BZ
Da Ta’onorogõ Tõdõ
472
Nomor
Kode
BZ 472
Buku
Buku Zinunö
Tematik
Fanusugi Dõdõ
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Da ta’onorogõ tõdõ, wangombakha turia.
Turia somuso dõdõ, soroi Lowalangida.
Da mõi ita mohalõwõ, ba mbasito Zo’aya.
Ba da’õ tekaoni ita, mõi enoni Zo’aya.
2
Wa’ato ndra talifuso, si lo irugi haga.
No baluno horo dõdõ, no iba’a afokha.
Da tafazaewe danomo Taromali Zo’aya.
Afu mowa’a ba dõdõ, wamati kho Zo’aya.
3
Moi ita ta turiaigo, daromali Zo’aya.
He akao he agafokho boi ta fatou de’ala.
Ta’oigo dõdõ wogamo, me oroisa Zo’aya.
Me fa’auri nitemada ba luo safuria.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Mari Kita Mewartakan"** atau dalam bahasa Nias dikenal dengan judul **"Da Mo Ita Mohalowo"** merupakan salah satu lagu rohani paling ikonik yang lahir dari rahim pelayanan **BNKP (Banua Niha Keriso Protestan)**.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Pencipta: Buku Zinuno BNKP
Penting untuk dipahami bahwa "Buku Zinuno BNKP" bukanlah nama orang, melainkan **buku nyanyian jemaat resmi** yang digunakan oleh gereja BNKP (seperti halnya "Kidung Jemaat" di lingkungan gereja-gereja di Indonesia). Lagu ini tercatat dalam buku nyanyian tersebut, yang menjadi pedoman ibadah bagi jemaat Nias selama puluhan tahun.
Lagu ini diciptakan oleh **Ephorus Emeritus Pdt. Dr. G. Lombu** (beberapa sumber menyebutkan kontribusi besar dari para musisi gerejawi BNKP era tersebut).
### 2. Latar Belakang dan Konteks Teologis
Lagu ini lahir dari semangat **penginjilan (misi)**. Gereja BNKP memiliki akar sejarah yang kuat dalam gerakan penginjilan di Kepulauan Nias sejak awal abad ke-20.
* **Panggilan Amanat Agung:** Secara teologis, lagu ini ditulis sebagai pengingat bagi jemaat Nias bahwa menjadi Kristen bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk "mewartakan" (memberitakan) kabar sukacita kepada orang lain.
* **Konteks Budaya Nias:** Kata *"Mohalowo"* dalam bahasa Nias secara harfiah berarti "bekerja". Namun, dalam konteks lagu ini, *Mohalowo* merujuk pada "pekerjaan Tuhan" atau "melayani Tuhan". Jadi, "Da Mo Ita Mohalowo" berarti "Mari kita bekerja untuk Tuhan" atau "Mari kita melayani-Nya".
### 3. Makna Lirik
Lagu ini sangat terkenal karena liriknya yang lugas dan bersemangat. Isi lagu tersebut menekankan beberapa hal utama:
* **Ajakan Bersama:** Penggunaan kata "Mari" (Da Mo Ita) menunjukkan bahwa tugas mewartakan Injil bukan hanya tugas pendeta atau pengurus gereja, melainkan tugas seluruh anggota jemaat.
* **Sukacita Pelayanan:** Lagu ini diciptakan dengan tempo dan irama yang biasanya ceria, mencerminkan bahwa melayani Tuhan adalah sebuah kegembiraan, bukan beban.
* **Kesetiaan:** Liriknya juga mengandung pesan agar jemaat tetap setia melayani di tengah tantangan zaman, sesuai dengan semangat penginjilan yang diwariskan oleh para misionaris di Nias.
### 4. Peran Lagu dalam Budaya Nias
Lagu "Da Mo Ita Mohalowo" telah menjadi "lagu wajib" dalam berbagai acara gerejawi di Nias, mulai dari kebaktian Minggu, perayaan Natal, hingga acara-acara pemuda gereja (Angowuloa Fa'awösa Ama Ma'afao/AFAM).
Beberapa poin penting mengapa lagu ini sangat legendaris:
* **Identitas:** Bagi masyarakat Nias di perantauan, lagu ini sering kali memicu rasa rindu akan kampung halaman dan kebersamaan di gereja BNKP.
* **Semangat Kebersamaan:** Sering dinyanyikan dengan diiringi musik tradisional Nias (seperti *Fataele* atau *Doli-doli*) atau musik gerejawi modern, yang menunjukkan perpaduan budaya dan iman Kristen.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **semangat pekabaran Injil**. Lagu ini tidak ditulis sebagai karya seni semata, melainkan sebagai "seruan perang" rohani bagi jemaat Nias untuk tetap aktif dan tidak pasif dalam menjalankan tugas pelayanan (*mohalowo*) di tengah dunia.
Jika Anda mendengarkan lagu ini dalam ibadah BNKP, Anda akan merasakan antusiasme jemaat yang sangat tinggi, karena lagu ini memang didesain untuk membangkitkan semangat kebersamaan dalam melayani Tuhan.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Pencipta: Buku Zinuno BNKP
Penting untuk dipahami bahwa "Buku Zinuno BNKP" bukanlah nama orang, melainkan **buku nyanyian jemaat resmi** yang digunakan oleh gereja BNKP (seperti halnya "Kidung Jemaat" di lingkungan gereja-gereja di Indonesia). Lagu ini tercatat dalam buku nyanyian tersebut, yang menjadi pedoman ibadah bagi jemaat Nias selama puluhan tahun.
Lagu ini diciptakan oleh **Ephorus Emeritus Pdt. Dr. G. Lombu** (beberapa sumber menyebutkan kontribusi besar dari para musisi gerejawi BNKP era tersebut).
### 2. Latar Belakang dan Konteks Teologis
Lagu ini lahir dari semangat **penginjilan (misi)**. Gereja BNKP memiliki akar sejarah yang kuat dalam gerakan penginjilan di Kepulauan Nias sejak awal abad ke-20.
* **Panggilan Amanat Agung:** Secara teologis, lagu ini ditulis sebagai pengingat bagi jemaat Nias bahwa menjadi Kristen bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk "mewartakan" (memberitakan) kabar sukacita kepada orang lain.
* **Konteks Budaya Nias:** Kata *"Mohalowo"* dalam bahasa Nias secara harfiah berarti "bekerja". Namun, dalam konteks lagu ini, *Mohalowo* merujuk pada "pekerjaan Tuhan" atau "melayani Tuhan". Jadi, "Da Mo Ita Mohalowo" berarti "Mari kita bekerja untuk Tuhan" atau "Mari kita melayani-Nya".
### 3. Makna Lirik
Lagu ini sangat terkenal karena liriknya yang lugas dan bersemangat. Isi lagu tersebut menekankan beberapa hal utama:
* **Ajakan Bersama:** Penggunaan kata "Mari" (Da Mo Ita) menunjukkan bahwa tugas mewartakan Injil bukan hanya tugas pendeta atau pengurus gereja, melainkan tugas seluruh anggota jemaat.
* **Sukacita Pelayanan:** Lagu ini diciptakan dengan tempo dan irama yang biasanya ceria, mencerminkan bahwa melayani Tuhan adalah sebuah kegembiraan, bukan beban.
* **Kesetiaan:** Liriknya juga mengandung pesan agar jemaat tetap setia melayani di tengah tantangan zaman, sesuai dengan semangat penginjilan yang diwariskan oleh para misionaris di Nias.
### 4. Peran Lagu dalam Budaya Nias
Lagu "Da Mo Ita Mohalowo" telah menjadi "lagu wajib" dalam berbagai acara gerejawi di Nias, mulai dari kebaktian Minggu, perayaan Natal, hingga acara-acara pemuda gereja (Angowuloa Fa'awösa Ama Ma'afao/AFAM).
Beberapa poin penting mengapa lagu ini sangat legendaris:
* **Identitas:** Bagi masyarakat Nias di perantauan, lagu ini sering kali memicu rasa rindu akan kampung halaman dan kebersamaan di gereja BNKP.
* **Semangat Kebersamaan:** Sering dinyanyikan dengan diiringi musik tradisional Nias (seperti *Fataele* atau *Doli-doli*) atau musik gerejawi modern, yang menunjukkan perpaduan budaya dan iman Kristen.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **semangat pekabaran Injil**. Lagu ini tidak ditulis sebagai karya seni semata, melainkan sebagai "seruan perang" rohani bagi jemaat Nias untuk tetap aktif dan tidak pasif dalam menjalankan tugas pelayanan (*mohalowo*) di tengah dunia.
Jika Anda mendengarkan lagu ini dalam ibadah BNKP, Anda akan merasakan antusiasme jemaat yang sangat tinggi, karena lagu ini memang didesain untuk membangkitkan semangat kebersamaan dalam melayani Tuhan.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Tema :
Fanusugi Dõdõ
458
Heta Khõu Wangarõ-Ngarõ
459
Aine Khõ Yesu
460
Bangawalõ Zagalio Taya
461
Fekoli Si Lõ Arara
462
Ba Wekoli Ba Gulidanõ
463
Fa’omasi Lowalangi,
464
Hana Lõ Sõkhi-Sõkhi
465
Hana Lõ Sõkhi-Sõkhi
466
No Famaedo Duma Duma
467
Oi Nirõi Ba Oi Ni’erogõ
468
Angeragõ He Talifusõ
469
Alai Na Lõ Õlõ
470
Yesu Sauri
471
Bõi Rõrõ’õ
473
No Amaedola Geu Saõndrõ
474
Alai Ndra’o, Alai Dõdõ
475
So Dua Rozi Lala Ba Wa’auri
476
Alai Niha Sagabe’e Tõdõ
477
Omuso-Muso Dõdõ Zamati
478
Fanawõgu Oroisa
479
Alai Niha Sagabe’e
480
He Agafõkhõ Ba Wanõrõ
481
Omasido Mõi Ba Migu
482
Fefu Gomasi’õ Dõdõ
483
He Yesu No Sinduhu
484
He Yesus Tolo Ndra’odo
485
Nebukaneza
486
Angelama Samati Bõi
487
We’e-We’e Khõgu
488
Lõ Famaedo Wa’afõkhõ
489
Na U’angeragõ Tõdõgu
490
Ya’odo Zanutuyu Ya’ami
491
Lowalangi Zi No Mombõi
492
Bõi Rõrõ’õ He Talifuso
493
Lalada Ba Gulidanõ
494
Fangalagu Dõdõgu
495
He Tõdõgu Emaligu Ndra’ugõ
496
He Ama Bõi Ua Obõ
497
Na U’era-Era Tõdõgu
498
Na Irugi Inõtõ-Irugi Inõtõ
499
Ilului Khõgu So’aya
500
Na Irugi Inõtõ
501
Omasi U’o’õ Yesu
502
Alai Na Mõi Zaya-Zaya Gõlõgu
503
No Ufili U’o’õ Yesu