BE
Tuhan Debata
158
Nomor
Kode
BE 158
Buku
Buku Ende
Tematik
Harajaon ni Debata - Laho Marbagas
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 419, NR 80, BL 59, KJ 419, BN 158
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Jesus Debata sai uluhon ma hami angka siseanMu
Na tinobus ni mudarMu, tiop ma tongtong tangannami on.
2
Ia masa pe na bernit muse,
Sai patogu rohanami, asa unang ganggu hami
Haporsuhon do, lapang lao tu Ho
3
Songgop na hansit, sian na bernit
Nang di dongan, nang di hami, sai pabenget rohanami
Tu ujungna i, taiti roha i.
4
Pambaennami pe, baen tongtong ture
Di na masa haporsuhon, Ho ma Jesus palambokkon
Sonang baen muse tondinami be.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Yesus, Pimpinlah"** (judul asli Jerman: *"Jesu, geh voran"*) adalah salah satu nyanyian rohani yang paling dicintai dalam tradisi Kristen, terutama karena liriknya yang sangat dalam mengenai penyerahan diri total kepada kehendak Allah.
Kisah di balik lagu ini melibatkan dua tokoh besar dalam sejarah musik gereja Jerman: **Adam Drese** (komposer melodi) dan **Nikolaus Ludwig von Zinzendorf** (penulis lirik).
Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Komposisi Awal: Adam Drese (1620β1701)
Melodi lagu ini awalnya ditulis oleh **Adam Drese**, seorang musisi dan komposer yang hidup pada masa Barok awal. Drese adalah seorang abdi dalem dan musisi di istana Duke of Saxe-Weimar.
Melodi tersebut sebenarnya diciptakan bukan untuk lirik Zinzendorf, melainkan untuk lagu lain berjudul *"Seelen-BrΓ€utigam"* (Mempelai Jiwaku). Drese menciptakan lagu ini dengan gaya melodi yang tenang, kontemplatif, dan memiliki alur yang mengalirβkarakteristik musik gerejawi Jerman abad ke-17 yang menekankan kesungguhan iman.
### 2. Penulisan Lirik: Nikolaus Ludwig von Zinzendorf (1700β1760)
Sekitar beberapa dekade setelah melodi tersebut ada, **Count Nikolaus Ludwig von Zinzendorf**βtokoh besar di balik gerakan Moravianβmenulis lirik *"Jesu, geh voran"* sekitar tahun **1721**.
Zinzendorf adalah seorang bangsawan yang meninggalkan kenyamanan duniawi untuk mendirikan komunitas Kristen yang sangat menekankan kasih kepada Yesus Kristus sebagai "Mempelai Jiwa".
**Latar belakang penulisan lirik ini:**
Zinzendorf sedang berada dalam fase hidup di mana ia merasa harus mengambil keputusan besar untuk melayani Tuhan. Lirik ini mencerminkan pergumulan batin seseorang yang menyadari bahwa jalan hidup manusia sering kali membingungkan, penuh pencobaan, dan sulit ditebak. Ia menulis lirik ini sebagai doa permohonan agar Yesus menjadi "pemimpin jalan" (pemandu) dalam setiap langkah hidupnya.
### 3. Makna di Balik Lirik
Lirik ini sangat menyentuh karena kejujurannya. Beberapa poin utama dari pesannya adalah:
* **Penyerahan Total:** Bait pertama menekankan bahwa jika Yesus memimpin, maka kita akan mengikutinya dengan setia, bahkan jika jalan tersebut terjal atau sulit.
* **Kepercayaan di Tengah Penderitaan:** Zinzendorf menulis di tengah pemahamannya bahwa iman bukanlah jaminan hidup yang mudah, melainkan jaminan bahwa Tuhan ada di depan sebagai pelindung.
* **Pengharapan akan Surga:** Lagu ini membawa pendengar dari perjalanan duniawi (ziarah) menuju perhentian abadi di surga.
### 4. Perpaduan yang Sempurna
Ketika lirik Zinzendorf digabungkan dengan melodi Adam Drese, lagu ini menjadi sangat kuat. Musik Drese yang lembut namun tegas memberikan dimensi emosional yang melengkapi kerendahan hati dalam lirik Zinzendorf.
Dalam tradisi gereja Moravian, lagu ini sering dinyanyikan sebagai "lagu peziarah". Ia menjadi doa bagi orang-orang yang merasa tersesat atau ragu dalam mengambil keputusan.
### 5. Pengaruh Global
Lagu ini kemudian diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Di Indonesia, lagu ini sangat populer di kalangan gereja-gereja tradisional dan sering dinyanyikan dalam berbagai ibadah sebagai lagu untuk menenangkan hati yang sedang bergumul.
**Lirik Indonesia (Versi populer):**
> *Yesus, pimpinlah kami hidup-Mu terus,*
> *Agar kami tak sesat mengikuti-Mu.*
> *Bila jalan yang menanti, sukar bagi kami,*
> *Tuhan, pimpinlah kami ke rumah surgawi.*
### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah kisah tentang **"Penyerahan Diri Seorang Peziarah"**. Adam Drese memberikan wadah berupa melodi yang abadi, dan Zinzendorf mengisi wadah itu dengan isi hati seorang hamba yang ingin dipimpin sepenuhnya oleh Kristus. Hingga hari ini, "Yesus, Pimpinlah" tetap menjadi pengingat bagi jutaan orang Kristen bahwa kebahagiaan sejati bukanlah tentang memimpin diri sendiri, melainkan membiarkan Yesus berjalan di depan.
Kisah di balik lagu ini melibatkan dua tokoh besar dalam sejarah musik gereja Jerman: **Adam Drese** (komposer melodi) dan **Nikolaus Ludwig von Zinzendorf** (penulis lirik).
Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Komposisi Awal: Adam Drese (1620β1701)
Melodi lagu ini awalnya ditulis oleh **Adam Drese**, seorang musisi dan komposer yang hidup pada masa Barok awal. Drese adalah seorang abdi dalem dan musisi di istana Duke of Saxe-Weimar.
Melodi tersebut sebenarnya diciptakan bukan untuk lirik Zinzendorf, melainkan untuk lagu lain berjudul *"Seelen-BrΓ€utigam"* (Mempelai Jiwaku). Drese menciptakan lagu ini dengan gaya melodi yang tenang, kontemplatif, dan memiliki alur yang mengalirβkarakteristik musik gerejawi Jerman abad ke-17 yang menekankan kesungguhan iman.
### 2. Penulisan Lirik: Nikolaus Ludwig von Zinzendorf (1700β1760)
Sekitar beberapa dekade setelah melodi tersebut ada, **Count Nikolaus Ludwig von Zinzendorf**βtokoh besar di balik gerakan Moravianβmenulis lirik *"Jesu, geh voran"* sekitar tahun **1721**.
Zinzendorf adalah seorang bangsawan yang meninggalkan kenyamanan duniawi untuk mendirikan komunitas Kristen yang sangat menekankan kasih kepada Yesus Kristus sebagai "Mempelai Jiwa".
**Latar belakang penulisan lirik ini:**
Zinzendorf sedang berada dalam fase hidup di mana ia merasa harus mengambil keputusan besar untuk melayani Tuhan. Lirik ini mencerminkan pergumulan batin seseorang yang menyadari bahwa jalan hidup manusia sering kali membingungkan, penuh pencobaan, dan sulit ditebak. Ia menulis lirik ini sebagai doa permohonan agar Yesus menjadi "pemimpin jalan" (pemandu) dalam setiap langkah hidupnya.
### 3. Makna di Balik Lirik
Lirik ini sangat menyentuh karena kejujurannya. Beberapa poin utama dari pesannya adalah:
* **Penyerahan Total:** Bait pertama menekankan bahwa jika Yesus memimpin, maka kita akan mengikutinya dengan setia, bahkan jika jalan tersebut terjal atau sulit.
* **Kepercayaan di Tengah Penderitaan:** Zinzendorf menulis di tengah pemahamannya bahwa iman bukanlah jaminan hidup yang mudah, melainkan jaminan bahwa Tuhan ada di depan sebagai pelindung.
* **Pengharapan akan Surga:** Lagu ini membawa pendengar dari perjalanan duniawi (ziarah) menuju perhentian abadi di surga.
### 4. Perpaduan yang Sempurna
Ketika lirik Zinzendorf digabungkan dengan melodi Adam Drese, lagu ini menjadi sangat kuat. Musik Drese yang lembut namun tegas memberikan dimensi emosional yang melengkapi kerendahan hati dalam lirik Zinzendorf.
Dalam tradisi gereja Moravian, lagu ini sering dinyanyikan sebagai "lagu peziarah". Ia menjadi doa bagi orang-orang yang merasa tersesat atau ragu dalam mengambil keputusan.
### 5. Pengaruh Global
Lagu ini kemudian diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Di Indonesia, lagu ini sangat populer di kalangan gereja-gereja tradisional dan sering dinyanyikan dalam berbagai ibadah sebagai lagu untuk menenangkan hati yang sedang bergumul.
**Lirik Indonesia (Versi populer):**
> *Yesus, pimpinlah kami hidup-Mu terus,*
> *Agar kami tak sesat mengikuti-Mu.*
> *Bila jalan yang menanti, sukar bagi kami,*
> *Tuhan, pimpinlah kami ke rumah surgawi.*
### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah kisah tentang **"Penyerahan Diri Seorang Peziarah"**. Adam Drese memberikan wadah berupa melodi yang abadi, dan Zinzendorf mengisi wadah itu dengan isi hati seorang hamba yang ingin dipimpin sepenuhnya oleh Kristus. Hingga hari ini, "Yesus, Pimpinlah" tetap menjadi pengingat bagi jutaan orang Kristen bahwa kebahagiaan sejati bukanlah tentang memimpin diri sendiri, melainkan membiarkan Yesus berjalan di depan.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference