Bekasi, Cikarang & Karawang
46
Nomor
la=d
Nada Dasar
Kode
KK 46
Buku
Kidung Keesaan
Tematik
Puji-pujian dan Pembukaan Ibadah
Nada Dasar
la=d
Ketukan
2/4 ketuk
Metronom
72
Jumlah Bait
4 bait
Pencipta Lagu
Prancis (1800)
Pencipta Syair
Gerard Moultrie (1829)
Penerjemah
Hermanus Arie Pandopo (H.A. Van Dop) (1987)
Cross Ref.
PKJ 29 , KMM 36 , NKB 6
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
1
Patut segenap yang ada diam dan sujud sembah, mengosongkan pikirannya dari barang dunia, karna Tuhan sungguh hadir, patut dipermulia.
2
Maharaja alam raya, lahir dari Maria, Tuhan yang telah menjadi serendah manusia, bagai Roti yang surgawi, memberikan diri-Nya.
3
Malak mengiringi Dia, Putra Allah yang Esa, Cahya dari Cahya murni hadir dalam dunia. Kuasa iblis harus mundur, kegelapan pun enyah!
4
Serafim menutup wajah, Kerubim sujud sembah, sungkem di hadapan Dia dan menyanyilah tak lelah: Haleluya, Haleluya, Tuhan Mahamulia!
Partitur / Not
Partitur Chord KK 46
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 4 slide
Slide 1 β€” KK 46 1
Slide 2 β€” KK 46 2
Slide 3 β€” KK 46 3
Slide 4 β€” KK 46 4
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik salah satu himne Kristen paling mistis dan agung, "Patut Segenap Yang Ada / Let All Mortal Flesh Keep Silence." Lagu ini adalah jembatan yang menghubungkan liturgi kuno Gereja Timur dengan ibadah Kristen modern di Barat, dipenuhi dengan getaran spiritual yang mendalam.

### Asal Mula Kuno: Liturgi St. Yakobus dan Gereja Timur

Kisah lagu ini dimulai ribuan tahun lalu, jauh sebelum Gerard Moultrie lahir. Lirik aslinya bukanlah ciptaan Moultrie, melainkan sebuah teks yang sangat kuno yang merupakan bagian dari **"Liturgy of St. James" (Liturgi St. Yakobus)**, salah satu liturgi Kristen tertua yang masih digunakan, khususnya di Gereja Ortodoks Antiokhia dan beberapa tradisi Ortodoks Timur lainnya. Liturgi ini diyakini berasal dari Yerusalem pada abad ke-4, dan secara tradisional dikaitkan dengan Rasul Yakobus, saudara Tuhan Yesus.

Teks aslinya ditulis dalam bahasa **Yunani Koine** (?????), dan dikenal sebagai **"Sigesato pasa sarx broteia" (???????? ???? ???? ???????)**, yang secara harfiah berarti "Biarlah setiap daging fana berdiam diri."

Dalam Liturgi St. Yakobus, teks ini dinyanyikan pada momen yang sangat sakral yang disebut **"Great Entrance" (Pintu Masuk Agung)**. Ini adalah prosesi di mana roti dan anggur (yang akan dikonsekrasikan menjadi Ekaristi atau Komuni Kudus) dibawa dari prothesis (meja persiapan) ke altar utama. Momen ini bukan sekadar pemindahan fisik, melainkan dipandang sebagai kedatangan Kristus sendiri yang akan mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban.

Tujuan dari himne ini pada saat itu adalah untuk menanamkan rasa hormat, kekaguman, dan ketenangan yang mendalam di antara umat. Ini adalah seruan agar semua makhluk fanaβ€”manusiaβ€”berdiam diri, merenung, dan menyadari bahwa mereka akan menyaksikan dan berpartisipasi dalam misteri ilahi yang melampaui pemahaman manusia. Kehadiran Allah yang mahasuci begitu dekat, sehingga bahkan malaikat-malaikat pun digambarkan bergetar dan menyembunyikan wajah mereka.

### Sang Penerjemah: Gerard Moultrie

Di sinilah peran **Gerard Moultrie (1829–1885)**, seorang imam Anglikan, cendekiawan, dan penulis himne Inggris, menjadi sangat penting. Pada abad ke-19, ada minat yang tumbuh di Gereja Inggris untuk memperkaya ibadah mereka dengan kekayaan liturgi dari Gereja-gereja Timur yang kuno. Moultrie adalah salah satu pelopor dalam gerakan ini.

Pada tahun **1864**, Moultrie menerjemahkan teks Yunani kuno "Sigesato pasa sarx broteia" ke dalam bahasa Inggris. Terjemahannya bukan sekadar literal, melainkan puitis dan sangat sensitif terhadap nuansa teologis serta spiritual dari teks aslinya. Ia berhasil menangkap esensi dari ketakjuban, kerendahan hati, dan misteri yang terkandung dalam himne kuno tersebut.

Judul terjemahannya, **"Let All Mortal Flesh Keep Silence,"** dengan segera menjadi klasik. Kata-katanya sangat kuat dan ikonik:

* "Let all mortal flesh keep silence, and with fear and trembling stand;
Ponder nothing earthly minded, for with blessing in His hand,
Christ our God to earth descendeth, our full homage to demand."
(Biarlah segenap yang fana berdiam diri, dan berdiri dengan takut dan gemetar;
Janganlah memikirkan hal-hal duniawi, karena dengan berkat di tangan-Nya,
Kristus Allah kita turun ke bumi, menuntut penghormatan penuh kita.)

Moultrie tidak hanya menerjemahkan; ia menghidupkan kembali himne ini untuk generasi baru. Ia melihat keindahan dan kekuatan spiritual dalam liturgi Ortodoks Timur yang seringkali tidak dikenal di Barat, dan melalui terjemahannya, ia menjembatani jurang budaya dan bahasa.

### Musik dan Kebangkitan Modern

Setelah terjemahan Moultrie, himne ini semakin dikenal, tetapi kekuatannya benar-benar meledak ketika dipadukan dengan melodi tertentu.

Melodi paling terkenal yang mengiringi lirik ini bukanlah ciptaan baru, melainkan sebuah lagu pengantar tidur Natal (carol) Prancis kuno dari Abad Pertengahan yang dikenal sebagai **"Picardy"** (dari daerah Picardy di Prancis). Melodi ini memiliki nuansa yang khusyuk, melankolis, dan agung, yang secara sempurna melengkapi getaran misterius dari lirik Moultrie.

Pengaturan melodi "Picardy" untuk "Let All Mortal Flesh Keep Silence" yang paling berpengaruh adalah oleh komposer Inggris **Ralph Vaughan Williams** dalam **The English Hymnal (1906)**. Perpaduan antara lirik kuno yang diterjemahkan Moultrie dan melodi abad pertengahan yang diaransemen oleh Vaughan Williams menciptakan sebuah karya yang transenden dan tak terlupakan.

### Makna dan Dampak Spiritual

"Patut Segenap Yang Ada" adalah lebih dari sekadar lagu ibadah; ini adalah sebuah meditasi teologis dan spiritual yang mendalam.

1. **Kehadiran Ilahi yang Tak Terukur:** Himne ini adalah pengingat yang kuat akan kedekatan dan kekudusan Tuhan. Ini menyerukan agar kita mengesampingkan kekhawatiran duniawi dan mempersiapkan hati kita untuk menghadapi Dia yang "turun ke bumi."
2. **Kerendahan Hati dan Kekaguman:** Gambaran tentang malaikat-malaikat yang "menyelubungi wajah mereka" dan "bergetar" di hadapan Allah menekankan betapa kecil dan tidak layaknya kita di hadapan kemuliaan-Nya. Ini memanggil kita untuk merendahkan diri dalam kekaguman.
3. **Eskatologi dan Kedatangan Kristus:** Ayat terakhir lagu ini, yang berbicara tentang Kristus yang "datang dengan kerumunan para malaikat" dan "pasukan yang tak terhitung," menghubungkan momen Ekaristi dengan Kedatangan Kedua Kristus di akhir zaman, mengingatkan kita akan harapan dan janji-Nya.
4. **Jembatan antara Langit dan Bumi:** Lagu ini menggambarkan momen ibadah sebagai titik di mana tirai antara dunia fana dan alam surgawi menipis, memungkinkan kita untuk merasakan sekilas kemuliaan ilahi.

Hingga hari ini, "Patut Segenap Yang Ada / Let All Mortal Flesh Keep Silence" tetap menjadi salah satu himne yang paling dicintai dan dihormati di berbagai denominasi Kristen, terutama selama Adven, Misa Komuni, atau bahkan dalam ibadah pemakaman. Kekuatan liriknya, keindahan melodinya, dan kedalaman spiritualnya terus menggetarkan jiwa, mengajak setiap pendengarnya untuk berhenti sejenak, merenung, dan membiarkan "segenap yang fana berdiam diri" di hadapan Yang Mahakuasa.

Narasi dari Wikipedia/AI β€” sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.

1
Mari, Puji Dia
KK
2
Allah Hadir Bagi Kita
KK
3
Andai 'Ku Punya Banyak Lidah
KK
4
Angkatlah Hatimu Pada Tuhan
KK
5
Bagimu, Tuhan, Nyanyianku
KK
6
Bergemarlah Dan Bersukaria
KK
7
Berhimpun Semua
KK
8
Beribu Lidah Patutlah
KK
9
Bersoraklah Dan Puji Tuhan
KK
10
Bersoraklah, Hai Alam Semesta
KK
11
Bersyukurlah Pada Tuhan
KK
12
Bukalah Gapura Indah
KK
13
Bumi Dan Langit, Pujilah
KK
14
Bernyanyilah, Biduan Muda-Mudi
KK
15
Dengan Gembira
KK
16
Hai Makhluk Semua
KK
17
Gloria
KK
18
Suci, Suci, Suci
KK
19
Hai Mari Sembah
KK
20
Hai, Masyhurkanlah
KK
21
Haleluya! Alangkah Baik
KK
22
Haleluya, Haleluya
KK
23
Haleluya Pujilah
KK
24
Hanyalah Engkau, Tuhan
KK
25
Hari Minggu Hari Kudus
KK
26
Hari Minggu, Hari Yang Mulia
KK
27
Inilah Hari Minggu
KK
28
Hari Minggu Hari Tuhan
KK
29
Jemaat Allah, Marilah
KK
30
Jiwaku Memuji Tuhan
KK
31
Kami Puji Dengan Riang
KK
32
'Kau Yang Layak
KK
33
Kepadamu,Tuhanku
KK
34
Kita Masuk Rumahnya
KK
35
'Ku Gembira 'Kau Berkata
KK
36
Mari, Bernyanyi Sertaku
KK
37
Mari Kita Puji
KK
38
Mari Menyembah
KK
39
Mari Sembah
KK
40
Marilah Bernyanyi
KK
41
Marilah Kita Siapkan Hati Kita
KK
42
Mulia, Mulia Namanya
KK
43
Nyanyikanlah Mazmur Bagi Tuhan
KK
44
Nyanyikanlah Nyanyian Baru
KK
45
O Hari Istirahat
KK
47
Puji, Hai Jiwaku, Puji Tuhan
KK
48
Puji Tuhan, Pujilah Namanya
KK
49
Puji Yesus
KK
50
Pujilah Allah, Pujilah
KK
51
Pujilah Tuhan
KK
52
Pujilah Tuhan, Sang Raja
KK
53
Salam Dan Hormat KepadaMu
KK
54
Pujilah Tuhanmu
KK
55
Muliakan Tuhan Allah
KK
56
Suci, Suci, Suci
KK
57
Sungguhlah Indah Rumahmu
KK
58
Terpujilah Allah
KK
59
Tuhan Allah Hadir
KK
60
Tuhan Allah, Namamu
KK
61
Tuhanku Yesus
KK
62
Ya Khalik Semesta
KK