NP
Noel, Noel
The First Noel the Angel Did Say
47
Nomor
Kode
NP 47
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Tritunggal, Yesus Kristus, Kelahiran
Metronom
0
Pencipta Lagu
lagu rakyat Inggris
Pencipta Syair
tak dikenal
Cross Ref.
NKB 59, KPPK 107
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Di malam yang sepi dan sunyi
Terdengarlah suara malak bernyanyi,
Menyampaikan berita surga
Pada para gembala yang miskin hina.
Noel, Noel, Noel, Noel,
Lahir Sang Raja Israel.
2
Dipimpin bintang trang bercahya
Orang Majus mencari Sang Maharaja;
Berjalan trus, tak rasa lelah,
Hingga jumpa Sang Raja jelmaan Allah.
3
Marilah kita angkat suara
Dan memuji Almasih Yang Mahamulia;
Pencipta alam, Juru Slamat
Yang mencurahkan darahNya jadi berkat.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"The First Noel"** (di Indonesia dikenal dengan judul **"Di Malam Gβlap, Sunyi Senyap"**) adalah salah satu nyanyian Natal tradisional yang paling dicintai di dunia. Tidak seperti lagu Natal modern yang memiliki komposer spesifik, lagu ini adalah sebuah *carol* rakyat yang berasal dari tradisi lisan.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:
### 1. Asal-Usul dan Etimologi
Kata **"Noel"** sendiri berasal dari bahasa Prancis *NoΓ«l*, yang berarti "Natal". Kata ini berasal dari bahasa Latin *natalis* (hari kelahiran).
Meskipun lagu ini diyakini sudah dinyanyikan di Inggris sejak abad ke-13 atau ke-14, ia tidak diterbitkan secara resmi hingga tahun **1823**. Lagu ini pertama kali muncul dalam koleksi berjudul *βChristmas Carols Ancient and Modernβ* yang disusun oleh **William Sandys**. Sandys mengumpulkan lagu ini dari tradisi lisan di wilayah Cornwall, Inggris. Itulah sebabnya lagu ini sering disebut sebagai *Cornish Carol*.
### 2. Struktur Cerita dalam Lirik
"The First Noel" adalah lagu yang bersifat naratif (bercerita). Liriknya merangkum kisah Alkitab tentang kelahiran Yesus berdasarkan dua sumber utama: **Injil Lukas** (kisah para gembala) dan **Injil Matius** (kisah orang Majus dari Timur).
* **Bait 1 & Chorus:** Menceritakan kabar sukacita pertama yang diberikan malaikat kepada para gembala di padang Efrata saat mereka menjaga domba di malam yang dingin dan sunyi.
* **Bait 2 & 3:** Mengisahkan tentang "bintang di timur" yang bersinar terang dan menuntun para orang Majus (tiga raja) untuk mencari sang Raja yang baru lahir.
* **Bait 4:** Menggambarkan perjalanan orang Majus yang mengikuti bintang tersebut hingga berhenti tepat di atas tempat bayi Yesus berada.
* **Bait 5 & 6:** Mengisahkan bagaimana mereka masuk, mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur, serta melakukan penyembahan.
### 3. Makna Musikal
Melodi "The First Noel" dikenal karena kesederhanaannya namun sangat megah. Ciri khas utama dari lagu ini adalah **repetisi (pengulangan)** pada bagian *Chorus*.
Salah satu fakta unik adalah mengenai frasa **"Noel, Noel, Noel, Noel"**. Secara musikal, pengulangan ini memberikan kesan seruan sukacita yang bergema. Lagu ini menggunakan tangga nada mayor yang memberikan nuansa penuh harapan, kemenangan, dan kedamaian, sangat kontras dengan suasana malam yang digambarkan dalam liriknya.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Ada beberapa alasan mengapa "The First Noel" bertahan selama berabad-abad:
* **Mudah Diingat:** Karena awalnya disebarkan secara lisan di antara masyarakat pedesaan di Cornwall, melodinya dirancang agar mudah dinyanyikan oleh siapa saja, bahkan oleh mereka yang tidak bisa membaca not balok.
* **Kekuatan Narasi:** Lagu ini berfungsi sebagai "kotbah dalam lagu". Bagi masyarakat pada masa lalu yang tingkat literasinya rendah, lagu ini adalah cara utama untuk mempelajari kisah Natal secara mendetail.
* **Atmosfer Natal:** Lagu ini berhasil menangkap perpaduan antara keheningan malam dan kemuliaan surgawi. Penggambaran "malam yang gelap dan sunyi" menciptakan kontras yang indah dengan "bintang yang bersinar terang" dan "sukacita besar".
### 5. Versi Indonesia
Dalam bahasa Indonesia, lirik "Di Malam Gβlap, Sunyi Senyap" bukan sekadar terjemahan harfiah, tetapi sebuah adaptasi yang mempertahankan suasana puitis aslinya. Lagu ini menjadi sangat ikonik di gereja-gereja di Indonesia, terutama saat prosesi lilin di malam Natal atau ibadah malam Natal.
### Kesimpulan
"The First Noel" adalah bukti keabadian tradisi rakyat. Lagu ini bukan karya seorang maestro besar yang ditulis di ruang kerja megah, melainkan nyanyian yang lahir dari hati rakyat jelata di Inggris yang ingin merayakan kelahiran Kristus melalui musik. Hingga hari ini, ia tetap menjadi jembatan antara kisah kuno dari Timur Tengah dengan tradisi perayaan Natal modern di seluruh dunia.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:
### 1. Asal-Usul dan Etimologi
Kata **"Noel"** sendiri berasal dari bahasa Prancis *NoΓ«l*, yang berarti "Natal". Kata ini berasal dari bahasa Latin *natalis* (hari kelahiran).
Meskipun lagu ini diyakini sudah dinyanyikan di Inggris sejak abad ke-13 atau ke-14, ia tidak diterbitkan secara resmi hingga tahun **1823**. Lagu ini pertama kali muncul dalam koleksi berjudul *βChristmas Carols Ancient and Modernβ* yang disusun oleh **William Sandys**. Sandys mengumpulkan lagu ini dari tradisi lisan di wilayah Cornwall, Inggris. Itulah sebabnya lagu ini sering disebut sebagai *Cornish Carol*.
### 2. Struktur Cerita dalam Lirik
"The First Noel" adalah lagu yang bersifat naratif (bercerita). Liriknya merangkum kisah Alkitab tentang kelahiran Yesus berdasarkan dua sumber utama: **Injil Lukas** (kisah para gembala) dan **Injil Matius** (kisah orang Majus dari Timur).
* **Bait 1 & Chorus:** Menceritakan kabar sukacita pertama yang diberikan malaikat kepada para gembala di padang Efrata saat mereka menjaga domba di malam yang dingin dan sunyi.
* **Bait 2 & 3:** Mengisahkan tentang "bintang di timur" yang bersinar terang dan menuntun para orang Majus (tiga raja) untuk mencari sang Raja yang baru lahir.
* **Bait 4:** Menggambarkan perjalanan orang Majus yang mengikuti bintang tersebut hingga berhenti tepat di atas tempat bayi Yesus berada.
* **Bait 5 & 6:** Mengisahkan bagaimana mereka masuk, mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur, serta melakukan penyembahan.
### 3. Makna Musikal
Melodi "The First Noel" dikenal karena kesederhanaannya namun sangat megah. Ciri khas utama dari lagu ini adalah **repetisi (pengulangan)** pada bagian *Chorus*.
Salah satu fakta unik adalah mengenai frasa **"Noel, Noel, Noel, Noel"**. Secara musikal, pengulangan ini memberikan kesan seruan sukacita yang bergema. Lagu ini menggunakan tangga nada mayor yang memberikan nuansa penuh harapan, kemenangan, dan kedamaian, sangat kontras dengan suasana malam yang digambarkan dalam liriknya.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Ada beberapa alasan mengapa "The First Noel" bertahan selama berabad-abad:
* **Mudah Diingat:** Karena awalnya disebarkan secara lisan di antara masyarakat pedesaan di Cornwall, melodinya dirancang agar mudah dinyanyikan oleh siapa saja, bahkan oleh mereka yang tidak bisa membaca not balok.
* **Kekuatan Narasi:** Lagu ini berfungsi sebagai "kotbah dalam lagu". Bagi masyarakat pada masa lalu yang tingkat literasinya rendah, lagu ini adalah cara utama untuk mempelajari kisah Natal secara mendetail.
* **Atmosfer Natal:** Lagu ini berhasil menangkap perpaduan antara keheningan malam dan kemuliaan surgawi. Penggambaran "malam yang gelap dan sunyi" menciptakan kontras yang indah dengan "bintang yang bersinar terang" dan "sukacita besar".
### 5. Versi Indonesia
Dalam bahasa Indonesia, lirik "Di Malam Gβlap, Sunyi Senyap" bukan sekadar terjemahan harfiah, tetapi sebuah adaptasi yang mempertahankan suasana puitis aslinya. Lagu ini menjadi sangat ikonik di gereja-gereja di Indonesia, terutama saat prosesi lilin di malam Natal atau ibadah malam Natal.
### Kesimpulan
"The First Noel" adalah bukti keabadian tradisi rakyat. Lagu ini bukan karya seorang maestro besar yang ditulis di ruang kerja megah, melainkan nyanyian yang lahir dari hati rakyat jelata di Inggris yang ingin merayakan kelahiran Kristus melalui musik. Hingga hari ini, ia tetap menjadi jembatan antara kisah kuno dari Timur Tengah dengan tradisi perayaan Natal modern di seluruh dunia.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
42
Palungan di Kandang
43
Hai Betlehem Efrata
44
Malam Kudus
45
Di Waktu Malam yang Cerah
46
Hai Malaikat dari Surga
48
Suara Malak nan Merdu
49
Camkan Lagu yang Merdu
50
Gembala Menjaga Dombanya
51
Hari Natal Tuhanku
52
Dengarkanlah Lonceng Natal
53
Bintang di Timur
54
Kami Tiga Orang Majus
55
Hai Mari Berhimpun
56
Di Neg'ri Raja Daud
57
TakhtaMu Kautinggalkan
58
Ada Lagu Merdu
59
Hai Dunia, Bersukalah!
60
Kabarkan dari Gunung
61
B'rilah Hormat