BLP
Gembala Baik Bersuling Nan Merdu
362
Nomor
Do=F
Nada Dasar
Kode
BLP 362
Buku
Buku Lagu Perkantas
Tematik
Kehidupan Umat Kristen - Keyakinan Iman
Nada Dasar
Do=F
Ketukan
4 ketuk ketuk
Metronom
80
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
C.Akwan (1984)
Pencipta Syair
Celsius Akwan , berdasarkan Mazmur 23 (1984)
Cross Ref.
KK 511, KJ 415, KLIK 323, STB 291
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Gembala baik, bersuling nan merdu,
membimbing aku pada air tenang
dan membaringkan aku berteduh
di padang rumput hijau berkenan.
Refrein:
O, Gembalaku itu Tuhanku,
membuat aku tentβram hening.
Mengalir dalam sungai kasihku
kuasa damai cerlang, bening.
2
Kepada domba haus dan lesu
Gembala baik membβrikan air segar;
ke dalam hati haus dan sendu
dibβriNya air hidup yang benar.
3
Di jalan maut kelam sekalipun
βku tidak takut pada seteru,
sebab Gembala adalah Teman
dan Jurusβlamat bagi diriku
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Gembala Baik Bersuling Nan Merdu"** adalah salah satu lagu rohani yang sangat populer dan dicintai di kalangan umat Kristiani di Indonesia, terutama dalam kebaktian gereja-gereja aliran Protestan.
Berikut adalah uraian detail mengenai latar belakang, pencipta, dan makna di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Pencipta: Celsius Akwan
Lagu ini diciptakan oleh **Celsius Akwan**. Beliau adalah seorang musisi dan komponis asal Papua yang memiliki dedikasi tinggi dalam menciptakan lagu-lagu pujian yang berbasis pada pengajaran Alkitab.
Celsius Akwan dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai sastra dan teologi. Karya-karyanya sering kali mengadopsi diksi yang puitis namun tetap mudah dimengerti oleh jemaat awam. "Gembala Baik Bersuling Nan Merdu" menjadi salah satu mahakaryanya yang paling dikenal luas secara nasional, bahkan melampaui batas denominasi gereja.
### 2. Dasar Alkitab: Mazmur 23
Lagu ini secara utuh diadaptasi dari **Mazmur 23**, yang merupakan salah satu pasal paling terkenal dalam Alkitab yang ditulis oleh Raja Daud. Daud, yang dulunya adalah seorang gembala domba sebelum menjadi raja, menggunakan metafora "Tuhan adalah Gembalaku" untuk menggambarkan hubungan intim antara Allah dan umat-Nya.
Poin-poin Mazmur 23 yang diterjemahkan Celsius Akwan ke dalam lirik lagu:
* **Perlindungan:** "Takkan kekurangan aku" (Ayat 1).
* **Pemulihan:** "Ia menyegarkan jiwaku" (Ayat 3).
* **Penyertaan:** "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya" (Ayat 4).
* **Kasih Setia:** "Kebaikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku" (Ayat 6).
### 3. Makna Dibalik Lirik
Secara teologis, lagu ini membawa pesan kedamaian. Mari kita bedah beberapa frasa kuncinya:
* **"Gembala Baik Bersuling Nan Merdu":** Metafora ini sangat menyentuh. "Gembala Baik" merujuk pada Yesus Kristus (Yohanes 10:11). "Bersuling nan merdu" menggambarkan bahwa kepemimpinan Tuhan bukan dengan kekerasan atau paksaan, melainkan dengan kelembutan, kasih, dan penghiburan yang menenangkan hati, seperti suara suling yang indah di tengah padang gurun.
* **"Membimbing aku ke air yang tenang":** Ini merujuk pada ketenangan batin yang diberikan Tuhan di tengah dunia yang kacau dan penuh tekanan (dunia yang "berisik").
* **"Walau lewati lembah yang gelap":** Lagu ini mengakui realitas kehidupan bahwa penderitaan atau "lembah kekelaman" adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia. Namun, di dalam lagu ini, kegelapan tersebut tidak menjadi akhir karena ada janji penyertaan Tuhan.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Ikonik?
Ada beberapa alasan mengapa karya Celsius Akwan ini begitu membekas bagi umat Kristiani di Indonesia:
1. **Melodi yang Kontemplatif:** Melodi lagu ini cenderung lambat dan menenangkan, sangat cocok untuk momen perenungan, saat teduh, atau sebagai lagu pengiring dalam ibadah yang membutuhkan ketenangan.
2. **Bahasa yang Puitis:** Pemilihan kata seperti "bersuling nan merdu" menciptakan citra visual dan auditif yang kuat. Ini membantu jemaat untuk membayangkan kedekatan pribadi dengan Tuhan.
3. **Universalitas:** Lagu ini tidak terikat pada satu kondisi tertentu, sehingga relevan bagi siapa pun yang sedang merasa lelah, takut, atau sedang berduka. Lagu ini menawarkan rasa aman bahwa Tuhan selalu "memelihara" domba-domba-Nya.
### Kesimpulan
"Gembala Baik Bersuling Nan Merdu" karya Celsius Akwan bukan sekadar lagu pujian biasa. Lagu ini adalah sebuah bentuk "doa yang dinyanyikan". Dengan mengambil intisari dari Mazmur 23, Celsius Akwan berhasil mengubah teks kitab suci yang kuno menjadi sebuah nyanyian yang sangat personal, di mana setiap orang yang menyanyikannya diingatkan kembali bahwa mereka tidak sendirian dalam menjalani perjalanan hidup, karena ada "Gembala" yang setia menuntun mereka.
Berikut adalah uraian detail mengenai latar belakang, pencipta, dan makna di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Pencipta: Celsius Akwan
Lagu ini diciptakan oleh **Celsius Akwan**. Beliau adalah seorang musisi dan komponis asal Papua yang memiliki dedikasi tinggi dalam menciptakan lagu-lagu pujian yang berbasis pada pengajaran Alkitab.
Celsius Akwan dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai sastra dan teologi. Karya-karyanya sering kali mengadopsi diksi yang puitis namun tetap mudah dimengerti oleh jemaat awam. "Gembala Baik Bersuling Nan Merdu" menjadi salah satu mahakaryanya yang paling dikenal luas secara nasional, bahkan melampaui batas denominasi gereja.
### 2. Dasar Alkitab: Mazmur 23
Lagu ini secara utuh diadaptasi dari **Mazmur 23**, yang merupakan salah satu pasal paling terkenal dalam Alkitab yang ditulis oleh Raja Daud. Daud, yang dulunya adalah seorang gembala domba sebelum menjadi raja, menggunakan metafora "Tuhan adalah Gembalaku" untuk menggambarkan hubungan intim antara Allah dan umat-Nya.
Poin-poin Mazmur 23 yang diterjemahkan Celsius Akwan ke dalam lirik lagu:
* **Perlindungan:** "Takkan kekurangan aku" (Ayat 1).
* **Pemulihan:** "Ia menyegarkan jiwaku" (Ayat 3).
* **Penyertaan:** "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya" (Ayat 4).
* **Kasih Setia:** "Kebaikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku" (Ayat 6).
### 3. Makna Dibalik Lirik
Secara teologis, lagu ini membawa pesan kedamaian. Mari kita bedah beberapa frasa kuncinya:
* **"Gembala Baik Bersuling Nan Merdu":** Metafora ini sangat menyentuh. "Gembala Baik" merujuk pada Yesus Kristus (Yohanes 10:11). "Bersuling nan merdu" menggambarkan bahwa kepemimpinan Tuhan bukan dengan kekerasan atau paksaan, melainkan dengan kelembutan, kasih, dan penghiburan yang menenangkan hati, seperti suara suling yang indah di tengah padang gurun.
* **"Membimbing aku ke air yang tenang":** Ini merujuk pada ketenangan batin yang diberikan Tuhan di tengah dunia yang kacau dan penuh tekanan (dunia yang "berisik").
* **"Walau lewati lembah yang gelap":** Lagu ini mengakui realitas kehidupan bahwa penderitaan atau "lembah kekelaman" adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia. Namun, di dalam lagu ini, kegelapan tersebut tidak menjadi akhir karena ada janji penyertaan Tuhan.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Ikonik?
Ada beberapa alasan mengapa karya Celsius Akwan ini begitu membekas bagi umat Kristiani di Indonesia:
1. **Melodi yang Kontemplatif:** Melodi lagu ini cenderung lambat dan menenangkan, sangat cocok untuk momen perenungan, saat teduh, atau sebagai lagu pengiring dalam ibadah yang membutuhkan ketenangan.
2. **Bahasa yang Puitis:** Pemilihan kata seperti "bersuling nan merdu" menciptakan citra visual dan auditif yang kuat. Ini membantu jemaat untuk membayangkan kedekatan pribadi dengan Tuhan.
3. **Universalitas:** Lagu ini tidak terikat pada satu kondisi tertentu, sehingga relevan bagi siapa pun yang sedang merasa lelah, takut, atau sedang berduka. Lagu ini menawarkan rasa aman bahwa Tuhan selalu "memelihara" domba-domba-Nya.
### Kesimpulan
"Gembala Baik Bersuling Nan Merdu" karya Celsius Akwan bukan sekadar lagu pujian biasa. Lagu ini adalah sebuah bentuk "doa yang dinyanyikan". Dengan mengambil intisari dari Mazmur 23, Celsius Akwan berhasil mengubah teks kitab suci yang kuno menjadi sebuah nyanyian yang sangat personal, di mana setiap orang yang menyanyikannya diingatkan kembali bahwa mereka tidak sendirian dalam menjalani perjalanan hidup, karena ada "Gembala" yang setia menuntun mereka.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KK 511, KJ 415, KLIK 323, STB 291
415
Gembala Baik Bersuling Nan Merdu
511
Gembala Baik Bersuling Nan Merdu
323
Gembala Baik Bersuling Nan Merdu
291
My Shepherd LORD
95
Saat-Nya
96
Ku Berserah Kepada Allahku
97
Tiada Hal yang Mustahil
98
My Faith Looks Up to Thee
99
Hujan Berkat 'Kan Tercurah
100
I Know Whom I Have Believed
101
Tuhan yang Pegang
345
His Eye Is On The Sparrow
346
God Will Make A Way
347
Hari Bahagia
348
Pelangl Kasih
349
Janji yang manis
350
He Giveth More Grace
351
He Mighty Hand
352
Pegang Tanganku
353
Allah Peduli
354
I Know Who Holds The Future
355
I Know The Lord Will Make A Way For me
356
Orang Yang Menantikan Tuhan
357
Indahnya Hidup Ini
358
Bila Tugasku Kelak Selesa
359
Bila Sangkakala Menggegap
360
Pekerja Kristus
361
Saya Mau Ikut Yesus
363
Apa Kita 'kan Berhimpun
364
We're Marching To Zion
471
A Hymn of Promise
472
I Looked To The Shepherd