Amsal 7:1--9:18
7:1
Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu.
7:2
Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu.
7:3
Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu.
7:4
Katakanlah kepada hikmat: "Engkaulah saudaraku" dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu,
7:5
supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.
7:6
Karena ketika suatu waktu aku melihat-lihat, dari kisi-kisiku, dari jendela rumahku,
7:7
kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi,
7:8
yang menyeberang dekat sudut jalan, lalu melangkah menuju rumah perempuan semacam itu,
7:9
pada waktu senja, pada petang hari, di malam yang gelap.
7:10
Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik;
7:11
cerewet dan liat perempuan ini, kakinya tak dapat tenang di rumah,
7:12
sebentar ia di jalan dan sebentar di lapangan, dekat setiap tikungan ia menghadang.
7:13
Lalu dipegangnyalah orang teruna itu dan diciumnya, dengan muka tanpa malu berkatalah ia kepadanya:
7:14
"Aku harus mempersembahkan korban keselamatan, dan pada hari ini telah kubayar nazarku itu.
7:15
Itulah sebabnya aku keluar menyongsong engkau, untuk mencari engkau dan sekarang kudapatkan engkau.
7:16
Telah kubentangkan permadani di atas tempat tidurku, kain lenan beraneka warna dari Mesir.
7:17
Pembaringanku telah kutaburi dengan mur, gaharu dan kayu manis.
7:18
Marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara.
7:19
Karena suamiku tidak di rumah, ia sedang dalam perjalanan jauh,
7:20
sekantong uang dibawanya, ia baru pulang menjelang bulan purnama."
7:21
Ia merayu orang muda itu dengan berbagai-bagai bujukan, dengan kelicinan bibir ia menggodanya.
7:22
Maka tiba-tiba orang muda itu mengikuti dia seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum,
7:23
sampai anak panah menembus hatinya; seperti burung dengan cepat menuju perangkap, dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam.
7:24
Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, perhatikanlah perkataan mulutku.
7:25
Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya.
7:26
Karena banyaklah orang yang gugur ditewaskannya, sangat besarlah jumlah orang yang dibunuhnya.
7:27
Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut.
Wejangan hikmat
8:1
Bukankah hikmat berseru-seru, dan kepandaian memperdengarkan suaranya?
8:2
Di atas tempat-tempat yang tinggi di tepi jalan, di persimpangan jalan-jalan, di sanalah ia berdiri,
8:3
di samping pintu-pintu gerbang, di depan kota, pada jalan masuk, ia berseru dengan nyaring:
8:4
"Hai para pria, kepadamulah aku berseru, kepada anak-anak manusia kutujukan suaraku.
8:5
Hai orang yang tak berpengalaman, tuntutlah kecerdasan, hai orang bebal, mengertilah dalam hatimu.
8:6
Dengarlah, karena aku akan mengatakan perkara-perkara yang dalam dan akan membuka bibirku tentang perkara-perkara yang tepat.
8:7
Karena lidahku mengatakan kebenaran, dan kefasikan adalah kekejian bagi bibirku.
8:8
Segala perkataan mulutku adalah adil, tidak ada yang belat-belit atau serong.
8:9
Semuanya itu jelas bagi yang cerdas, lurus bagi yang berpengetahuan.
8:10
Terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan.
8:11
Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.
8:12
Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.
8:13
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.
8:14
Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan.
8:15
Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan.
8:16
Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi.
8:17
Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.
8:18
Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.
8:19
Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan.
8:20
Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan,
8:21
supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.
8:22
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
8:23
Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.
8:24
Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air.
8:25
Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;
8:26
sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama.
8:27
Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya,
8:28
ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras,
8:29
ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi,
8:30
aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;
8:31
aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.
8:32
Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.
8:33
Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya.
8:34
Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.
8:35
Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.
8:36
Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut."
Undangan hikmat dan undangan kebodohan
9:1
Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,
9:2
memotong ternak sembelihannya, mencampur anggurnya, dan menyediakan hidangannya.
9:3
Pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya berseru-seru di atas tempat-tempat yang tinggi di kota:
9:4
"Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari"; dan kepada yang tidak berakal budi katanya:
9:5
"Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur;
9:6
buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian."
9:7
Siapa mendidik seorang pencemooh, mendatangkan cemooh kepada dirinya sendiri, dan siapa mengecam orang fasik, mendapat cela.
9:8
Janganlah mengecam seorang pencemooh, supaya engkau jangan dibencinya, kecamlah orang bijak, maka engkau akan dikasihinya,
9:9
berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah.
9:10
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.
9:11
Karena oleh aku umurmu diperpanjang, dan tahun-tahun hidupmu ditambah.
9:12
Jikalau engkau bijak, kebijakanmu itu bagimu sendiri, jikalau engkau mencemooh, engkau sendirilah orang yang akan menanggungnya.
9:13
Perempuan bebal cerewet, sangat tidak berpengalaman ia, dan tidak tahu malu.
9:14
Ia duduk di depan pintu rumahnya di atas kursi di tempat-tempat yang tinggi di kota,
9:15
dan orang-orang yang berlalu di jalan, yang lurus jalannya diundangnya dengan kata-kata:
9:16
"Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari"; dan kepada orang yang tidak berakal budi katanya:
9:17
"Air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya."
9:18
Tetapi orang itu tidak tahu, bahwa di sana ada arwah-arwah dan bahwa orang-orang yang diundangnya ada di dalam dunia orang mati.