NP
Kurindu Tuhan Beserta
I Would Have the Savior with Me
213
Nomor
Kode
NP 213
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Umat Allah, Kerinduan
Metronom
0
Pencipta Lagu
John R. Sweney
Pencipta Syair
Fanny J. Crosby
Cross Ref.
KJ 402, KC 250, KK 525, KP 70, NKI 247
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Kurindu Tuhan beserta;
Kalau tidak ku sesat;
Bila Tuhan yang membimbing,
Baru langkahku tepat.
Maka jiwaku teduh
Spanjang jalan hidupku;
Tidak lagi ku bertanya,
Ku mengiring Tuhanku.
2
Kurindu Tuhan beserta,
Karna imanku lemah;
Suara Tuhan yang menghibur,
Tiada lagi bandingnya.
3
Kurindu Tuhan beserta
Dalam perjuanganku,
Waktu ada sinar surya,
Waktu topan menderu.
4
Kurindu Tuhan beserta,
Dan membimbing hidupku
Hingga Yordan kusebrangi,
Ya bersama Tuhanku.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Kurindu Tuhan Beserta"** (judul asli: *"I Would Have the Savior with Me"*) adalah salah satu karya yang lahir dari kolaborasi legendaris antara dua tokoh besar dalam sejarah musik gerejawi: **Fanny J. Crosby** (penulis lirik) dan **John R. Sweney** (komposer).
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu yang menyentuh hati ini:
### 1. Konteks Penulisan: Kesederhanaan Iman
Fanny J. Crosby, yang buta sejak usia dini, dikenal sebagai "ratu penulis lagu rohani" pada abad ke-19. Ia telah menulis ribuan lirik lagu, namun ia tidak pernah menulis lagu karena tekanan tenggat waktu atau paksaan. Sebagian besar lagunya lahir dari perenungan mendalam, doa, dan pengalaman pribadinya bersama Tuhan.
Lagu ini ditulis dengan tema sentral tentang **keinginan untuk senantiasa berjalan bersama Tuhan dalam setiap langkah hidup**, baik dalam suka maupun duka. Fanny ingin menyampaikan bahwa kehadiran Tuhan bukanlah sesuatu yang bisa ditawar; itu adalah kebutuhan dasar manusia agar ia tidak tersesat atau jatuh ke dalam pencobaan.
### 2. Sinergi Fanny J. Crosby dan John R. Sweney
Pada masa itu, Fanny sering bekerja sama dengan John R. Sweney, seorang musisi dan komposer yang sangat populer di Amerika. Sweney dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang tidak hanya indah secara musikal, tetapi juga mudah diingat (ritme yang mengalir) agar jemaat dapat dengan mudah menyanyikannya.
Ketika Fanny menyerahkan lirik *"I Would Have the Savior with Me"* kepada Sweney, Sweney memahami kedalaman pesan tersebut. Musik yang ia gubah mencerminkan sebuah "perjalanan". Jika Anda memperhatikan melodi lagu ini, ia memiliki alunan yang tenang namun bersemangat, yang menggambarkan seseorang yang sedang berjalan bersama seorang Sahabat yang ia percayai sepenuhnya.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Dalam liriknya, Fanny Crosby menuliskan keinginan untuk tidak hanya "ditemani" oleh Tuhan, tetapi "dituntun" oleh-Nya. Ada bagian yang sangat menyentuh:
* *"Kurindu Tuhan beserta, dalam hidupku yang fana"* — Ini adalah pengakuan akan singkatnya hidup manusia dan ketergantungan mutlak kepada Tuhan.
* *"Bila jalan jadi gelap, aku takkan takut lagi"* — Ini adalah refleksi dari kehidupan Fanny sendiri yang hidup dalam kegelapan fisik (karena kebutaan), namun hatinya diterangi oleh kehadiran Tuhan.
Bagi Fanny, Tuhan bukan sekadar konsep teologis, melainkan **Sahabat yang nyata**. Ia sering mengatakan bahwa hal pertama yang ingin ia lihat di surga nanti adalah wajah Juruselamatnya. Kerinduan akan perjumpaan ini menjiwai hampir setiap bait dalam lagu ini.
### 4. Dampak Lagu Ini
Lagu ini pertama kali dipublikasikan pada akhir abad ke-19 dan dengan cepat menjadi salah satu lagu yang paling banyak dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia. Keindahannya terletak pada universalitasnya: setiap orang yang merasa lelah, takut, atau merasa sendiri dalam perjalanan hidupnya dapat merasa terhibur dengan lirik tersebut.
**Pesan inti yang ingin disampaikan lagu ini:**
Bahwa kehadiran Tuhan adalah "kompas" bagi jiwa. Selama Tuhan menyertai, tidak ada badai, pencobaan, atau jalan gelap yang perlu ditakuti.
### Penutup
Kolaborasi antara Crosby dan Sweney menciptakan warisan yang abadi. Meskipun Fanny J. Crosby tidak bisa melihat dunia dengan mata jasmaninya, lagu ini menjadi bukti bahwa ia mampu "melihat" Tuhan dengan mata imannya dengan sangat jelas. Hingga hari ini, lagu *"Kurindu Tuhan Beserta"* tetap menjadi doa harian bagi jutaan umat Kristen yang memohon penyertaan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan mereka.
Apakah Anda sedang merenungkan lirik tertentu dari lagu ini, atau ingin tahu lebih dalam mengenai bait-baitnya?
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu yang menyentuh hati ini:
### 1. Konteks Penulisan: Kesederhanaan Iman
Fanny J. Crosby, yang buta sejak usia dini, dikenal sebagai "ratu penulis lagu rohani" pada abad ke-19. Ia telah menulis ribuan lirik lagu, namun ia tidak pernah menulis lagu karena tekanan tenggat waktu atau paksaan. Sebagian besar lagunya lahir dari perenungan mendalam, doa, dan pengalaman pribadinya bersama Tuhan.
Lagu ini ditulis dengan tema sentral tentang **keinginan untuk senantiasa berjalan bersama Tuhan dalam setiap langkah hidup**, baik dalam suka maupun duka. Fanny ingin menyampaikan bahwa kehadiran Tuhan bukanlah sesuatu yang bisa ditawar; itu adalah kebutuhan dasar manusia agar ia tidak tersesat atau jatuh ke dalam pencobaan.
### 2. Sinergi Fanny J. Crosby dan John R. Sweney
Pada masa itu, Fanny sering bekerja sama dengan John R. Sweney, seorang musisi dan komposer yang sangat populer di Amerika. Sweney dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang tidak hanya indah secara musikal, tetapi juga mudah diingat (ritme yang mengalir) agar jemaat dapat dengan mudah menyanyikannya.
Ketika Fanny menyerahkan lirik *"I Would Have the Savior with Me"* kepada Sweney, Sweney memahami kedalaman pesan tersebut. Musik yang ia gubah mencerminkan sebuah "perjalanan". Jika Anda memperhatikan melodi lagu ini, ia memiliki alunan yang tenang namun bersemangat, yang menggambarkan seseorang yang sedang berjalan bersama seorang Sahabat yang ia percayai sepenuhnya.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Dalam liriknya, Fanny Crosby menuliskan keinginan untuk tidak hanya "ditemani" oleh Tuhan, tetapi "dituntun" oleh-Nya. Ada bagian yang sangat menyentuh:
* *"Kurindu Tuhan beserta, dalam hidupku yang fana"* — Ini adalah pengakuan akan singkatnya hidup manusia dan ketergantungan mutlak kepada Tuhan.
* *"Bila jalan jadi gelap, aku takkan takut lagi"* — Ini adalah refleksi dari kehidupan Fanny sendiri yang hidup dalam kegelapan fisik (karena kebutaan), namun hatinya diterangi oleh kehadiran Tuhan.
Bagi Fanny, Tuhan bukan sekadar konsep teologis, melainkan **Sahabat yang nyata**. Ia sering mengatakan bahwa hal pertama yang ingin ia lihat di surga nanti adalah wajah Juruselamatnya. Kerinduan akan perjumpaan ini menjiwai hampir setiap bait dalam lagu ini.
### 4. Dampak Lagu Ini
Lagu ini pertama kali dipublikasikan pada akhir abad ke-19 dan dengan cepat menjadi salah satu lagu yang paling banyak dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia. Keindahannya terletak pada universalitasnya: setiap orang yang merasa lelah, takut, atau merasa sendiri dalam perjalanan hidupnya dapat merasa terhibur dengan lirik tersebut.
**Pesan inti yang ingin disampaikan lagu ini:**
Bahwa kehadiran Tuhan adalah "kompas" bagi jiwa. Selama Tuhan menyertai, tidak ada badai, pencobaan, atau jalan gelap yang perlu ditakuti.
### Penutup
Kolaborasi antara Crosby dan Sweney menciptakan warisan yang abadi. Meskipun Fanny J. Crosby tidak bisa melihat dunia dengan mata jasmaninya, lagu ini menjadi bukti bahwa ia mampu "melihat" Tuhan dengan mata imannya dengan sangat jelas. Hingga hari ini, lagu *"Kurindu Tuhan Beserta"* tetap menjadi doa harian bagi jutaan umat Kristen yang memohon penyertaan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan mereka.
Apakah Anda sedang merenungkan lirik tertentu dari lagu ini, atau ingin tahu lebih dalam mengenai bait-baitnya?
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KJ 402, KC 250, KK 525, KP 70, NKI 247
250
Kuperlukan Jurus'Lamat
402
Kuperlukan Jurus'lamat
525
Kuperlukan Jurus'lamat
70
Titiang Ngiring Sang Hyang Yesus
247
Tuhan Mau Sertai Hamba
Tema :
Umat Allah, Kerinduan