Bekasi, Cikarang & Karawang
Hari Ini
Ilustrasi Kidung Agung
GKJ Bekasi Timur
Baca Alkitab Setiap Hari
02 Jun 2026
Kidung Agung
Selasa, 02 Juni 2026
Kidung Agung
Kid 1:1-17 TB
1:1 Kidung agung dari Salomo.
Mempelai perempuan dan puteri-puteri Yerusalem
1:2 --Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur,
1:3 harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!
1:4 Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi! Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya. Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau, kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu!
1:5 Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma.
1:6 Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga.
1:7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?
1:8 --Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.
Mempelai laki-laki dan mempelai perempuan puji-memuji
1:9 --Dengan kuda betina dari pada kereta-kereta Firaun kuumpamakan engkau, manisku.
1:10 Moleklah pipimu di tengah perhiasan-perhiasan dan lehermu di tengah kalung-kalung.
1:11 Kami akan membuat bagimu perhiasan-perhiasan emas dengan manik-manik perak.
1:12 --Sementara sang raja duduk pada mejanya, semerbak bau narwastuku.
1:13 Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur, tersisip di antara buah dadaku.
1:14 Bagiku kekasihku setangkai bunga pacar di kebun-kebun anggur En-Gedi.
1:15 --Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu.
1:16 --Lihatlah, tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita.
1:17 Dari kayu aras balok-balok rumah kita, dari kayu eru papan dinding-dinding kita.

Syalom, Jemaat GKJ Bekasi Timur! 

Pada *Selasa, 2 Juni 2026* kita bersama-sama membaca *Kidung Agung 1-8*.

Kidung Agung 1–8 berisi kumpulan syair puisi yang menggambarkan indahnya kasih antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Melalui ungkapan yang puitis, kitab ini menunjukkan sukacita, kerinduan, kasih, dan kesetiaan yang tumbuh dalam sebuah hubungan.

  • Kedua tokohnya saling memuji, mengasihi, dan menghargai satu sama lain. Dari hubungan mereka, kita melihat bahwa kasih yang sejati dibangun dengan penghormatan, komitmen, dan kesetiaan. Kitab ini juga mengingatkan bahwa kasih adalah anugerah yang berharga dan patut dijaga.

  • Kidung Agung mengajarkan bahwa kasih sangat kuat dan berharga, sehingga tidak dapat dibeli dengan harta apa pun (Kidung Agung 8:6–7). Kasih digambarkan “kuat seperti maut” dan tidak dapat dipadamkan oleh air yang besar.

  • Secara langsung, kitab ini berbicara tentang kasih antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Namun, dalam tradisi Yahudi dan Kristen, Kidung Agung juga sering dipahami sebagai gambaran kasih Tuhan kepada umat-Nya, dan dalam pemahaman Kristen, sebagai gambaran kasih Kristus kepada jemaat-Nya.

Kesimpulan: Kidung Agung mengajarkan bahwa kasih adalah anugerah Tuhan yang indah dan berharga. Kasih yang sejati ditandai oleh kesetiaan, komitmen, dan penghargaan satu sama lain, serta perlu dijaga dan dipelihara dengan sungguh-sungguh.

Karena Kidung Agung menggunakan bahasa yang puitis untuk menggambarkan kasih dan ketertarikan antara laki-laki dan perempuan, orang tua perlu mendampingi anak-anak yang membacanya. Dengan demikian, anak-anak dapat memahami bahwa kitab ini tidak hanya berbicara tentang perasaan romantis, tetapi juga menunjukkan pentingnya saling menghargai, kesetiaan, dan komitmen dalam sebuah hubungan.

Mari tetap setia memelihara komitmen sederhana untuk hidup dekat dengan firman Tuhan, sebab melalui kesetiaan kecil itu Tuhan memelihara iman dan langkah kita.

Bagi jemaat yang memiliki keterbatasan penglihatan, silakan mengikuti bacaan melalui Alkitab Suara pada tautan berikut: