BLP
Aku Tuhan Semesta
Here I Am, Lord
238
Nomor
Do = A
Nada Dasar
Kode
BLP 238
Buku
Buku Lagu Perkantas
Tematik
Kehidupan Umat Kristen - Pengutusan, Penginjilan Dan Misi
Nada Dasar
Do = A
Ketukan
4 ketuk ketuk
Metronom
100
Jumlah Bait
3 bait
Style
WestCoastPop
Pencipta Lagu
Daniel W. Schutte (1991)
Pencipta Syair
Daniel W. Schutte (1991)
Penerjemah
Yamuger (1998)
Cross Ref.
PKJ 177
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Aku Tuhan semesta, jeritanmu Kudengar.
Kau di dunia yang gelap ‘Ku s’lamatkan.
Akulah Pencipta t’rang; malam jadi benderang.
Siapakah utusanKu membawa t’rang?
Reff
Ini aku, utus aku!
Kudengar Engkau memanggilku.
Utus aku; tuntun aku;
‘Ku prihatin akan umatMu.
2
Aku Tuhan semesta. ‘Ku menanggung sakitmu
dan menangis kar’na kau tak mau dengar.
‘Kan Kurobah hatimu yang keras jadi lembut.
Siapa bawa firmanKu? UtusanKu?
3
Aku Tuhan semesta. ‘Ku melihat yang resah.
Orang miskin dan lesu Aku jenguk.
Aku ingin memberi perjamuan sorgawi.
Siapa mewartakannya? Siapakah?
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
8 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Aku Tuhan Semesta"** (judul asli: ***"I, the Lord of Sea and Sky"***, sering juga dikenal dengan judul ***"Here I Am, Lord"***) adalah salah satu lagu rohani paling populer di dunia. Lagu ini diciptakan oleh seorang imam Yesuit asal Amerika Serikat bernama **Dan Schutte** pada tahun 1981.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Latar Belakang Penciptaan
Pada tahun 1981, Dan Schutte sedang berada di sebuah rumah retret di daerah perbukitan terpencil di California. Saat itu, dia diminta oleh seorang rekannya untuk menciptakan sebuah lagu untuk acara penahbisan diakon (calon imam).
Lagu ini sebenarnya lahir dari kebutuhan yang sangat mendesak. Schutte tidak memiliki banyak waktu, dan dia harus menciptakan sesuatu yang bermakna untuk upacara tersebut.
### 2. Inspirasi Alkitabiah
Lagu ini didasarkan pada **Kitab Nabi Yesaya pasal 6:8**, yang berbunyi:
> *"Lalu aku mendengar suara Tuhan berfirman: 'Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?' Maka sahutku: 'Ini aku, utuslah aku!'"*
Schutte ingin menangkap esensi dari "panggilan" Tuhan. Ia merenungkan bagaimana Tuhan memanggil manusia bukan melalui suara guntur atau kemegahan yang menakutkan, melainkan melalui kelembutan yang menantang seseorang untuk berani melangkah keluar dari zona nyamannya.
### 3. Proses Penulisan yang Unik
Dalam berbagai wawancara, Dan Schutte menceritakan bahwa lagu ini ditulis dalam kondisi yang sangat sederhana:
* Ia duduk di sebuah piano tua di rumah retret tersebut.
* Ia membayangkan sosok Tuhan yang berbicara kepada manusia, namun tidak dengan cara mendikte. Ia membayangkan Tuhan yang menanyakan kebutuhan dunia—kegelapan, penderitaan, dan keputusasaan—kemudian Tuhan bertanya, "Siapa yang akan membawa cahaya dan harapan?"
* Kalimat-kalimat dalam lagu itu ditulis sebagai dialog antara Tuhan dan manusia. Bait pertama adalah suara Tuhan, dan bagian *refrain* (chorus) adalah jawaban manusia yang bersedia diutus.
### 4. Makna di Balik Liriknya
* **Bait 1:** Menggambarkan Tuhan yang menciptakan alam semesta (laut dan langit, salju dan hujan). Ini menegaskan bahwa Tuhan yang begitu besar dan kuat, adalah Tuhan yang sama yang merendahkan diri untuk memanggil manusia yang rapuh.
* **Bait 2:** Menggambarkan Tuhan yang melihat penderitaan manusia (mereka yang berduka, yang tidak punya harapan). Ini adalah ajakan untuk berbelas kasih.
* **Bait 3:** Menggambarkan Tuhan sebagai penyedia roti (makanan) bagi mereka yang lapar dan pelindung bagi mereka yang lemah.
* **Refrain ("Here I Am, Lord"):** Inilah inti dari lagu tersebut. Ini adalah deklarasi kesediaan seseorang untuk melepaskan keinginan diri sendiri dan menyerahkan hidup untuk pelayanan.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Lagu ini menjadi lagu pujian yang sangat dicintai di seluruh dunia, tidak hanya di Gereja Katolik, tetapi juga di berbagai denominasi Kristen lainnya, karena beberapa alasan:
* **Keintiman:** Melodinya lembut dan kontemplatif, membuat orang merasa sedang berbicara langsung dengan Tuhan secara pribadi.
* **Universalitas:** Liriknya tidak spesifik hanya untuk imam atau biarawan, tetapi berlaku untuk siapa saja yang merasa terpanggil untuk berbuat baik atau membantu sesama dalam kehidupan sehari-hari.
* **Kejujuran:** Lagu ini mengakui bahwa Tuhanlah yang melakukan pekerjaan-Nya melalui tangan manusia, bukan karena kekuatan manusia itu sendiri.
### Fakta Menarik:
Meskipun ditulis dalam situasi yang terburu-buru, Dan Schutte mengaku bahwa ia tidak pernah menyangka lagu tersebut akan menjadi lagu "panggilan" paling terkenal di era modern. Ia sering mendengar cerita dari orang-orang di seluruh dunia—mulai dari tenaga medis, relawan bencana, hingga misionaris—yang mengatakan bahwa lagu ini adalah lagu yang menguatkan mereka di saat-saat tersulit dalam pelayanan mereka.
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan judul **"Aku Tuhan Semesta"** dan menjadi salah satu lagu wajib dalam misa penahbisan imam atau kegiatan retret kaum muda karena kekuatan liriknya yang menggugah semangat pelayanan.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Latar Belakang Penciptaan
Pada tahun 1981, Dan Schutte sedang berada di sebuah rumah retret di daerah perbukitan terpencil di California. Saat itu, dia diminta oleh seorang rekannya untuk menciptakan sebuah lagu untuk acara penahbisan diakon (calon imam).
Lagu ini sebenarnya lahir dari kebutuhan yang sangat mendesak. Schutte tidak memiliki banyak waktu, dan dia harus menciptakan sesuatu yang bermakna untuk upacara tersebut.
### 2. Inspirasi Alkitabiah
Lagu ini didasarkan pada **Kitab Nabi Yesaya pasal 6:8**, yang berbunyi:
> *"Lalu aku mendengar suara Tuhan berfirman: 'Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?' Maka sahutku: 'Ini aku, utuslah aku!'"*
Schutte ingin menangkap esensi dari "panggilan" Tuhan. Ia merenungkan bagaimana Tuhan memanggil manusia bukan melalui suara guntur atau kemegahan yang menakutkan, melainkan melalui kelembutan yang menantang seseorang untuk berani melangkah keluar dari zona nyamannya.
### 3. Proses Penulisan yang Unik
Dalam berbagai wawancara, Dan Schutte menceritakan bahwa lagu ini ditulis dalam kondisi yang sangat sederhana:
* Ia duduk di sebuah piano tua di rumah retret tersebut.
* Ia membayangkan sosok Tuhan yang berbicara kepada manusia, namun tidak dengan cara mendikte. Ia membayangkan Tuhan yang menanyakan kebutuhan dunia—kegelapan, penderitaan, dan keputusasaan—kemudian Tuhan bertanya, "Siapa yang akan membawa cahaya dan harapan?"
* Kalimat-kalimat dalam lagu itu ditulis sebagai dialog antara Tuhan dan manusia. Bait pertama adalah suara Tuhan, dan bagian *refrain* (chorus) adalah jawaban manusia yang bersedia diutus.
### 4. Makna di Balik Liriknya
* **Bait 1:** Menggambarkan Tuhan yang menciptakan alam semesta (laut dan langit, salju dan hujan). Ini menegaskan bahwa Tuhan yang begitu besar dan kuat, adalah Tuhan yang sama yang merendahkan diri untuk memanggil manusia yang rapuh.
* **Bait 2:** Menggambarkan Tuhan yang melihat penderitaan manusia (mereka yang berduka, yang tidak punya harapan). Ini adalah ajakan untuk berbelas kasih.
* **Bait 3:** Menggambarkan Tuhan sebagai penyedia roti (makanan) bagi mereka yang lapar dan pelindung bagi mereka yang lemah.
* **Refrain ("Here I Am, Lord"):** Inilah inti dari lagu tersebut. Ini adalah deklarasi kesediaan seseorang untuk melepaskan keinginan diri sendiri dan menyerahkan hidup untuk pelayanan.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Lagu ini menjadi lagu pujian yang sangat dicintai di seluruh dunia, tidak hanya di Gereja Katolik, tetapi juga di berbagai denominasi Kristen lainnya, karena beberapa alasan:
* **Keintiman:** Melodinya lembut dan kontemplatif, membuat orang merasa sedang berbicara langsung dengan Tuhan secara pribadi.
* **Universalitas:** Liriknya tidak spesifik hanya untuk imam atau biarawan, tetapi berlaku untuk siapa saja yang merasa terpanggil untuk berbuat baik atau membantu sesama dalam kehidupan sehari-hari.
* **Kejujuran:** Lagu ini mengakui bahwa Tuhanlah yang melakukan pekerjaan-Nya melalui tangan manusia, bukan karena kekuatan manusia itu sendiri.
### Fakta Menarik:
Meskipun ditulis dalam situasi yang terburu-buru, Dan Schutte mengaku bahwa ia tidak pernah menyangka lagu tersebut akan menjadi lagu "panggilan" paling terkenal di era modern. Ia sering mendengar cerita dari orang-orang di seluruh dunia—mulai dari tenaga medis, relawan bencana, hingga misionaris—yang mengatakan bahwa lagu ini adalah lagu yang menguatkan mereka di saat-saat tersulit dalam pelayanan mereka.
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan judul **"Aku Tuhan Semesta"** dan menjadi salah satu lagu wajib dalam misa penahbisan imam atau kegiatan retret kaum muda karena kekuatan liriknya yang menggugah semangat pelayanan.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
PKJ 177
177
Aku Tuhan Semesta
221
I Love to Tell the Story
222
Di Dunia Yang Penuh Cemar
223
Ke Mana Saja
224
Intan dan Permata
225
Kita Harus Membawa Berita
226
Go Forth and Tell! O Church of God
227
Allah Panggil Kaum Muda
228
Kuutus Kau Untuk Membangun
229
Api Zaman
230
Bekerjalah Slama Siang
231
Utus Aku Dalam Misimu
231
Little Is Much When God Is In It
232
Hendaklah Hidupmu Sesuai Dengan Injll
233
Utus Kami Bangun Bangsa Tercinta
234
Satukan, Lengkapi dan Pakailah Kami
235
People Need The Lord
236
Jika padaku ditanyakan
237
Shine, Jesus, Shine
239
Bunga Api Kecil
240
Berkumandan Suara Dari Seberang
241
Dalam Nama Yesus Tuhanku
242
Kuutus Kau Untuk Membangun
243
Jadikan aku pelayanmu
437
A Song In The Night
438
Layakkan Kami B'ritakan Kebenaran
439
Aku Membangun Umat Perkasa
440
B'ri Beban Kepadaku Tuhar
441
Oh Tuhan, Inilah Kami
442
Indonesia Penuh Kemuliaanmu
443
Bring Your Healing To The Nation
444
Song For The Nations
445
Jadilah saksi kristus
446
Pergllah ke Seluruh Dunia (Matius 28:19-20)
447
What Must I Do
448
Rescue The Perishing
449
Satukan dan Lengkapi Kami Melayanimu
450
Rescue The Perishing
451
We'll Walk The Land
452
Kamulah Bangsa Terpilih
453
Ambil Aku Melayani Engkau
453
Melayani, Melayani Lebih Sunggun
454
God of The Poor
455
A Handful of Leaves
456
Menang Bersama Kristus
457
I Want To Serve The Purpose Of God
461
Menjadi Terang Hu
462
Bagaimana Tidak Tuhan 'Kan Sayang
463
Kami Datang Dengan Hati Rindu
464
Mengenal Dia, Diubahkan dan Hidup Bagi Dia
465
Ku Buat Kau Menjadi Terang
466
Man of Vision, Man of Action