NP
Pada Salib Almasih
Alas, and Did My Saviour Bleed (At the Cross)
72
Nomor
Kode
NP 72
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Tritunggal, Yesus Kristus, Penderitaan dan Kematian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Ralph E. Hudson
Pencipta Syair
Isaac Watts
Cross Ref.
KJ 174b, KK 221b
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Sungguhkah Yesus tlah mati,
DarahNya pun tumpah?
Sungguhkah bagi yang keji
Tersiksa Sang Raja?
Pada salib Almasih celik mataku,
Hatiku bebaslah dari beban;
Pada salibNya sumber imanku;
Hidupku penuh kesukaan!
2
Sungguhkah karna dosaku
Tersalib Almasih?
Betapa agung dan penuh
RahmatNya tak terpri!
3
Tak heran pudar sang surya
Dan bumi pun kelam
Di saat mati Khaliknya,
Mengganti yang kejam.
4
Sungguh besar deritaMu,
Tak mampu kubalas:
Kubrikan hidupku penuh
Dengan tulus ikhlas.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
5 slide
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"Pada Salib Almasih"** (judul asli: *Alas! And Did My Saviour Bleed*) adalah perpaduan antara refleksi teologis yang mendalam dari seorang penyair besar Inggris dan sentuhan melodi yang menggugah dari seorang musisi Amerika.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Isaac Watts (1707)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Isaac Watts**, seorang pendeta dan penyair Inggris yang dikenal sebagai "Bapak Himne Inggris".
Pada tahun 1707, Watts menerbitkan bukunya yang berjudul *Hymns and Spiritual Songs*. Lagu ini awalnya memiliki judul asli **"Godly Sorrow in View of the Sufferings of Christ"**.
**Konteks Penulisan:**
Isaac Watts menulis lagu ini saat ia masih sangat muda (sekitar usia 33 tahun). Ia merasa prihatin dengan cara gereja di Inggris pada masa itu menyanyikan lagu pujian yang dirasa "kaku" dan hanya berupa kutipan langsung dari Mazmur. Watts ingin menciptakan lagu yang mengungkapkan emosi pribadi seorang Kristen saat merenungkan pengorbanan Yesus di kayu salib.
Baris yang paling ikonik, *"Was it for crimes that I had done, He groaned upon the tree?"* (Apakah karena dosaku Dia mengerang di atas kayu salib?), adalah ekspresi dari doktrin "penebusan substitusi"—bahwa penderitaan Yesus adalah pengganti bagi dosa manusia.
### 2. Penulis Musik: Ralph E. Hudson (1885)
Lirik asli Isaac Watts sebenarnya tidak memiliki melodi yang kita kenal sekarang. Selama lebih dari 170 tahun, lirik ini dinyanyikan dengan berbagai jenis nada.
Pada tahun 1885, seorang musisi Amerika bernama **Ralph E. Hudson** merasa bahwa lirik dari Isaac Watts ini sangat kuat, namun ia merasa perlu menambahkan sebuah **refrain (chorus)** agar pesan lagu tersebut lebih menekankan pada kasih dan anugerah.
Maka, Hudson menambahkan bagian refrain yang sangat terkenal:
> *"At the cross, at the cross where I first saw the light,*
> *And the burden of my heart rolled away,*
> *It was there by faith I received my sight,*
> *And now I am happy all the day!"*
*(Di salib, di salib, tempat terang mulai tampak, dan beban hatiku lenyap. Di sanalah dengan iman aku melihat, dan kini aku bahagia sepanjang hari.)*
### 3. Pengaruh Besar Lagu Ini
Lagu ini menjadi salah satu lagu yang paling berpengaruh dalam sejarah kekristenan, terutama karena dampaknya pada kehidupan **Charles Spurgeon** dan **John Newton**.
* **Dampak pada John Newton:** Konon, lagu ini sangat membekas di hati John Newton (penulis lagu *Amazing Grace*). Newton, seorang mantan pedagang budak, merasa lirik Watts sangat mewakili pertobatannya yang dramatis dan rasa syukur yang luar biasa atas pengampunan Tuhan.
* **Dampak pada Billy Graham:** Versi lagu dengan refrain dari Hudson ini menjadi lagu wajib dalam hampir setiap kampanye penginjilan (KKR) yang dipimpin oleh Billy Graham. Melodi yang sederhana namun emosional ini sering digunakan sebagai lagu "undangan" bagi orang-orang untuk maju ke depan dan menerima Kristus.
### 4. Makna Teologis
Secara teologis, lagu ini membawa jemaat melalui sebuah perjalanan emosional:
1. **Pengakuan Dosa:** Menyadari bahwa penderitaan Kristus adalah akibat dari dosa-dosa kita.
2. **Ketidaklayakan:** Merasa heran mengapa kasih Tuhan begitu besar bagi manusia yang berdosa (terlukis dalam baris: *"Amazing pity! Grace unknown! And love beyond degree!"*).
3. **Respons Pribadi:** Bagian refrain dari Hudson menambahkan elemen respons manusia, yaitu iman yang mengubah beban hati menjadi sukacita.
### Kesimpulan
Perpaduan antara kedalaman sastra Isaac Watts (yang menekankan pada keadilan dan kasih Allah) dengan kesederhanaan melodi Ralph E. Hudson (yang menekankan pada sukacita iman) menjadikan "Pada Salib Almasih" sebagai himne klasik yang tak lekang oleh waktu. Lagu ini bukan sekadar lagu melankolis tentang penderitaan, melainkan lagu kemenangan tentang bagaimana iman di kaki salib mengubah hidup seseorang selamanya.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Isaac Watts (1707)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Isaac Watts**, seorang pendeta dan penyair Inggris yang dikenal sebagai "Bapak Himne Inggris".
Pada tahun 1707, Watts menerbitkan bukunya yang berjudul *Hymns and Spiritual Songs*. Lagu ini awalnya memiliki judul asli **"Godly Sorrow in View of the Sufferings of Christ"**.
**Konteks Penulisan:**
Isaac Watts menulis lagu ini saat ia masih sangat muda (sekitar usia 33 tahun). Ia merasa prihatin dengan cara gereja di Inggris pada masa itu menyanyikan lagu pujian yang dirasa "kaku" dan hanya berupa kutipan langsung dari Mazmur. Watts ingin menciptakan lagu yang mengungkapkan emosi pribadi seorang Kristen saat merenungkan pengorbanan Yesus di kayu salib.
Baris yang paling ikonik, *"Was it for crimes that I had done, He groaned upon the tree?"* (Apakah karena dosaku Dia mengerang di atas kayu salib?), adalah ekspresi dari doktrin "penebusan substitusi"—bahwa penderitaan Yesus adalah pengganti bagi dosa manusia.
### 2. Penulis Musik: Ralph E. Hudson (1885)
Lirik asli Isaac Watts sebenarnya tidak memiliki melodi yang kita kenal sekarang. Selama lebih dari 170 tahun, lirik ini dinyanyikan dengan berbagai jenis nada.
Pada tahun 1885, seorang musisi Amerika bernama **Ralph E. Hudson** merasa bahwa lirik dari Isaac Watts ini sangat kuat, namun ia merasa perlu menambahkan sebuah **refrain (chorus)** agar pesan lagu tersebut lebih menekankan pada kasih dan anugerah.
Maka, Hudson menambahkan bagian refrain yang sangat terkenal:
> *"At the cross, at the cross where I first saw the light,*
> *And the burden of my heart rolled away,*
> *It was there by faith I received my sight,*
> *And now I am happy all the day!"*
*(Di salib, di salib, tempat terang mulai tampak, dan beban hatiku lenyap. Di sanalah dengan iman aku melihat, dan kini aku bahagia sepanjang hari.)*
### 3. Pengaruh Besar Lagu Ini
Lagu ini menjadi salah satu lagu yang paling berpengaruh dalam sejarah kekristenan, terutama karena dampaknya pada kehidupan **Charles Spurgeon** dan **John Newton**.
* **Dampak pada John Newton:** Konon, lagu ini sangat membekas di hati John Newton (penulis lagu *Amazing Grace*). Newton, seorang mantan pedagang budak, merasa lirik Watts sangat mewakili pertobatannya yang dramatis dan rasa syukur yang luar biasa atas pengampunan Tuhan.
* **Dampak pada Billy Graham:** Versi lagu dengan refrain dari Hudson ini menjadi lagu wajib dalam hampir setiap kampanye penginjilan (KKR) yang dipimpin oleh Billy Graham. Melodi yang sederhana namun emosional ini sering digunakan sebagai lagu "undangan" bagi orang-orang untuk maju ke depan dan menerima Kristus.
### 4. Makna Teologis
Secara teologis, lagu ini membawa jemaat melalui sebuah perjalanan emosional:
1. **Pengakuan Dosa:** Menyadari bahwa penderitaan Kristus adalah akibat dari dosa-dosa kita.
2. **Ketidaklayakan:** Merasa heran mengapa kasih Tuhan begitu besar bagi manusia yang berdosa (terlukis dalam baris: *"Amazing pity! Grace unknown! And love beyond degree!"*).
3. **Respons Pribadi:** Bagian refrain dari Hudson menambahkan elemen respons manusia, yaitu iman yang mengubah beban hati menjadi sukacita.
### Kesimpulan
Perpaduan antara kedalaman sastra Isaac Watts (yang menekankan pada keadilan dan kasih Allah) dengan kesederhanaan melodi Ralph E. Hudson (yang menekankan pada sukacita iman) menjadikan "Pada Salib Almasih" sebagai himne klasik yang tak lekang oleh waktu. Lagu ini bukan sekadar lagu melankolis tentang penderitaan, melainkan lagu kemenangan tentang bagaimana iman di kaki salib mengubah hidup seseorang selamanya.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference