NP
Kasih Tuhan Harapanku
Love Lifted Me
318
Nomor
Kode
NP 318
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Umat Allah, Kesaksian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Howard E. Smith
Pencipta Syair
James Rowe
Cross Ref.
PPK 112, KMM 124, GB 256, KPPK 331
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Dalam dosa ku tengglam, Jauh dari daratan;
Aku sungguh jahanam, Putus pengharapan;
Tlah terkabul pintaku, Akan keslamatan;
Dari jahat hidupku dislamatkan.
Kasih Tuhan harapanku;
Ku slamatlah oleh kasih Tuhan.
Kasih Tuhan harapanku;
Kuslamatlah oleh kasih Tuhan.
2
Jiwa raga kusrahkan, Juru Selamatku;
Tuhan, Kaulah pimpinan, Ya slama hidupku;
Sungguh agung kasihMu, Haruslah kubalas:
Kuabdikan diriku dengan ikhlas.
3
Pandang pada Yesuslah, Hai kamu yang tengglam!
KasihNya penuh murah, KuasaNya tak diam;
Sgala ombak lautan, Turutlah printahNya;
Trimalah keslamatan, KaruniaNya!
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu "Dalam Lautan Yang Kelam" atau yang lebih dikenal dengan judul aslinya, "Love Lifted Me," adalah sebuah himne klasik yang telah menyentuh jutaan hati di seluruh dunia. Kisah di baliknya tidak hanya tentang melodi dan lirik, tetapi juga tentang kekuatan iman, harapan, dan penyelamatan ilahi yang universal.
Lagu ini ditulis oleh **James Rowe** (lirik) dan **Howard E. Smith** (musik), dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1912.
### Latar Belakang James Rowe (Sang Penulis Lirik)
James Rowe (1865-1933) adalah seorang penulis lirik himne yang sangat produktif. Ia lahir di Yorkshire, Inggris, dan kemudian beremigrasi ke Amerika Serikat pada usia muda. Ia adalah seorang Metodis yang saleh dan menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai seorang jurnalis dan penulis. Rowe dikenal karena kemampuannya melukiskan gambaran yang hidup dan seringkali naratif dalam lirik-liriknya, yang mencerminkan pengalaman spiritual yang mendalam. Diperkirakan ia menulis lebih dari 19.000 lirik himne sepanjang hidupnya!
Inspirasi di balik "Love Lifted Me" bukanlah sebuah kejadian fisik yang spesifik seperti tenggelamnya kapal, melainkan sebuah **metafora spiritual yang kuat**. Rowe membayangkan kondisi jiwa manusia yang terperangkap dalam "lautan yang kelam" – lautan dosa, kesusahan, keputusasaan, dan godaan hidup. Dalam gambaran ini, seseorang merasa tak berdaya, hanyut, dan tenggelam di tengah gelombang kehidupan yang membingungkan dan mengancam.
Rowe, melalui liriknya, ingin menyampaikan bahwa dalam kondisi terburuk sekalipun, ada satu kekuatan yang dapat menyelamatkan: **kasih Tuhan**. Ia melihat Kristus sebagai penyelamat yang mengulurkan tangan-Nya, mengangkat jiwa yang tenggelam dari jurang keputusasaan menuju keselamatan dan kedamaian. Liriknya yang ikonik:
> *Dalam lautan yang kelam, kuterombang-ambing
> Terhempas badai topan, aku nyaris binasa
> Tangan-Nya terulur, kasih-Nya yang kudus
> Menarikku ke darat, cinta mengangkatku!*
>
> *(In loving kindness Jesus came when I was lost in sin,
> And with His gracious hand He reached, and drew me safely in.
> He heard my faint, despairing cry, and from the waters blest,
> He lifted me to heights of joy—O love, lifted me!)*
Ini bukan hanya puisi religius; itu adalah kesaksian universal tentang bagaimana iman dapat mengangkat seseorang dari kegelapan menuju terang.
### Latar Belakang Howard E. Smith (Sang Komposer)
Howard E. Smith (1876-1918) adalah seorang komposer dan direktur musik yang juga aktif di era yang sama dengan Rowe. Ia dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang sederhana namun kuat dan mudah dinyanyikan, yang seringkali menjadi sangat populer di kalangan jemaat gereja. Smith memiliki bakat untuk menerjemahkan emosi dan pesan lirik ke dalam bentuk musik yang dapat dirasakan.
Ketika Rowe mengirimkan lirik untuk "Love Lifted Me" kepada Smith, Smith terinspirasi oleh gambaran yang begitu jelas dan menyentuh. Ia kemudian menyusun melodi yang indah dan mengharukan yang dengan sempurna menangkap esensi lirik tersebut. Melodi Smith memiliki gerakan naik yang terasa mengangkat, menggemakan pesan penyelamatan dan kebahagiaan yang terkandung dalam lirik Rowe. Kesederhanaan melodi ini membuatnya mudah dihafal dan dinyanyikan bersama, sehingga lagu ini cepat menyebar dan dicintai.
### Kolaborasi dan Pesan Abadi
Kolaborasi antara Rowe dan Smith menghasilkan sebuah karya yang melampaui zaman. Rowe menyediakan "kisah" spiritual, dan Smith memberikan "suara" yang menggerakkan hati. Lagu ini pertama kali diterbitkan dalam buku himne "Songs of the Coming King" pada tahun 1912.
**Pesan inti dari "Love Lifted Me" adalah:**
1. **Keadaan Manusia yang Rentan:** Mengakui bahwa manusia, tanpa campur tangan ilahi, seringkali merasa tersesat, tak berdaya, dan kewalahan oleh kesulitan hidup atau beban dosa.
2. **Kekuatan Kasih Ilahi:** Menegaskan bahwa kasih Tuhan (yang digambarkan melalui Yesus Kristus) adalah satu-satunya kekuatan yang mampu menyelamatkan dan memulihkan.
3. **Penyelamatan dan Transformasi:** Menggambarkan proses penyelamatan sebagai "pengangkatan" dari situasi yang mematikan menuju kehidupan yang baru, penuh sukacita, dan harapan.
Dalam budaya Indonesia, lagu ini diterjemahkan menjadi "Dalam Lautan Yang Kelam" dan menjadi salah satu himne yang sangat populer di berbagai denominasi Kristen. Terjemahan ini berhasil menangkap nuansa puitis dan spiritual dari aslinya, sehingga pesan kasih yang menyelamatkan ini tetap relevan dan powerful bagi banyak orang.
"Love Lifted Me" bukan hanya sebuah lagu; ini adalah sebuah pengalaman, sebuah janji, dan sebuah pengingat abadi bahwa tidak peduli seberapa dalam kita merasa tenggelam, ada tangan yang kuat dan penuh kasih yang selalu siap mengangkat kita.
Lagu ini ditulis oleh **James Rowe** (lirik) dan **Howard E. Smith** (musik), dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1912.
### Latar Belakang James Rowe (Sang Penulis Lirik)
James Rowe (1865-1933) adalah seorang penulis lirik himne yang sangat produktif. Ia lahir di Yorkshire, Inggris, dan kemudian beremigrasi ke Amerika Serikat pada usia muda. Ia adalah seorang Metodis yang saleh dan menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai seorang jurnalis dan penulis. Rowe dikenal karena kemampuannya melukiskan gambaran yang hidup dan seringkali naratif dalam lirik-liriknya, yang mencerminkan pengalaman spiritual yang mendalam. Diperkirakan ia menulis lebih dari 19.000 lirik himne sepanjang hidupnya!
Inspirasi di balik "Love Lifted Me" bukanlah sebuah kejadian fisik yang spesifik seperti tenggelamnya kapal, melainkan sebuah **metafora spiritual yang kuat**. Rowe membayangkan kondisi jiwa manusia yang terperangkap dalam "lautan yang kelam" – lautan dosa, kesusahan, keputusasaan, dan godaan hidup. Dalam gambaran ini, seseorang merasa tak berdaya, hanyut, dan tenggelam di tengah gelombang kehidupan yang membingungkan dan mengancam.
Rowe, melalui liriknya, ingin menyampaikan bahwa dalam kondisi terburuk sekalipun, ada satu kekuatan yang dapat menyelamatkan: **kasih Tuhan**. Ia melihat Kristus sebagai penyelamat yang mengulurkan tangan-Nya, mengangkat jiwa yang tenggelam dari jurang keputusasaan menuju keselamatan dan kedamaian. Liriknya yang ikonik:
> *Dalam lautan yang kelam, kuterombang-ambing
> Terhempas badai topan, aku nyaris binasa
> Tangan-Nya terulur, kasih-Nya yang kudus
> Menarikku ke darat, cinta mengangkatku!*
>
> *(In loving kindness Jesus came when I was lost in sin,
> And with His gracious hand He reached, and drew me safely in.
> He heard my faint, despairing cry, and from the waters blest,
> He lifted me to heights of joy—O love, lifted me!)*
Ini bukan hanya puisi religius; itu adalah kesaksian universal tentang bagaimana iman dapat mengangkat seseorang dari kegelapan menuju terang.
### Latar Belakang Howard E. Smith (Sang Komposer)
Howard E. Smith (1876-1918) adalah seorang komposer dan direktur musik yang juga aktif di era yang sama dengan Rowe. Ia dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang sederhana namun kuat dan mudah dinyanyikan, yang seringkali menjadi sangat populer di kalangan jemaat gereja. Smith memiliki bakat untuk menerjemahkan emosi dan pesan lirik ke dalam bentuk musik yang dapat dirasakan.
Ketika Rowe mengirimkan lirik untuk "Love Lifted Me" kepada Smith, Smith terinspirasi oleh gambaran yang begitu jelas dan menyentuh. Ia kemudian menyusun melodi yang indah dan mengharukan yang dengan sempurna menangkap esensi lirik tersebut. Melodi Smith memiliki gerakan naik yang terasa mengangkat, menggemakan pesan penyelamatan dan kebahagiaan yang terkandung dalam lirik Rowe. Kesederhanaan melodi ini membuatnya mudah dihafal dan dinyanyikan bersama, sehingga lagu ini cepat menyebar dan dicintai.
### Kolaborasi dan Pesan Abadi
Kolaborasi antara Rowe dan Smith menghasilkan sebuah karya yang melampaui zaman. Rowe menyediakan "kisah" spiritual, dan Smith memberikan "suara" yang menggerakkan hati. Lagu ini pertama kali diterbitkan dalam buku himne "Songs of the Coming King" pada tahun 1912.
**Pesan inti dari "Love Lifted Me" adalah:**
1. **Keadaan Manusia yang Rentan:** Mengakui bahwa manusia, tanpa campur tangan ilahi, seringkali merasa tersesat, tak berdaya, dan kewalahan oleh kesulitan hidup atau beban dosa.
2. **Kekuatan Kasih Ilahi:** Menegaskan bahwa kasih Tuhan (yang digambarkan melalui Yesus Kristus) adalah satu-satunya kekuatan yang mampu menyelamatkan dan memulihkan.
3. **Penyelamatan dan Transformasi:** Menggambarkan proses penyelamatan sebagai "pengangkatan" dari situasi yang mematikan menuju kehidupan yang baru, penuh sukacita, dan harapan.
Dalam budaya Indonesia, lagu ini diterjemahkan menjadi "Dalam Lautan Yang Kelam" dan menjadi salah satu himne yang sangat populer di berbagai denominasi Kristen. Terjemahan ini berhasil menangkap nuansa puitis dan spiritual dari aslinya, sehingga pesan kasih yang menyelamatkan ini tetap relevan dan powerful bagi banyak orang.
"Love Lifted Me" bukan hanya sebuah lagu; ini adalah sebuah pengalaman, sebuah janji, dan sebuah pengingat abadi bahwa tidak peduli seberapa dalam kita merasa tenggelam, ada tangan yang kuat dan penuh kasih yang selalu siap mengangkat kita.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
PPK 112, KMM 124, GB 256, KPPK 331
256
Dalam Lautan Yang Kelam
124
Dalam Lautan Yang Kelam
331
Kasih Tuhan Selamatkanku
112
Dalam Lautan Yang Kelam
Tema :
Umat Allah, Kesaksian
307
Kupandang Salib Yesus
308
Yesuslah Terang Dunia
309
Sang Tabib Agung
310
Juru S'lamat Pujaanku
311
Ku Suka Memb'ritakan S'lamat!
312
Ku Suka Memb'ritakan S'lamat
313
Damai Bagaikan Sungai
314
Damai yang Padaku
315
Karna Allah Cinta
316
Tuhan Yesus Bunga Bakung
317
Bukanlah Aku, Hanya Yesus Kristus
319
Sahabatku, Ya Yesus
320
Padaku Ada Sahabat
321
Aku Gembira Yesus Kasih Padaku
322
S'karang Ku Milik Yesus
323
Menanglah Dalam Yesus
324
Dalam Nama Yesus
325
Sungguhlah Hidup Tuhanku
326
Haleluya
327
Tak Tersembunyi Kuasa Allah
328
Kupancarkan KeindahanMu
329
Muliakan NamaNya
330
Aku DiangkatNya
331
Ada Kisah Untuk Bangsa-Bangsa
332
O Nama Yesus nan Indah
333
Ku Bersandar PadaNya
334
Sejak Ku Ditebus
335
Dalam Taman