NKI
Pelihara Suluhmu
Let The Lower Lights Be Burning
173
Nomor
Kode
NKI 173
Buku
Nyanyian Kemenangan Iman
Tematik
Pelayanan
Metronom
0
Cross Ref.
KMM 91, KK 556, GB 280, NP192, NKB 260
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Mercusuar kasih Bapa memancarkan sinarnya
Namun suluh yang dipantai kitalah penjaganya.
Pelihara suluh pantai walau hanya klip kelap
Agar tiada orang hilang di lautan yang gelap.
2
Malam dosa sudah turun ombak dahsyat menyerang
Banyaklah pelaut mengharap sinar suluh yang terang.
3
Peliharalah suluhmu agar orang yang cemas
Yang mencari pelabuhan dari mara terlepas.
4
Rajamu klak datang segβra Ia tahu gβnap kerjamu
Sambil kau nantikan Dia angkat tinggi suluhmu.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"Let the Lower Lights Be Burning"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai **"Mercusuar Kasih Bapa"**) adalah sebuah kisah nyata yang dramatis tentang tanggung jawab, pengorbanan, dan keselamatan di tengah badai kehidupan.
Lagu ini ditulis oleh **Philip P. Bliss** pada tahun 1871. Berikut adalah detail latar belakang terciptanya lagu tersebut:
### 1. Ilham dari Khotbah D.L. Moody
Inspirasi utama lagu ini berasal dari sebuah ilustrasi yang dibawakan oleh penginjil terkenal, **Dwight L. Moody**. Dalam salah satu khotbahnya, Moody menceritakan sebuah kisah tentang kapal yang sedang berlayar di malam hari di Danau Erie, Amerika Serikat, menuju ke pelabuhan Cleveland.
Malam itu sangat gelap dan badai menerjang dengan hebat. Kapal tersebut harus melewati pintu masuk pelabuhan yang sempit, yang ditandai dengan dua mercusuar:
* **Mercusuar utama** yang berada di posisi tinggi.
* **Mercusuar rendah (lower lights)** yang terletak di dekat pintu masuk pelabuhan.
### 2. Tragedi di Pelabuhan
Ketika kapal itu mendekati pelabuhan, kapten kapal bertanya kepada petugas jaga, *"Apakah kamu melihat lampu-lampu di pelabuhan?"*
Petugas menjawab, *"Saya hanya melihat mercusuar yang di atas (utama)."*
Kapten merasa cemas karena lampu-lampu di posisi rendah (yang menjadi panduan posisi yang tepat untuk masuk) tidak menyala. Karena mercusuar rendah itu mati, kapten tidak bisa memperkirakan posisi yang aman. Akibatnya, kapal itu meleset dari jalur dan menabrak karang. Banyak orang yang tenggelam di perairan yang gelap tersebut.
Moody menutup ilustrasi tersebut dengan sebuah pesan spiritual yang kuat kepada para jemaatnya:
> *"Tuhan akan menjaga mercusuar utama (diri-Nya sendiri) tetap menyala. Tetapi, Ia mengharapkan kita untuk menjaga agar lampu-lampu rendah kita (tugas kita di dunia) tetap menyala, agar jiwa-jiwa yang sedang terombang-ambing di tengah badai dosa dapat menemukan jalan keselamatan."*
### 3. Philip P. Bliss Mengubahnya Menjadi Lagu
Philip P. Bliss, yang saat itu bekerja bersama Moody sebagai pemimpin pujian, sangat tersentuh oleh cerita tersebut. Ia segera menulis lirik lagu yang menggambarkan tanggung jawab orang percaya untuk menjadi "lampu rendah" bagi mereka yang tersesat di tengah "samudera kehidupan".
Liriknya berbunyi:
*"Brightly beams our Fatherβs mercy from His lighthouse evermore, but to us He gives the keeping of the lights along the shore."*
*(Secara bebas: "Bersinar terang kasih Bapa dari mercusuar-Nya selamanya, namun kepada kitalah Ia memberi tugas menjaga lampu-lampu di sepanjang pantai.")*
### 4. Makna Teologis
Lagu ini menjadi salah satu hymne paling ikonik karena pesannya yang universal:
* **Allah sebagai Mercusuar Utama:** Kasih, pengampunan, dan keselamatan berasal dari Allah. Itu adalah sumber cahaya yang tidak akan pernah padam.
* **Manusia sebagai "Lower Lights":** Orang Kristen dipanggil untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan. Kita tidak perlu menjadi mercusuar yang besar dan agung, kita hanya perlu menjaga agar "lampu" kecil kitaβyakni kesaksian hidup, kasih, dan pelayanan kita kepada sesamaβtetap menyala.
### Epilog
Philip P. Bliss sendiri kemudian dikenal sebagai salah satu penulis lagu rohani paling produktif di abad ke-19. Tragisnya, Bliss meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan kereta api di tahun 1876 saat mencoba menyelamatkan istrinya. Ia hidup sebagaimana ia menulis lagu: menjadi "lampu" yang tetap menyala hingga akhir hayatnya.
Lagu ini tetap relevan hingga hari ini, mengingatkan kita bahwa meskipun kita merasa kecil dan tidak berarti, tindakan sederhana kita dalam menunjukkan kasih Tuhan bisa menjadi penyelamat bagi jiwa lain yang sedang berjuang di tengah "gelapnya" dunia.
Lagu ini ditulis oleh **Philip P. Bliss** pada tahun 1871. Berikut adalah detail latar belakang terciptanya lagu tersebut:
### 1. Ilham dari Khotbah D.L. Moody
Inspirasi utama lagu ini berasal dari sebuah ilustrasi yang dibawakan oleh penginjil terkenal, **Dwight L. Moody**. Dalam salah satu khotbahnya, Moody menceritakan sebuah kisah tentang kapal yang sedang berlayar di malam hari di Danau Erie, Amerika Serikat, menuju ke pelabuhan Cleveland.
Malam itu sangat gelap dan badai menerjang dengan hebat. Kapal tersebut harus melewati pintu masuk pelabuhan yang sempit, yang ditandai dengan dua mercusuar:
* **Mercusuar utama** yang berada di posisi tinggi.
* **Mercusuar rendah (lower lights)** yang terletak di dekat pintu masuk pelabuhan.
### 2. Tragedi di Pelabuhan
Ketika kapal itu mendekati pelabuhan, kapten kapal bertanya kepada petugas jaga, *"Apakah kamu melihat lampu-lampu di pelabuhan?"*
Petugas menjawab, *"Saya hanya melihat mercusuar yang di atas (utama)."*
Kapten merasa cemas karena lampu-lampu di posisi rendah (yang menjadi panduan posisi yang tepat untuk masuk) tidak menyala. Karena mercusuar rendah itu mati, kapten tidak bisa memperkirakan posisi yang aman. Akibatnya, kapal itu meleset dari jalur dan menabrak karang. Banyak orang yang tenggelam di perairan yang gelap tersebut.
Moody menutup ilustrasi tersebut dengan sebuah pesan spiritual yang kuat kepada para jemaatnya:
> *"Tuhan akan menjaga mercusuar utama (diri-Nya sendiri) tetap menyala. Tetapi, Ia mengharapkan kita untuk menjaga agar lampu-lampu rendah kita (tugas kita di dunia) tetap menyala, agar jiwa-jiwa yang sedang terombang-ambing di tengah badai dosa dapat menemukan jalan keselamatan."*
### 3. Philip P. Bliss Mengubahnya Menjadi Lagu
Philip P. Bliss, yang saat itu bekerja bersama Moody sebagai pemimpin pujian, sangat tersentuh oleh cerita tersebut. Ia segera menulis lirik lagu yang menggambarkan tanggung jawab orang percaya untuk menjadi "lampu rendah" bagi mereka yang tersesat di tengah "samudera kehidupan".
Liriknya berbunyi:
*"Brightly beams our Fatherβs mercy from His lighthouse evermore, but to us He gives the keeping of the lights along the shore."*
*(Secara bebas: "Bersinar terang kasih Bapa dari mercusuar-Nya selamanya, namun kepada kitalah Ia memberi tugas menjaga lampu-lampu di sepanjang pantai.")*
### 4. Makna Teologis
Lagu ini menjadi salah satu hymne paling ikonik karena pesannya yang universal:
* **Allah sebagai Mercusuar Utama:** Kasih, pengampunan, dan keselamatan berasal dari Allah. Itu adalah sumber cahaya yang tidak akan pernah padam.
* **Manusia sebagai "Lower Lights":** Orang Kristen dipanggil untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan. Kita tidak perlu menjadi mercusuar yang besar dan agung, kita hanya perlu menjaga agar "lampu" kecil kitaβyakni kesaksian hidup, kasih, dan pelayanan kita kepada sesamaβtetap menyala.
### Epilog
Philip P. Bliss sendiri kemudian dikenal sebagai salah satu penulis lagu rohani paling produktif di abad ke-19. Tragisnya, Bliss meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan kereta api di tahun 1876 saat mencoba menyelamatkan istrinya. Ia hidup sebagaimana ia menulis lagu: menjadi "lampu" yang tetap menyala hingga akhir hayatnya.
Lagu ini tetap relevan hingga hari ini, mengingatkan kita bahwa meskipun kita merasa kecil dan tidak berarti, tindakan sederhana kita dalam menunjukkan kasih Tuhan bisa menjadi penyelamat bagi jiwa lain yang sedang berjuang di tengah "gelapnya" dunia.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KMM 91, KK 556, GB 280, NP192, NKB 260
280
Mercusuar Kasih Bapa
556
Mercu Suar Kasih Bapa
91
Mercu Suar Kasih Bapa
192
Nyalakan Suluh RahmatNya
Tema :
Pelayanan
74
Percayalah Kami Akan Dikau
130
Hambamu Tuhan Ajarkan
133
Ku Ada Tugas Hendak Ditunaikan
142
Kubawa Kabar Yang Senang
147
Sabdalah, Tuhanku!
166
Tulus, Setia Dan Berani
175
Apakah Engkau Buat Untuk Yesus?
209
Kewajibanmu Yang Mulia
241
Yesus Mau Kami Bercah'ya
267
Mengabarkan Injil Almasih
297
Ku Kirim Kau