BLP
KuasaMu dan NamaMulah
Die Sach ist dein, Herr Jesu Christ
153
Nomor
do = As
Nada Dasar
Kode
BLP 154
Buku
Buku Lagu Perkantas
Tematik
Kehidupan Umat Kristen - Kesaksian
Nada Dasar
do = As
Ketukan
4 ketuk ketuk
Metronom
100
Pencipta Lagu
George James Webb, (1837)
Pencipta Syair
Samuel Preiswerk (1869)
Penerjemah
Yamuger (1976)
Cross Ref.
KK 746, KPJ 262, KJ 341
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
KuasaMu dan namaMulah hendak kami sebar
dan karna itu, ya Tuhan, kami takkan gentar.
Bagaikan padi segenggam mestilah mati dipendam,
supaya tumbuh dan segar, di panas surya memekar
berbuahlah. Tuaian pun besar.
2
Teladan sudah Kauberi demi deritaMu
dan melalui salibMu Kau trima kuasaMu!
Bagian kami tak lebih, seperti segenggam benih,
melintas kubur yang gelap, agar kelak kan menetap
BersamaMu di Firdaus gemerlap.
3
Bagaikan padi, Tuhan pun dikubur, dipendam,
kembali bangkit merebut umatMu terkeram.
Ya Tuhan, kirim apalah penabur yang tlah menyerah
hidupnya untuk kuasaMu, memberitakan namaMu,
agar segra buahnya milikMu.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
3 slide
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu yang kita kenal sebagai **"Kuasa-Mu"** (atau dalam bahasa aslinya berjudul *Die Sachβ ist dein, Herr Jesu Christ*) adalah sebuah perjalanan sejarah lintas negara, bahasa, dan zaman. Lagu ini melibatkan dua tokoh besar dari tradisi musik dan teologia yang berbeda.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Samuel Preiswerk (1799β1871)
Samuel Preiswerk adalah seorang teolog, pendeta, dan tokoh pendidikan asal Swiss. Ia lahir di Basel dan dikenal karena kedalaman teologinya serta dedikasinya dalam pelayanan gerejawi.
* **Konteks Penulisan:** Preiswerk menulis lirik asli dalam bahasa Jerman dengan judul ***"Die Sachβ ist dein, Herr Jesu Christ"*** (Perkara ini adalah milik-Mu, Tuhan Yesus Kristus).
* **Makna Teologis:** Lirik ini ditulis sebagai sebuah **doa penyerahan diri**. Inti dari lagu ini adalah pengakuan bahwa segala perjuangan, pelayanan, kehidupan, dan masa depan adalah milik Tuhan. Ini adalah lagu yang lahir dari kerendahan hati seorang pelayan Tuhan yang menyadari bahwa manusia hanyalah alat, sementara kuasa sesungguhnya berasal dari Yesus Kristus.
### 2. Komposer Musik: George James Webb (1803β1887)
George James Webb adalah seorang organis, konduktor, dan komposer kelahiran Inggris yang kemudian pindah ke Amerika Serikat. Ia adalah tokoh penting dalam sejarah musik gerejawi di Amerika pada abad ke-19.
* **Kaitan Musik:** Musik yang kini kita kenal sebagai "Kuasa-Mu" sebenarnya berasal dari melodi yang disusun oleh Webb pada tahun 1837. Melodi ini awalnya dikaitkan dengan lagu pujian lain yang berjudul *"Stand Up, Stand Up for Jesus"* (karya George Duffield).
* **Pertemuan Dua Karya:** Dalam perkembangan sejarah himnologi (ilmu tentang lagu pujian), melodi yang dibuat oleh Webb ini dianggap sangat pas untuk menyatukan lirik-lirik yang bernuansa khidmat dan agung. Ketika lirik karya Samuel Preiswerk (yang diterjemahkan ke bahasa Inggris dan kemudian bahasa lainnya) digabungkan dengan musik gubahan Webb, terciptalah perpaduan yang sangat kuat antara pesan penyerahan diri dan melodi yang megah.
### 3. Transformasi menjadi "Kuasa-Mu"
Lagu ini kemudian menyebar ke berbagai negara dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Dalam konteks Gereja di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer karena liriknya yang sangat menyentuh hati dan relevan bagi kehidupan orang percaya.
Lirik dalam versi bahasa Indonesia, "Kuasa-Mu," yang umum kita nyanyikan seperti:
> *"Kuasa-Mu, Tuhan, bekerja dalam hidupku..."* atau *"Tak ada yang mustahil bagi-Mu..."*
Sebenarnya merupakan adaptasi bebas dari tema asli Preiswerk yang menekankan bahwa **kedaulatan Tuhan adalah satu-satunya pegangan manusia.**
### Mengapa Lagu ini Tetap Relevan?
1. **Pengakuan Kedaulatan:** Sebagaimana judul asli "Die Sach ist dein" (Perkara itu milik-Mu), lagu ini tetap dinyanyikan untuk mengingatkan umat bahwa ketika kita menghadapi masalah yang berat, kita menyerahkan "perkara" tersebut kepada Tuhan.
2. **Harmoni Musik:** Musik gubahan George James Webb memiliki ritme yang memberikan kesan kepastian dan kepercayaan diri yang tenang. Ini mendukung lirik yang bertema penyerahan diri.
3. **Lintas Budaya:** Lagu ini menjadi bukti bagaimana pemikiran teologis seorang Swiss (Preiswerk) dan talenta musikal seorang Inggris-Amerika (Webb) dapat menyatu melampaui batas negara untuk menguatkan iman orang percaya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini bukanlah tentang peristiwa sejarah yang dramatis seperti peperangan atau tragedi, melainkan tentang **keselarasan antara doa seorang pelayan Tuhan (Preiswerk) dengan nada yang disusun oleh seorang musisi gereja (Webb).** Mereka menciptakan sebuah "kendaraan" bagi jemaat untuk menyatakan bahwa Tuhanlah yang memegang kendali atas segala situasi kehidupan.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Samuel Preiswerk (1799β1871)
Samuel Preiswerk adalah seorang teolog, pendeta, dan tokoh pendidikan asal Swiss. Ia lahir di Basel dan dikenal karena kedalaman teologinya serta dedikasinya dalam pelayanan gerejawi.
* **Konteks Penulisan:** Preiswerk menulis lirik asli dalam bahasa Jerman dengan judul ***"Die Sachβ ist dein, Herr Jesu Christ"*** (Perkara ini adalah milik-Mu, Tuhan Yesus Kristus).
* **Makna Teologis:** Lirik ini ditulis sebagai sebuah **doa penyerahan diri**. Inti dari lagu ini adalah pengakuan bahwa segala perjuangan, pelayanan, kehidupan, dan masa depan adalah milik Tuhan. Ini adalah lagu yang lahir dari kerendahan hati seorang pelayan Tuhan yang menyadari bahwa manusia hanyalah alat, sementara kuasa sesungguhnya berasal dari Yesus Kristus.
### 2. Komposer Musik: George James Webb (1803β1887)
George James Webb adalah seorang organis, konduktor, dan komposer kelahiran Inggris yang kemudian pindah ke Amerika Serikat. Ia adalah tokoh penting dalam sejarah musik gerejawi di Amerika pada abad ke-19.
* **Kaitan Musik:** Musik yang kini kita kenal sebagai "Kuasa-Mu" sebenarnya berasal dari melodi yang disusun oleh Webb pada tahun 1837. Melodi ini awalnya dikaitkan dengan lagu pujian lain yang berjudul *"Stand Up, Stand Up for Jesus"* (karya George Duffield).
* **Pertemuan Dua Karya:** Dalam perkembangan sejarah himnologi (ilmu tentang lagu pujian), melodi yang dibuat oleh Webb ini dianggap sangat pas untuk menyatukan lirik-lirik yang bernuansa khidmat dan agung. Ketika lirik karya Samuel Preiswerk (yang diterjemahkan ke bahasa Inggris dan kemudian bahasa lainnya) digabungkan dengan musik gubahan Webb, terciptalah perpaduan yang sangat kuat antara pesan penyerahan diri dan melodi yang megah.
### 3. Transformasi menjadi "Kuasa-Mu"
Lagu ini kemudian menyebar ke berbagai negara dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Dalam konteks Gereja di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer karena liriknya yang sangat menyentuh hati dan relevan bagi kehidupan orang percaya.
Lirik dalam versi bahasa Indonesia, "Kuasa-Mu," yang umum kita nyanyikan seperti:
> *"Kuasa-Mu, Tuhan, bekerja dalam hidupku..."* atau *"Tak ada yang mustahil bagi-Mu..."*
Sebenarnya merupakan adaptasi bebas dari tema asli Preiswerk yang menekankan bahwa **kedaulatan Tuhan adalah satu-satunya pegangan manusia.**
### Mengapa Lagu ini Tetap Relevan?
1. **Pengakuan Kedaulatan:** Sebagaimana judul asli "Die Sach ist dein" (Perkara itu milik-Mu), lagu ini tetap dinyanyikan untuk mengingatkan umat bahwa ketika kita menghadapi masalah yang berat, kita menyerahkan "perkara" tersebut kepada Tuhan.
2. **Harmoni Musik:** Musik gubahan George James Webb memiliki ritme yang memberikan kesan kepastian dan kepercayaan diri yang tenang. Ini mendukung lirik yang bertema penyerahan diri.
3. **Lintas Budaya:** Lagu ini menjadi bukti bagaimana pemikiran teologis seorang Swiss (Preiswerk) dan talenta musikal seorang Inggris-Amerika (Webb) dapat menyatu melampaui batas negara untuk menguatkan iman orang percaya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini bukanlah tentang peristiwa sejarah yang dramatis seperti peperangan atau tragedi, melainkan tentang **keselarasan antara doa seorang pelayan Tuhan (Preiswerk) dengan nada yang disusun oleh seorang musisi gereja (Webb).** Mereka menciptakan sebuah "kendaraan" bagi jemaat untuk menyatakan bahwa Tuhanlah yang memegang kendali atas segala situasi kehidupan.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KK 746, KPJ 262, KJ 341
341
KuasaMu dan NamaMulah
746
Kuasamu Dan Namamulah
262
Kwaosing Asma Paduka
151
Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan
152
Oh So Wonderful
153
Hidup Baru
155
Adalah Hal yang Tak 'Ku Tahu
156
Dalam Peta Allah
157
Kenal Yesus, Hatiku Senang
158
Dia Pusat Hidupku
159
Lihat, Betapa Besar Kasih Allah
160
Kasih Setla-Mu
161
I Sing The Mighty Power Of God
162
Declare His Glory
163
Kota Sion, Kota Allah
164
We've Got A Great Big Wonderful God
165
From Glory To Glory
166
Yesus Mengasihimu, Juga Kepadaku
167
Ku Diubah-Nya
168
He Lives
169
Sbab Dia Hidup
170
Sebuah Nama Yang Permai
171
Tumpuan Imanku
172
Ditinggalkannya Kemuliaannya
173
Di Jalan Hidupku
174
Allah Baik
405
Bahasa Kasih
406
Filled With Compassion
407
Hallelujah Anyhow
408
He's Still Working On Me
409
Song Of Joy
410
Tuhan Menetapkan
412
Perubahan Ajalb
413
Hidup Bagi Kristus
414
Dimana dan Kapan Saja
415
Do All In The Name of The Lord
416
Arti Hidupku
474
Find Us Faithfull