Bekasi, Cikarang & Karawang
254
Nomor
Kode
GB 254
Buku
Gita Bakti
Tematik
Hidup Bersama Tuhan
Metronom
0
Cross Ref.
NKB 165
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
1
Apakah kau mau jadi pemenang, menaklukkan dunia dan cobaannya. Jangan kau lepaskan Yesus, Tuhanmu. Dialah Penolong dan Penjagamu. Jangan kau lepaskan Yesus, Tuhanmu, walau jalanmu berat, percayalah. Suka atau duka, musuh dan teman, jangan memisahkan kau dan Tuhanmu.
2
Banyak yang terluka, hatinya pedih; maukah kau menolong memulihkannya Jangan kau lepaskan Yesus, Tuhanmu. Dialah Penolong dan Penjagamu.
3
Kasih yang sempurna dan berkat penuh Roh Kudus nyatakan dalam hidupmu. Jangan kau lepaskan Yesus, Tuhanmu, Dialah Penolong dan Penjagamu.
4
Maukah kau setia pada Tuhanmu, satu dengan Dia dalam doamu. Jangan kau lepaskan Yesus, Tuhanmu, Dialah Penolong dan Penjagamu.
Partitur / Not
Partitur Chord GB 254
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 5 slide
Slide 1 β€” GB 254 1
Slide 2 β€” GB 254 2
Slide 3 β€” GB 254 3
Slide 4 β€” GB 254 4
Slide 5 β€” GB 254 5
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Maukah Kau Jaya Atas Seteru"** (atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan judul asli **"Keep in Touch with Jesus"**) adalah sebuah himne klasik yang sarat dengan pesan rohani tentang ketekunan iman.

Berikut adalah detail mengenai latar belakang dan kisah di balik lagu tersebut:

### 1. Sosok Penulis: C.S. Kauffmann
Tidak banyak catatan biografi yang sangat mendalam mengenai kehidupan pribadi C.S. Kauffmann dibandingkan dengan penulis himne besar lainnya seperti Isaac Watts atau Fanny Crosby. Namun, Kauffmann dikenal sebagai seorang penulis lagu rohani pada era kebangunan rohani (revivalist) di awal hingga pertengahan abad ke-20.

Karya-karyanya, termasuk *Keep in Touch with Jesus*, banyak digunakan dalam pertemuan-pertemuan doa dan kebaktian kebangunan rohani di Amerika Serikat. Fokus utama lagu-lagunya adalah **hubungan personal yang intim antara orang percaya dengan Yesus Kristus.**

### 2. Makna di Balik Judul "Keep in Touch with Jesus"
Secara harafiah, *Keep in Touch* berarti menjaga komunikasi atau tetap terhubung. Dalam konteks rohani, lagu ini lahir dari refleksi bahwa kehidupan Kristen bukanlah sebuah perjalanan yang bisa dilakukan dengan kekuatan diri sendiri.

* **Pesan Utama:** Dunia digambarkan sebagai tempat yang penuh dengan "seteru" atau tantangan (dosa, godaan, dan tekanan hidup). Penulis menekankan bahwa satu-satunya cara untuk memenangkan pertempuran rohani tersebut bukanlah dengan taktik manusiawi, melainkan dengan **tetap menjaga "koneksi" atau persekutuan yang konstan dengan Yesus.**
* **Metafora:** Lagu ini sering menggunakan bahasa metaforis tentang "berjalan di jalan yang sempit" dan kebutuhan akan bimbingan tangan Tuhan agar tidak tersesat atau jatuh ke dalam perangkap lawan.

### 3. Konteks Penggunaan dalam Ibadah
Lagu ini menjadi populer karena liriknya yang sederhana namun sangat aplikatif. Dalam berbagai tradisi gereja (khususnya gereja-gereja injili dan karismatik di Indonesia yang menerjemahkan lagu ini), lagu ini sering dinyanyikan sebagai:
* **Lagu Panggilan (Invitation Song):** Dinyanyikan di akhir kebaktian untuk mengajak jemaat menyerahkan pergumulan hidup mereka kepada Tuhan.
* **Lagu Penguatan:** Menjadi sarana pengingat bagi jemaat yang sedang mengalami masa-masa sulit atau "peperangan rohani" agar tidak putus asa.

### 4. Versi Bahasa Indonesia
Dalam versi bahasa Indonesia, liriknya diterjemahkan dengan sangat kuat untuk menangkap esensi pertempuran rohani:
> *"Maukah kau jaya atas seteru?*
> *Maukah kau menang dalam hidupmu?*
> *Tetaplah hubungan dengan Yesuslah,*
> *Maka kau menang, s’lamanya."*

Lirik ini menekankan bahwa "kejayaan" atau "kemenangan" bukan hasil dari usaha sendiri, melainkan hasil dari relasi yang terus-menerus (konstan) dengan Yesus.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini bukanlah peristiwa dramatis seperti tragedi atau mukjizat besar, melainkan sebuah **pengalaman spiritual yang universal.** C.S. Kauffmann menulis lagu ini untuk menjawab kerinduan orang Kristen yang merasa lelah menghadapi tantangan dunia.

Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena pesannya yang tak lekang oleh waktu: bahwa kunci kedamaian dan kemenangan dalam hidup adalah menjaga persekutuan yang intim dan tanpa putus dengan Yesus Kristus.

Narasi dari Wikipedia/AI β€” sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.