Bekasi, Cikarang & Karawang
216
Nomor
Kode
NP 216
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Umat Allah, Jaminan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Jessie Seymour Irvine
Pencipta Syair
tradisional Skotlandia
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
1
Tuhan Gembalaku yang baik; Cukuplah hidupku; Ke padang sejuk dan air tenang Tuhan membimbingku.
2
Sebab Tuhan Gembalaku, Jiwaku trus segar; DituntunNya ku demi namaNya Di jalan yang benar.
3
Meski jalanku di lembah Bayangan maut kelam, Tuhan beserta dan menghiburku; Jiwaku kan tentram.
4
Hidanganku Kau sajikan Di hadapan setru; Kepalaku pun Engkau urapi; Pialaku penuh.
5
Kebajikan, kemurahan Mengikuti hidupku; Slama-lamanya aku diam trus Di rumah Tuhanku. Amin.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 216
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Kisah di Balik Lagu
Lagu **"The Lord's My Shepherd"** (Tuhan Gembalaku) adalah salah satu lagu rohani yang paling dicintai di dunia. Menariknya, lagu ini memiliki dua "kaki": satu pada **teksnya** yang berasal dari tradisi reformasi Skotlandia, dan satu lagi pada **melodinya** yang ditulis oleh Jessie Seymour Irvine.

Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:

### 1. Asal-Usul Teks: Mazmur 23 (Versi Metrik Skotlandia)
Teks yang kita kenal hari ini berasal dari *Scottish Psalter* (Buku Mazmur Skotlandia) tahun 1650. Pada masa itu, gereja-gereja di Skotlandia memiliki tradisi unik yaitu **"Metrical Psalms"** (Mazmur yang diubah menjadi syair berirama agar mudah dinyanyikan oleh jemaat).

Tujuan dari penulisan ulang ini adalah untuk membuat kata-kata Alkitab (Mazmur 23) menjadi lebih mudah dihafal dan dinyanyikan secara komunal dalam ibadah. Versi 1650 ini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya dan spiritual rakyat Skotlandia selama berabad-abad.

### 2. Sosok di Balik Melodi: Jessie Seymour Irvine (1836–1887)
Melodi yang paling populer dan sering kita dengar saat ini berjudul **"Crimond"**. Melodi inilah yang memberikan "nyawa" bagi teks kuno tersebut.

* **Siapa dia?** Jessie Seymour Irvine adalah putri dari seorang pendeta di Crimond, Aberdeenshire, Skotlandia. Ia adalah seorang organis dan komponis yang berbakat.
* **Penciptaan lagu:** Jessie menulis melodi ini sekitar tahun 1872. Awalnya, melodi ini belum memiliki nama dan belum dipublikasikan secara luas.
* **Misteri publikasi:** Setelah Jessie meninggal pada tahun 1887, ada sedikit perdebatan mengenai kepengarangannya. Melodi ini muncul dalam *The Church Hymnary* (1898) dan diatribusikan kepada Jessie Seymour Irvine, namun ada pihak lain (seperti David Grant) yang sempat mengklaimnya. Namun, konsensus sejarah musik gerejawi saat ini tetap mengakui Jessie sebagai pencipta melodi yang indah dan tenang tersebut.

### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Menyentuh?
Kekuatan lagu ini terletak pada perpaduan antara **kesederhanaan lirik** dan **kedalaman harmoni**:

* **Lirik:** Menggunakan bahasa yang sangat intim dan puitis (misalnya: "He makes me down to lie in pastures green" / "Ia membaringkan aku di padang rumput yang hijau"). Ini memberikan rasa tenang bagi pendengar, terutama bagi mereka yang sedang berduka atau mencari perlindungan.
* **Melodi "Crimond":** Melodi ini memiliki karakteristik Skotlandia yang kentalβ€”sederhana, mengalir, dan tidak terburu-buru. Musik ini tidak menuntut vokal yang rumit, melainkan menuntut ketulusan hati. Itulah sebabnya lagu ini sering digunakan dalam upacara pernikahan maupun pemakaman.

### 4. Warisan Budaya
Lagu ini menjadi sangat ikonik secara internasional karena beberapa alasan:

* **Pernikahan Kerajaan:** Lagu ini dinyanyikan dalam pernikahan Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip pada tahun 1947, yang secara otomatis mempopulerkannya ke seluruh dunia.
* **Identitas Skotlandia:** Bagi orang Skotlandia, lagu ini adalah "lagu kebangsaan spiritual". Lagu ini sering dinyanyikan di stadion olahraga, acara kenegaraan, hingga di rumah-rumah saat beribadah.
* **Pesan Universal:** Terlepas dari latar belakang denominasi, Mazmur 23 yang diiringi melodi Jessie Irvine dianggap sebagai pengingat akan pemeliharaan Tuhan (Gembala) atas domba-domba-Nya (manusia) di tengah lembah kekelaman.

**Kesimpulan:**
Kisah "Tuhan Gembalaku" adalah tentang kolaborasi lintas zaman. Seorang penyair dari abad ke-17 memberikan **pesan** tentang iman yang tak tergoyahkan, dan seorang wanita dari abad ke-19, Jessie Seymour Irvine, memberikan **jiwa** melalui melodi yang begitu tenang. Hingga kini, lagu ini tetap berdiri sebagai salah satu mahakarya dalam sejarah musik gerejawi dunia.

Narasi dari Wikipedia/AI β€” sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.