NP
Sembilanpuluh Sembilan
The Ninety and Nine
190
Nomor
Kode
NP 190
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Umat Allah, Pengabaran Injil
Metronom
0
Pencipta Lagu
Ira D. Sankey
Pencipta Syair
Elizabeth Cecelia Douglas Clephane
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Sembilanpuluh sembilan domba
Tlah slamat di kandang;
Tetapi yang satu dimanakah?
Pasti ia hilang.
Di dalam padang belantara,
Jauh dari Gembala yang setia,
Jauh dari Gembala yang setia.
2
"Tuhan, inilah dombaMu semua,
Hanya kurang satu."
Gembala membri jawaban segra:
"Itu pun dombaKu;
Meskipun jalan sulit amat,
Kucari dia sampai dapat,
Kucari dia sampai dapat."
3
"Tuhan, tetesan darah siapakah
Di gunung dan jurang?"
"Gembala mencucurkan darahNya
Demi domba hilang."
"Mengapa luka tangan Tuhan?"
"Banyaklah duri spanjang jalan,
banyaklah duri spanjang jalan."
4
Dengarlah suara yang berseru
Di bukit dan lembah:
"Bersukacitalah bersamaKu,
Yang hilang slamatlah!"
Bersukacitalah malaikat
Sebab milik Tuhan tlah slamat,
Sebab milik Tuhan tlah slamat.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"The Ninety and Nine" (Sembilanpuluh Sembilan)** adalah salah satu cerita paling mengharukan dalam sejarah musik rohani Kristen. Lagu ini lahir dari pertemuan tak terduga antara puisi yang terlupakan dan melodi yang muncul secara spontan.
Berikut adalah detail kisah di baliknya:
### 1. Penulis Puisi: Elizabeth Cecelia Douglas Clephane
Puisi asli lagu ini ditulis oleh seorang wanita asal Skotlandia bernama **Elizabeth Cecelia Douglas Clephane** (1830β1869). Ia adalah seorang wanita yang memiliki kasih sayang mendalam kepada mereka yang menderita. Ia menulis puisi tersebut pada tahun 1868, terinspirasi dari perumpamaan Yesus tentang "Domba yang Hilang" (Lukas 15:4-7).
Elizabeth tidak pernah tahu bahwa tulisannya akan mendunia. Ia meninggal dunia setahun kemudian, pada usia 39 tahun, dalam keadaan tidak dikenal secara luas. Puisi itu kemudian diterbitkan di sebuah majalah mingguan Inggris bernama *The Children's Hour*.
### 2. Penemuan Tak Terduga oleh Ira D. Sankey
Bertahun-tahun kemudian, pada tahun 1874, penyanyi gospel terkenal **Ira D. Sankey** sedang dalam perjalanan menggunakan kereta api bersama rekannya, penginjil **Dwight L. Moody**, untuk mengadakan rangkaian kebaktian di Skotlandia.
Di dalam kereta, Sankey membeli sebuah koran mingguan untuk mengisi waktu. Saat membalik halaman, matanya tertuju pada sebuah puisi kecil yang terselip di sudut halaman. Puisi itu berjudul *The Ninety and Nine*. Sankey terkesan dengan kedalaman maknanya. Ia kemudian merobek potongan koran itu, memasukkannya ke dalam sakunya, dan menunjukkan kepada Moody.
Moody bertanya, "Apakah itu bagus?" Sankey menjawab, "Ya, cukup bagus," lalu ia memasukkannya ke saku dan melupakannya.
### 3. Kelahiran Melodi yang Spontan
Beberapa hari kemudian, di Edinburgh, Skotlandia, Moody memberikan khotbah tentang "Gembala yang Baik". Setelah selesai berkhotbah, Moody berpaling kepada Sankey dan berkata, "Sankey, nyanyikan sesuatu."
Sankey merasa buntu. Ia tidak memiliki lagu yang tepat untuk menutup khotbah tentang domba yang hilang. Tiba-tiba, ia teringat potongan koran di sakunya. Ia mengeluarkan kertas itu, menaruhnya di atas orgel (organ), dan mulai memainkan melodi secara **improvisasi/spontan** saat itu juga.
Sankey bercerita kemudian:
> *"Tuhan memberiku nada untuk setiap baris saat aku menyanyikannya. Aku belum pernah melihat kata-kata itu sebelumnya, dan aku belum pernah mencoba menyanyikannya. Namun, saat aku sampai di baris terakhir, melodi itu sudah lengkap terbentuk di kepalaku."*
### 4. Dampak yang Luar Biasa
Setelah Sankey selesai menyanyikan lagu itu, suasana aula menjadi sangat sunyi. Moody, yang sangat terharu, berjalan ke arah Sankey dan bertanya, "Sankey, di mana kamu mendapatkan lagu itu?"
Sejak hari itu, lagu tersebut menjadi lagu wajib dalam setiap kebaktian kebangunan rohani yang dipimpin oleh Moody dan Sankey di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat dan Inggris. Lagu ini dianggap sebagai salah satu lagu yang paling banyak mengubah hidup orang karena pesannya yang sangat kuat tentang kasih Allah yang mencari satu orang yang hilang di antara sembilan puluh sembilan lainnya yang "aman".
### Makna Liriknya
Lagu ini menggambarkan kontras antara:
* **99 domba:** Yang berada di tempat aman dalam kandang, merujuk pada mereka yang sudah selamat atau merasa tidak membutuhkan pertolongan.
* **1 domba yang hilang:** Yang tersesat di pegunungan yang curam dan gelap, merujuk pada pendosa yang tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri tanpa intervensi sang Gembala.
**Inti Pesan:** Lagu ini menegaskan bahwa kasih Tuhan begitu besar sehingga Ia rela meninggalkan kenyamanan demi mencari satu jiwa yang tersesat, meskipun jiwa itu tampak tidak berharga di mata dunia.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa terkadang, karya besar Tuhan muncul dari hal-hal yang tidak disengajaβsebuah puisi yang terabaikan di koran dan sebuah melodi yang muncul di tengah perjalanan kereta apiβyang kemudian menjadi berkat bagi jutaan orang selama lebih dari 150 tahun.
Berikut adalah detail kisah di baliknya:
### 1. Penulis Puisi: Elizabeth Cecelia Douglas Clephane
Puisi asli lagu ini ditulis oleh seorang wanita asal Skotlandia bernama **Elizabeth Cecelia Douglas Clephane** (1830β1869). Ia adalah seorang wanita yang memiliki kasih sayang mendalam kepada mereka yang menderita. Ia menulis puisi tersebut pada tahun 1868, terinspirasi dari perumpamaan Yesus tentang "Domba yang Hilang" (Lukas 15:4-7).
Elizabeth tidak pernah tahu bahwa tulisannya akan mendunia. Ia meninggal dunia setahun kemudian, pada usia 39 tahun, dalam keadaan tidak dikenal secara luas. Puisi itu kemudian diterbitkan di sebuah majalah mingguan Inggris bernama *The Children's Hour*.
### 2. Penemuan Tak Terduga oleh Ira D. Sankey
Bertahun-tahun kemudian, pada tahun 1874, penyanyi gospel terkenal **Ira D. Sankey** sedang dalam perjalanan menggunakan kereta api bersama rekannya, penginjil **Dwight L. Moody**, untuk mengadakan rangkaian kebaktian di Skotlandia.
Di dalam kereta, Sankey membeli sebuah koran mingguan untuk mengisi waktu. Saat membalik halaman, matanya tertuju pada sebuah puisi kecil yang terselip di sudut halaman. Puisi itu berjudul *The Ninety and Nine*. Sankey terkesan dengan kedalaman maknanya. Ia kemudian merobek potongan koran itu, memasukkannya ke dalam sakunya, dan menunjukkan kepada Moody.
Moody bertanya, "Apakah itu bagus?" Sankey menjawab, "Ya, cukup bagus," lalu ia memasukkannya ke saku dan melupakannya.
### 3. Kelahiran Melodi yang Spontan
Beberapa hari kemudian, di Edinburgh, Skotlandia, Moody memberikan khotbah tentang "Gembala yang Baik". Setelah selesai berkhotbah, Moody berpaling kepada Sankey dan berkata, "Sankey, nyanyikan sesuatu."
Sankey merasa buntu. Ia tidak memiliki lagu yang tepat untuk menutup khotbah tentang domba yang hilang. Tiba-tiba, ia teringat potongan koran di sakunya. Ia mengeluarkan kertas itu, menaruhnya di atas orgel (organ), dan mulai memainkan melodi secara **improvisasi/spontan** saat itu juga.
Sankey bercerita kemudian:
> *"Tuhan memberiku nada untuk setiap baris saat aku menyanyikannya. Aku belum pernah melihat kata-kata itu sebelumnya, dan aku belum pernah mencoba menyanyikannya. Namun, saat aku sampai di baris terakhir, melodi itu sudah lengkap terbentuk di kepalaku."*
### 4. Dampak yang Luar Biasa
Setelah Sankey selesai menyanyikan lagu itu, suasana aula menjadi sangat sunyi. Moody, yang sangat terharu, berjalan ke arah Sankey dan bertanya, "Sankey, di mana kamu mendapatkan lagu itu?"
Sejak hari itu, lagu tersebut menjadi lagu wajib dalam setiap kebaktian kebangunan rohani yang dipimpin oleh Moody dan Sankey di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat dan Inggris. Lagu ini dianggap sebagai salah satu lagu yang paling banyak mengubah hidup orang karena pesannya yang sangat kuat tentang kasih Allah yang mencari satu orang yang hilang di antara sembilan puluh sembilan lainnya yang "aman".
### Makna Liriknya
Lagu ini menggambarkan kontras antara:
* **99 domba:** Yang berada di tempat aman dalam kandang, merujuk pada mereka yang sudah selamat atau merasa tidak membutuhkan pertolongan.
* **1 domba yang hilang:** Yang tersesat di pegunungan yang curam dan gelap, merujuk pada pendosa yang tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri tanpa intervensi sang Gembala.
**Inti Pesan:** Lagu ini menegaskan bahwa kasih Tuhan begitu besar sehingga Ia rela meninggalkan kenyamanan demi mencari satu jiwa yang tersesat, meskipun jiwa itu tampak tidak berharga di mata dunia.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa terkadang, karya besar Tuhan muncul dari hal-hal yang tidak disengajaβsebuah puisi yang terabaikan di koran dan sebuah melodi yang muncul di tengah perjalanan kereta apiβyang kemudian menjadi berkat bagi jutaan orang selama lebih dari 150 tahun.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Tema :
Umat Allah, Pengabaran Injil
191
Tolonglah yang Sesat
192
Nyalakan Suluh RahmatNya
193
Jadikan Aku Pancaran Berkat
194
Yesus Menjadi Sang Raja
195
Nyatakan Yesus DalamMu
196
Sion, Cepat
197
Hai Umat Kristen, B'ritakan
198
Dari Kutub ke Kutub
199
Ku Suka Mengabarkan
200
Dari Tempat Kesibukan
201
C'ritakan Kisah Lama
202
Intan dan Permata
203
Marilah Kabarkan Injil