NKI
S'panjang Jalan Tuhan Pimpin
All The Way My Saviour Leads Me
286
Nomor
Kode
NKI 286
Buku
Nyanyian Kemenangan Iman
Tematik
Pimpinan
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 408, KK 510
Syair / Lirik
3 bait
1
Di jalanku ku diiring oleh Yesus Tuhanku
Apakah yang kurang lagi jika Dia panduku?
Diberi damai surgawi asal imanku teguh
Suka duka dipakai-Nya untuk kebaikanku
Suka duka dipakai-Nya untuk kebaikanku.
2
Di jalanku yang berliku dihibur-Nya hatiku
Bila tiba pencobaan dikuatkan imanku
Jika aku kehausan dan langkahku tak tetap
Dari cadas di depanku datang air yang sedap
Dari cadas di depanku datang air yang sedap.
3
Di jalanku nyata sangat kasih Tuhan yang mesra
Dijanjikan perhentian di rumah-Nya yang baka
Jika jiwaku membumbung meninggalkan dunia
Kunyanyikan tak hentinya kasih dan pimpinan-Nya
Kunyanyikan tak hentinya kasih dan pimpinan-Nya.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
3 slide
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"All the Way My Savior Leads Me"** (Tuhan yang Memimpin Aku) adalah salah satu cerita yang paling menyentuh dalam sejarah lagu rohani Kristen, karena melibatkan persahabatan antara dua raksasa musik gerejawi: **Fanny J. Crosby** (penulis lirik) dan **Robert Lowry** (komposer).
Berikut adalah detail kisah di balik terciptanya lagu tersebut:
### 1. Sosok di Balik Lirik: Fanny J. Crosby
Fanny J. Crosby adalah seorang wanita yang buta sejak usia enam minggu. Meski kehilangan penglihatannya, ia menjadi penulis lagu rohani paling produktif dalam sejarah, dengan lebih dari 8.000 lagu. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat bersyukur dan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah hidupnya.
### 2. Momen "Kebutuhan yang Mendesak"
Kisah terciptanya lagu ini terjadi pada tahun 1874. Pada saat itu, Fanny sedang mengalami kesulitan keuangan. Ia sangat membutuhkan uang untuk kebutuhan hidupnya, namun ia adalah orang yang sangat tidak suka meminta-minta atau meminjam uang. Ia memiliki prinsip untuk selalu mengandalkan penyediaan Tuhan secara langsung.
Suatu hari, Fanny berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan mengenai kebutuhan finansialnya yang mendesak. Ia merasa sangat tertekan, namun ia tetap memilih untuk percaya bahwa Tuhan akan memelihara hidupnya.
### 3. Jawaban Tuhan melalui Robert Lowry
Tepat setelah ia selesai berdoa, seorang teman datang mengunjunginya. Orang tersebut memberikan sejumlah uang kepada Fanny sebagai tanda kasih, yang jumlahnya **tepat sesuai dengan kebutuhan yang baru saja ia doakan** kepada Tuhan.
Fanny merasa sangat terharu dan takjub akan bagaimana Tuhan menjawab doanya secara spesifik dan tepat waktu. Ia merasa bahwa Tuhan benar-benar "menuntunnya sepanjang jalan" (all the way), bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun.
Dengan penuh sukacita dan rasa syukur yang meluap-luap, Fanny segera mengambil pena dan mulai menuliskan lirik lagu tersebut. Ia ingin mengungkapkan keyakinan imannya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya, baik dalam kelimpahan maupun kekurangan, dalam suka maupun duka.
### 4. Peran Robert Lowry
Fanny kemudian memberikan lirik tersebut kepada **Robert Lowry**, seorang pendeta dan musisi berbakat. Lowry, yang memang sering bekerja sama dengan Fanny, segera merespons lirik tersebut dengan melodi yang lembut, tenang, dan penuh penyerahan diri. Ia berhasil menangkap esensi dari puisi Fanny ke dalam alunan musik yang menguatkan.
### Makna Lirik yang Mendalam
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah pengakuan iman.
* **"All the way my Savior leads me"**: Pengakuan bahwa setiap langkah hidup, baik itu jalan yang terjal maupun yang rata, sudah diatur oleh Tuhan.
* **"What have I to ask beside"**: Sebuah pernyataan retoris bahwa jika Tuhan sudah memimpin, maka tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan dalam hidup ini.
* **"For I know whate'er befall me, Jesus doeth all things well"**: Bagian yang paling menyentuh, menegaskan bahwa dalam setiap kejadian buruk atau baik (whate'er befall), Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang baik bagi kita.
### Kesimpulan
Lagu ini menjadi bukti nyata dari kehidupan Fanny J. Crosby yang meskipun hidup dalam kegelapan fisik, namun memiliki "penglihatan" rohani yang sangat tajam. Lagu ini terus dinyanyikan hingga hari ini sebagai pengingat bagi jutaan orang Kristen bahwa **tangan Tuhan yang tidak terlihat selalu menuntun kita** di sepanjang perjalanan hidup, bahkan saat kita merasa tidak tahu harus melangkah ke mana.
Setiap kali kita menyanyikan lagu ini, kita sebenarnya sedang mendengarkan kisah tentang seorang wanita buta yang di tengah himpitan ekonomi, memilih untuk berhenti sejenak dan bersyukur karena Tuhan telah memimpin langkahnya "sepanjang jalan."
Berikut adalah detail kisah di balik terciptanya lagu tersebut:
### 1. Sosok di Balik Lirik: Fanny J. Crosby
Fanny J. Crosby adalah seorang wanita yang buta sejak usia enam minggu. Meski kehilangan penglihatannya, ia menjadi penulis lagu rohani paling produktif dalam sejarah, dengan lebih dari 8.000 lagu. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat bersyukur dan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah hidupnya.
### 2. Momen "Kebutuhan yang Mendesak"
Kisah terciptanya lagu ini terjadi pada tahun 1874. Pada saat itu, Fanny sedang mengalami kesulitan keuangan. Ia sangat membutuhkan uang untuk kebutuhan hidupnya, namun ia adalah orang yang sangat tidak suka meminta-minta atau meminjam uang. Ia memiliki prinsip untuk selalu mengandalkan penyediaan Tuhan secara langsung.
Suatu hari, Fanny berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan mengenai kebutuhan finansialnya yang mendesak. Ia merasa sangat tertekan, namun ia tetap memilih untuk percaya bahwa Tuhan akan memelihara hidupnya.
### 3. Jawaban Tuhan melalui Robert Lowry
Tepat setelah ia selesai berdoa, seorang teman datang mengunjunginya. Orang tersebut memberikan sejumlah uang kepada Fanny sebagai tanda kasih, yang jumlahnya **tepat sesuai dengan kebutuhan yang baru saja ia doakan** kepada Tuhan.
Fanny merasa sangat terharu dan takjub akan bagaimana Tuhan menjawab doanya secara spesifik dan tepat waktu. Ia merasa bahwa Tuhan benar-benar "menuntunnya sepanjang jalan" (all the way), bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun.
Dengan penuh sukacita dan rasa syukur yang meluap-luap, Fanny segera mengambil pena dan mulai menuliskan lirik lagu tersebut. Ia ingin mengungkapkan keyakinan imannya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya, baik dalam kelimpahan maupun kekurangan, dalam suka maupun duka.
### 4. Peran Robert Lowry
Fanny kemudian memberikan lirik tersebut kepada **Robert Lowry**, seorang pendeta dan musisi berbakat. Lowry, yang memang sering bekerja sama dengan Fanny, segera merespons lirik tersebut dengan melodi yang lembut, tenang, dan penuh penyerahan diri. Ia berhasil menangkap esensi dari puisi Fanny ke dalam alunan musik yang menguatkan.
### Makna Lirik yang Mendalam
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah pengakuan iman.
* **"All the way my Savior leads me"**: Pengakuan bahwa setiap langkah hidup, baik itu jalan yang terjal maupun yang rata, sudah diatur oleh Tuhan.
* **"What have I to ask beside"**: Sebuah pernyataan retoris bahwa jika Tuhan sudah memimpin, maka tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan dalam hidup ini.
* **"For I know whate'er befall me, Jesus doeth all things well"**: Bagian yang paling menyentuh, menegaskan bahwa dalam setiap kejadian buruk atau baik (whate'er befall), Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang baik bagi kita.
### Kesimpulan
Lagu ini menjadi bukti nyata dari kehidupan Fanny J. Crosby yang meskipun hidup dalam kegelapan fisik, namun memiliki "penglihatan" rohani yang sangat tajam. Lagu ini terus dinyanyikan hingga hari ini sebagai pengingat bagi jutaan orang Kristen bahwa **tangan Tuhan yang tidak terlihat selalu menuntun kita** di sepanjang perjalanan hidup, bahkan saat kita merasa tidak tahu harus melangkah ke mana.
Setiap kali kita menyanyikan lagu ini, kita sebenarnya sedang mendengarkan kisah tentang seorang wanita buta yang di tengah himpitan ekonomi, memilih untuk berhenti sejenak dan bersyukur karena Tuhan telah memimpin langkahnya "sepanjang jalan."
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
Tema :
Pimpinan
14
Printahlah O, Rajaku
14
Printahlah O, Rajaku
79
Tuhanlah Gembalaku
79
Tuhanlah Gembalaku
93
Peganglah Tanganku
126
Pimpinlah Terang Di Jalan Gelap
128
Yesus Nakhodaku
128
Yesus Nakhodaku
131
Tuhan Jadi Pemimpinku
131
Tuhan Jadi Pemimpinku
132
Tuntun Aku, Tuhan Allah
132
Tuntun Aku, Tuhan Allah
134
Salib Tuhan Yesus
192
Hantarku Di Jalan Berat
215
Yesuslah Gembala
222
Aku Dengar Yesus Memanggil
293
Pimpin Saya, Hua Allah
299
Selalu Hu Gembalaku
302
Iring Maha Tuhan