NP
Pimpinlah HambaMu
O Master, Let Me Walk with Thee
295
Nomor
Kode
NP 295
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Umat Allah, Pelayanan dan Pengabdian
Metronom
0
Pencipta Lagu
H. Percy Smith
Pencipta Syair
Washington Gladden
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Tuhan, semoga jalanku
Turut setiap langkahMu;
Pimpinlah hambaMu tahan
Segnap godaan dan beban.
2
Bri aku hati yang bersih;
Brilah iman penuh kasih,
Untuk memimpin yang sesat
Serta menghibur yang penat.
3
Brikanlah aku tawakal,
Sabar mengabdi tak kesal,
Kerja tekun, iman teguh,
Bertahan dan menang penuh.
4
Dalam cahaya harapan
Yang menerangi di depan,
Dalam sentosa kurniaMu,
Pimpinlah, Tuhan, hambaMu! Amin.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Pimpinlah Hamba-Mu"** (atau dalam bahasa Inggris berjudul **"O Master, Let Me Walk with Thee"**) adalah salah satu himne yang paling menyentuh dan mendalam secara teologis. Lagu ini lahir dari pergumulan batin seorang pengkhotbah di abad ke-19 yang ingin membawa iman ke dalam realitas kehidupan sosial.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Sang Penulis: Washington Gladden
Lirik lagu ini ditulis oleh **Washington Gladden (1836β1918)**, seorang pendeta Kongregasional di Amerika Serikat. Gladden bukan sekadar pengkhotbah biasa; ia dikenal sebagai "bapak" dari gerakan *Social Gospel* (Injil Sosial) di Amerika.
Di masa itu, masyarakat Amerika sedang mengalami perubahan besar akibat Revolusi Industri. Banyak buruh hidup dalam kemiskinan dan ketidakadilan. Gladden percaya bahwa iman Kristen tidak hanya tentang keselamatan pribadi, tetapi juga tentang bagaimana menerapkan ajaran kasih Kristus untuk memperbaiki kondisi masyarakat yang rusak.
### 2. Konteks Penulisan (1879)
Lagu ini ditulis pada tahun 1879. Gladden tidak menulisnya untuk tujuan liturgi gereja yang formal pada awalnya. Ia menulis puisi ini sebagai ekspresi doa pribadinya.
Inspirasi utamanya adalah kerinduan yang mendalam untuk hidup dalam kedekatan yang konstan dengan Yesus Kristus di tengah dunia yang membingungkan. Gladden merasa bahwa banyak orang Kristen kehilangan arah karena mereka mencoba mengikuti Yesus hanya dalam ibadah, tetapi melupakan-Nya dalam interaksi sehari-hari dengan sesama.
Liriknya mencerminkan kerendahan hati:
* *βPimpinlah hamba-Mu, agar berjalan bersama-Mu...β*
* *βAjarlah daku sabar dan tenang...β*
Ini adalah doa seorang pria yang menyadari bahwa ego, amarah, dan keraguannya sering kali menghalangi jalan Tuhan. Gladden ingin agar hidupnyaβsetiap langkah dan tindakannyaβmenjadi cerminan dari karakter Kristus.
### 3. Komposisi Musik: H. Percy Smith
Meskipun liriknya ditulis oleh Gladden, melodi yang kita kenal sekarang (yang berjudul *"Maryton"*) digubah oleh **H. Percy Smith (1825β1898)**.
H. Percy Smith adalah seorang pendeta Gereja Inggris yang juga seorang komposer musik gerejawi yang berbakat. Ia menulis melodi "Maryton" ini pada tahun 1874, beberapa tahun sebelum Gladden menulis liriknya. Nama "Maryton" diambil dari nama sebuah paroki tempat Smith melayani. Perpaduan antara lirik Gladden yang penuh kerinduan dan melodi Smith yang tenang dan kontemplatif membuat lagu ini menjadi sangat populer di berbagai gereja di seluruh dunia.
### 4. Makna di Balik Lirik
Jika kita menelaah bait demi bait, lagu ini adalah sebuah "permohonan untuk transformasi diri":
* **Bait Pertama:** Pengakuan bahwa kita tidak bisa berjalan sendiri dalam dunia yang penuh "tipu daya" dan kesulitan. Kita meminta Yesus sebagai pemandu.
* **Bait Kedua:** Permohonan akan ketenangan. Di dunia yang bising dan penuh persaingan, penulis meminta kemampuan untuk "mendengar bisikan kasih-Mu" di tengah "keributan dunia."
* **Bait Ketiga:** Fokus pada pelayanan. Gladden menyinggung tentang menolong mereka yang "lelah" dan "sesat." Ini adalah bukti nyata dari pemikiran *Social Gospel*-nya bahwa mengikuti Yesus berarti harus peduli pada sesama.
### 5. Warisan
"O Master, Let Me Walk with Thee" menjadi sangat dicintai karena kejujurannya. Lagu ini tidak mempromosikan kesuksesan duniawi atau kebanggaan rohani, melainkan sebuah kerendahan hati untuk terus belajar menjadi serupa dengan Kristus.
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan ke dalam Kidung Jemaat nomor 392, dan sering dinyanyikan sebagai lagu penutup kebaktian atau saat doa komitmen pribadi. Lagu ini tetap relevan hingga hari ini, sebagai pengingat bahwa dalam dunia yang semakin sibuk dan tidak menentu, satu-satunya cara terbaik untuk melangkah adalah dengan memegang tangan Sang Guru.
**Intisari:** Lagu ini adalah doa seorang pejuang keadilan sosial yang menyadari bahwa untuk mengubah dunia, ia harus terlebih dahulu membiarkan Yesus mengubah hatinya langkah demi langkah.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Sang Penulis: Washington Gladden
Lirik lagu ini ditulis oleh **Washington Gladden (1836β1918)**, seorang pendeta Kongregasional di Amerika Serikat. Gladden bukan sekadar pengkhotbah biasa; ia dikenal sebagai "bapak" dari gerakan *Social Gospel* (Injil Sosial) di Amerika.
Di masa itu, masyarakat Amerika sedang mengalami perubahan besar akibat Revolusi Industri. Banyak buruh hidup dalam kemiskinan dan ketidakadilan. Gladden percaya bahwa iman Kristen tidak hanya tentang keselamatan pribadi, tetapi juga tentang bagaimana menerapkan ajaran kasih Kristus untuk memperbaiki kondisi masyarakat yang rusak.
### 2. Konteks Penulisan (1879)
Lagu ini ditulis pada tahun 1879. Gladden tidak menulisnya untuk tujuan liturgi gereja yang formal pada awalnya. Ia menulis puisi ini sebagai ekspresi doa pribadinya.
Inspirasi utamanya adalah kerinduan yang mendalam untuk hidup dalam kedekatan yang konstan dengan Yesus Kristus di tengah dunia yang membingungkan. Gladden merasa bahwa banyak orang Kristen kehilangan arah karena mereka mencoba mengikuti Yesus hanya dalam ibadah, tetapi melupakan-Nya dalam interaksi sehari-hari dengan sesama.
Liriknya mencerminkan kerendahan hati:
* *βPimpinlah hamba-Mu, agar berjalan bersama-Mu...β*
* *βAjarlah daku sabar dan tenang...β*
Ini adalah doa seorang pria yang menyadari bahwa ego, amarah, dan keraguannya sering kali menghalangi jalan Tuhan. Gladden ingin agar hidupnyaβsetiap langkah dan tindakannyaβmenjadi cerminan dari karakter Kristus.
### 3. Komposisi Musik: H. Percy Smith
Meskipun liriknya ditulis oleh Gladden, melodi yang kita kenal sekarang (yang berjudul *"Maryton"*) digubah oleh **H. Percy Smith (1825β1898)**.
H. Percy Smith adalah seorang pendeta Gereja Inggris yang juga seorang komposer musik gerejawi yang berbakat. Ia menulis melodi "Maryton" ini pada tahun 1874, beberapa tahun sebelum Gladden menulis liriknya. Nama "Maryton" diambil dari nama sebuah paroki tempat Smith melayani. Perpaduan antara lirik Gladden yang penuh kerinduan dan melodi Smith yang tenang dan kontemplatif membuat lagu ini menjadi sangat populer di berbagai gereja di seluruh dunia.
### 4. Makna di Balik Lirik
Jika kita menelaah bait demi bait, lagu ini adalah sebuah "permohonan untuk transformasi diri":
* **Bait Pertama:** Pengakuan bahwa kita tidak bisa berjalan sendiri dalam dunia yang penuh "tipu daya" dan kesulitan. Kita meminta Yesus sebagai pemandu.
* **Bait Kedua:** Permohonan akan ketenangan. Di dunia yang bising dan penuh persaingan, penulis meminta kemampuan untuk "mendengar bisikan kasih-Mu" di tengah "keributan dunia."
* **Bait Ketiga:** Fokus pada pelayanan. Gladden menyinggung tentang menolong mereka yang "lelah" dan "sesat." Ini adalah bukti nyata dari pemikiran *Social Gospel*-nya bahwa mengikuti Yesus berarti harus peduli pada sesama.
### 5. Warisan
"O Master, Let Me Walk with Thee" menjadi sangat dicintai karena kejujurannya. Lagu ini tidak mempromosikan kesuksesan duniawi atau kebanggaan rohani, melainkan sebuah kerendahan hati untuk terus belajar menjadi serupa dengan Kristus.
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan ke dalam Kidung Jemaat nomor 392, dan sering dinyanyikan sebagai lagu penutup kebaktian atau saat doa komitmen pribadi. Lagu ini tetap relevan hingga hari ini, sebagai pengingat bahwa dalam dunia yang semakin sibuk dan tidak menentu, satu-satunya cara terbaik untuk melangkah adalah dengan memegang tangan Sang Guru.
**Intisari:** Lagu ini adalah doa seorang pejuang keadilan sosial yang menyadari bahwa untuk mengubah dunia, ia harus terlebih dahulu membiarkan Yesus mengubah hatinya langkah demi langkah.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
289
Hai Dengar Suara Yesus
290
Mari Bekerja S'karang
291
Mari Kumpulkan
292
Antarkan, Masukkan
293
Ya, Tuhan T'lah Datang
294
Yang Kami Baktikan
296
Jiwa Raga Kubaktikan
297
Jiwa Raga Kubaktikan
298
Berita Baik
299
B'ri yang Terbaik
300
Kau Sanggupkah? Tanya Jesus
301
Banyakkan Kasihku
302
Persembahan Hati
303
HambaMu Mohon Pimpinan
304
Kus'rahkan HidupKu Karnamu
305
Tuhan, BagiMu
306
Pikul Salib