menjadi Legendaris?
Lagu ini bertahan melintasi zaman karena kejujuran emosionalnya. *Close to Thee* tidak bicara tentang kemenangan yang megah, melainkan tentang **"kebutuhan akan kehadiran"**.
Di banyak kebaktian, lagu ini sering digunakan sebagai lagu undangan atau saat teduh. Bagi banyak orang yang sedang mengalami masa-masa sulit (seperti penyakit, kehilangan, atau rasa kesepian), lirik yang ditulis oleh seorang wanita buta yang hidup dalam keterbatasan ini menjadi suara bagi hati mereka sendiri.
### Kesimpulan
Kisah *Close to Thee* adalah kisah tentang bagaimana keterbatasan fisik Fanny J. Crosby justru membawanya pada pandangan mata iman yang tajam. Ia tidak bisa melihat dunia, tetapi ia "melihat" Tuhan dengan sangat dekat. Lagu ini adalah warisan bagi siapa pun yang merasa lelah dengan perjalanan hidup dan ingin bersandar pada sesuatu yang abadi—yaitu kasih Tuhan.
Jika Anda mendengarkan melodi ini dengan saksama, terutama bait pertama, Anda bisa merasakan "kerinduan" yang mendalam. Itulah detak jantung Fanny J. Crosby yang dituangkan ke atas kertas, yang kemudian diberi napas oleh Silas J. Vail.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Komposisi: Pertemuan Dua Tokoh
Lagu ini ditulis pada tahun **1874**. Liriknya ditulis oleh **Fanny J. Crosby**, seorang penulis himne paling produktif dalam sejarah yang dikenal karena kebutaannya. Musiknya digubah oleh **Silas J. Vail**, seorang pembuat topi (profesi utamanya) yang juga memiliki bakat musik luar biasa dan sering menggubah melodi untuk lirik-lirik Crosby.
### 2. Latar Belakang Fanny J. Crosby
Fanny J. Crosby kehilangan penglihatannya saat masih bayi karena kesalahan medis. Meskipun buta, ia adalah seorang wanita yang memiliki kedalaman spiritual yang luar biasa. Baginya, "kegelapan" fisik bukanlah penghalang untuk melihat keindahan Tuhan.
Kisah di balik *Close to Thee* berakar pada kerinduan terdalam Fanny akan hadirat Tuhan. Dalam banyak tulisannya, Fanny sering mengungkapkan bahwa meskipun ia tidak bisa melihat dunia fisik, ia merasakan kehadiran Tuhan sebagai sesuatu yang lebih nyata daripada apa pun. Ia sering menulis lagu saat ia merasa "lelah" secara emosional atau saat ia merasa membutuhkan keintiman yang lebih dalam dengan Sang Pencipta.
### 3. Makna di Balik Liriknya
Lirik lagu ini mencerminkan ketergantungan total seorang manusia kepada Tuhan. Bait-baitnya menggambarkan perjalanan hidup sebagai sebuah pengembaraan yang penuh godaan dan kelelahan, di mana satu-satunya tempat "berteduh" yang aman adalah di dekat Tuhan.
* **"Thou my everlasting portion, More than friend or life to me"**: Fanny memulai dengan pernyataan iman bahwa Tuhan adalah harta (bagian) yang kekal, jauh lebih berharga daripada sahabat mana pun atau kehidupan itu sendiri.
* **"All along my pilgrim journey, Savior, let me walk with Thee"**: Ini adalah doa seorang musafir. Fanny menyadari bahwa hidup adalah perjalanan (ziarah) yang panjang, dan ia memohon agar Tuhan tidak membiarkannya berjalan sendiri.
Bagi Fanny, lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah **"surat doa"**. Ia sering menulis lagu-lagu seperti ini untuk menguatkan dirinya sendiri saat ia merasa kesepian atau saat dunia terasa terlalu berat.
### 4. Peran Silas J. Vail
Silas J. Vail (1818–1884) adalah seorang pria yang sangat religius. Ia bukan musisi profesional penuh waktu, namun ia memiliki kepekaan melodi yang sangat indah. Ketika ia menerima lirik dari Fanny, ia mampu menangkap kesedihan sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Melodi yang ia ciptakan bersifat *legato* (mengalir lembut), yang memberikan kesan kedekatan dan keintiman, sesuai dengan pesan liriknya.
### 5. Mengapa Lagu Ini Menjadi Legendaris?
Lagu ini bertahan melintasi zaman karena kejujuran emosionalnya. *Close to Thee* tidak bicara tentang kemenangan yang megah, melainkan tentang **"kebutuhan akan kehadiran"**.
Di banyak kebaktian, lagu ini sering digunakan sebagai lagu undangan atau saat teduh. Bagi banyak orang yang sedang mengalami masa-masa sulit (seperti penyakit, kehilangan, atau rasa kesepian), lirik yang ditulis oleh seorang wanita buta yang hidup dalam keterbatasan ini menjadi suara bagi hati mereka sendiri.
### Kesimpulan
Kisah *Close to Thee* adalah kisah tentang bagaimana keterbatasan fisik Fanny J. Crosby justru membawanya pada pandangan mata iman yang tajam. Ia tidak bisa melihat dunia, tetapi ia "melihat" Tuhan dengan sangat dekat. Lagu ini adalah warisan bagi siapa pun yang merasa lelah dengan perjalanan hidup dan ingin bersandar pada sesuatu yang abadi—yaitu kasih Tuhan.
Jika Anda mendengarkan melodi ini dengan saksama, terutama bait pertama, Anda bisa merasakan "kerinduan" yang mendalam. Itulah detak jantung Fanny J. Crosby yang dituangkan ke atas kertas, yang kemudian diberi napas oleh Silas J. Vail.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KPJ 437, NKB 184, KPKA 121, NKI 273
437
Gusti Yesus Pangen Kula
121
Kinanthi Ing Gusti
184
Engkau Milikku Abadi
273
Berdekat Padamu
Tema :
Tuntunan Tuhan
206
Dari Fajar Pagi Hari
207
Janganlah Kuatir Akan Hidupmu
208
Tak 'Ku Tahu 'Kan Hari Esok
209
Ya Cah'ya Kasih
210
Tuhan Adalah Gembalaku
211
Ya Kasih Yang Merangkulku
212
Bila 'Ku Ragu
213
Tuhanku, Pimpinlah
214
Tiap Langkahku
215
Ku Ingin Selalu Dekat Padamu
217
Sampai Masa Tua
218
Di Jalanku, Ku Punya Sobat
219
Di Saat Hidupku Sendiri
220
Yesus, Jurus'lamat
221
Ini Dunia Bapaku