Bekasi, Cikarang & Karawang
183
Nomor
Kode
NKB 183
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Tematik
Hidup Mengikut Tuhan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Albert B. Simpson
Pencipta Syair
Albert B. Simpson
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Cross Ref.
NKI 106
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 6 bait
1
Dulu ‘ku mencari hanya kurnia, kini ‘ku beroleh yang memb’rikannya. Dulu perasaan pandu bagiku, kini Firman Tuhan yang membimbingku. Aku puji Yesus tak kenal lelah, kar’na Dia sungguh Tuhanku adalah.
2
Dulu susah payah, giat berlelah, kini pasrah diri aku berserah. Dulu kematian membayangiku, kini kes’lamatan milikku penuh. Aku puji Yesus tak kenal lelah, kar’na Dia sungguh Tuhanku adalah.
3
Dulu ‘ku meraih tangan Tuhanku, kini bahkan Dia yang menggandengku. Dulu ombak laut menerpa keras, kini jangkar kokoh tiada ‘ku lepas. Aku puji Yesus tak kenal lelah, kar’na Dia sungguh Tuhanku adalah.
4
Dulu rancanganku memb’ri ku senang, kini hanya doa memb’ri ku tenang. Dulu ‘ku merasa bimbang tak tentu, kini ‘ku mendapat benteng yang teguh Aku puji Yesus tak kenal lelah, kar’na Dia sungguh Tuhanku adalah.
5
Dulu hasrat diri ‘ku ikuti t’rus, kini ‘ku dibimbing sabda Penebus. Dulu ‘ku menuntut, tak mau menyerah, Kini Tuhan saja ingin ‘ku sembah Aku puji Yesus tak kenal lelah, kar’na Dia sungguh Tuhanku adalah.
6
Dulu ‘ku berkhayal Yesus milikku, kini ‘ku tak ragu Dia hartaku. Dulu ‘ku bagaikan suluh yang pendar kini ‘ku bercahya gilang dan benar. Aku puji Yesus tak kenal lelah, kar’na Dia sungguh Tuhanku adalah.
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 183
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 7 slide
Slide 1 — NKB 183 1
Slide 2 — NKB 183 2
Slide 3 — NKB 183 3
Slide 4 — NKB 183 4
Slide 5 — NKB 183 5
Slide 6 — NKB 183 6
Slide 7 — NKB 183 7
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"Dulu 'Ku Mencari"** (dalam bahasa Inggris berjudul **"Himself"**) yang ditulis oleh **Albert B. Simpson** (1843–1919) adalah sebuah kesaksian perjalanan iman yang mendalam. Lagu ini bukan sekadar lirik puitis, melainkan sebuah ringkasan dari transformasi rohani seorang tokoh besar yang menginspirasi pendirian *Christian and Missionary Alliance* (C&MA).

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:

### 1. Latar Belakang Albert B. Simpson
Albert B. Simpson adalah seorang pengkhotbah yang sangat berbakat dan sukses di gereja-gereja besar di Amerika dan Kanada pada akhir abad ke-19. Namun, di balik kesuksesan pelayanannya, ia merasa ada sesuatu yang hilang. Ia merasa lelah secara fisik, mental, dan rohani karena mencoba melayani Tuhan dengan kekuatannya sendiri.

### 2. "Krisisi" di Chicago (1874)
Titik balik dalam hidupnya terjadi pada tahun 1874 di Chicago. Simpson mengalami kelelahan yang luar biasa (*burnout*). Ia merasa bahwa meskipun ia melayani Tuhan, ia belum benar-benar mengalami keintiman yang sejati dengan Kristus. Ia merasa hidupnya terfragmentasi oleh pencarian akan banyak hal: mencari berkat, mencari kuasa, mencari kesembuhan, dan mencari karunia.

Dalam masa permenungan yang sunyi, Tuhan berbicara kepadanya melalui sebuah konsep yang sangat sederhana namun radikal: **"Bukan berkat-Nya, melainkan Dia sendiri."**

### 3. Filosofi "Himself" (Dia Sendiri)
Simpson menyadari bahwa ia telah memosisikan Tuhan sebagai "pemberi hadiah" dan bukan sebagai "pengantin" atau pusat dari hidupnya. Ia menyadari bahwa selama ini ia mencari *hadiah-hadiah* dari Tuhan, bukan Tuhan itu sendiri.

Momen inilah yang melahirkan lagu "Himself". Liriknya menggambarkan pergeseran fokus hidupnya:

* **Dulu mencari berkat, kini mencari Kristus:** Ia tidak lagi fokus pada berkat, karunia, atau kesembuhan, melainkan pada pribadi Yesus Kristus.
* **Dulu mencari kuasa, kini mencari Sang Sumber Kuasa:** Ia menyadari bahwa kuasa tidak diberikan sebagai komoditas, melainkan datang dari kehadiran Kristus di dalam dirinya.

### 4. Makna Lirik (Stanza demi Stanza)
Lirik lagu ini disusun sebagai sebuah daftar hal-hal yang dulu dicari manusia, lalu menggantinya dengan satu jawaban mutlak: **Yesus.**

* **Bait 1:** *Dulu 'ku mencari berkat, kini cari Tuhanku.* (Pergeseran dari fokus pada pemberian ke fokus pada Pemberi).
* **Bait 2:** *Dulu 'ku mencari kes'mbuhan, kini cari Sang Tabib.* (Ia menyadari bahwa kesembuhan adalah efek samping dari berada dekat dengan Yesus).
* **Bait 3:** *Dulu 'ku mencari kuasa, kini cari Tangannya.* (Ia menyerahkan kendali hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan).

Lirik aslinya dalam bahasa Inggris (*Himself*):
> *"Once it was the blessing, now it is the Lord;*
> *Once it was the feeling, now it is His Word;*
> *Once His gifts I wanted, now the Giver own;*
> *Once I sought for healing, now Himself alone."*

### 5. Dampak Lagu Ini
Setelah pengalaman spiritual tersebut, hidup Simpson berubah total. Ia meninggalkan kenyamanan gereja-gereja besar untuk melayani kaum miskin dan mereka yang terabaikan di kota-kota besar. Ia mendirikan *The Christian and Missionary Alliance* (C&MA) dengan visi penginjilan dunia yang fokus pada "Kristus sebagai Juruselamat, Pengudus, Penyembuh, dan Raja yang akan datang."

Lagu ini menjadi "himne kebangsaan" bagi visi Simpson. Ia ingin setiap orang percaya berhenti menjadi "pemburu berkat" dan mulai menjadi "kekasih Kristus".

### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah pengingat bahwa iman Kristen bukanlah tentang **transaksi** (tukar guling antara doa kita dengan berkat Tuhan), melainkan tentang **relasi**. Simpson menuliskan lagu ini untuk menyatakan bahwa saat kita menemukan Yesus, kita sebenarnya telah menemukan segalanya. Itulah sebabnya bait terakhir lagu ini sering kali menekankan pada penyerahan diri yang total: *"Segala hal hanyalah Dia, Kristus saja."*

Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.