PKJ
Abadi Tak Nampak
Immortal, Invisible
1
Nomor
Kode
PKJ 1
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Tematik
Puji-pujian dan Pembukaan Ibadah
Metronom
0
Pencipta Lagu
Tradisional Wales
Pencipta Syair
Walter Chalmers Smith
Cross Ref.
GB 17 ,KMM 1 ,NKB 8, BLP 270
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Abadi tak nampak, yang Mahaesa,
Yang tak terhampiri, terang takhtaNya,
Yang dalam PutraNya, telah dikenal,
BagiNyalah hormat dan kuasa kekal.
2
Ibarat cahaya, berkarya tenang,
Wibawa rajawi, kekal Kau pegang.
Teguh bagai gunung keadilanMu,
Dan awanMu sarat dengan kasihMu.
3
Engkaulah yang hidup, kekal slamanya;
Segala yang hidup, Engkau Dasarnya.
Terbataslah hidup, bagaikan kembang;
Engkau surya hidup yang tak terbenam.
4
Ya Bapa, Pencipta segala terang,
Dipuji malaikat, di sorga cerlang;
Pun kami memuji, pun kami sembah,
Engkau yang bertakhta, di cahya baka.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu pujian (hymn) **"Immortal, Invisible, God Only Wise"** (diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai **"Abadi, Tak Nampak"**) adalah salah satu karya sastra rohani yang paling dihormati dalam tradisi Kristen.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Penulis: Walter Chalmers Smith
Lagu ini ditulis oleh **Walter Chalmers Smith** (1824β1908), seorang pendeta dari *Free Church of Scotland*. Smith adalah seorang tokoh yang intelektual, seorang penyair, dan pengamat budaya yang tajam. Ia tidak hanya menulis lagu rohani, tetapi juga banyak menulis puisi sekuler.
Ia menulis lirik ini pada tahun **1867** dan pertama kali menerbitkannya dalam bukunya yang berjudul *Hymns of Christ and the Christian Life*.
### 2. Inspirasi Teologis: Sifat Allah yang Tak Terjangkau
Inspirasi utama lagu ini berasal dari **1 Timotius 1:17**, yang berbunyi:
> *"Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa. Amin."*
Smith ingin menangkap konsep teologis yang sangat agung, yaitu **transendensi Allah**. Dalam masa di mana banyak orang mencoba mendefinisikan atau "menjinakkan" Tuhan melalui logika manusia, Smith justru menekankan bahwa Tuhan itu melampaui pemahaman manusia. Ia menggunakan istilah seperti:
* *Immortal* (Abadi/Kekal)
* *Invisible* (Tak Nampak)
* *Inaccessible* (Tak Terjangkau)
* *Invisible light* (Cahaya yang tak terlihat)
Smith mengajak jemaat untuk kagum (awe) terhadap kebesaran Allah yang tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang, namun nyata melalui karya penciptaan-Nya.
### 3. Melodi: "St. Denio" (Tradisi Wales)
Meskipun liriknya ditulis oleh Smith, keindahan lagu ini tidak lepas dari melodinya yang megah. Melodi ini dikenal dengan nama **"St. Denio"**.
* **Asal-usul:** Melodi ini berasal dari lagu rakyat tradisional Wales yang berjudul *"Can Mlynedd i nawr"* (Seratus Tahun dari Sekarang).
* **Adaptasi:** Melodi rakyat ini kemudian diadaptasi menjadi melodi pujian. Karena berasal dari tradisi Walesβyang dikenal dengan tradisi menyanyi paduan suara yang kuat dan megahβmelodi "St. Denio" memiliki karakter yang sangat gagah, kuat, dan penuh kemenangan.
Kombinasi antara lirik yang sangat dalam/filosofis dengan melodi rakyat Wales yang semangat menciptakan kontras yang indah: kita memuji Tuhan yang jauh tak terjangkau, namun dengan nada yang bersemangat dan inklusif.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Keunikan lagu ini terletak pada cara Smith menggambarkan "Paradoks Tuhan":
* Tuhan digambarkan sebagai cahaya, namun cahaya yang terlalu terang sehingga manusia tidak bisa melihat-Nya (*"In light inaccessible hid from our eyes"*).
* Tuhan digambarkan sebagai sumber kehidupan, namun Ia sendiri tidak memiliki awal atau akhir.
Lagu ini menjadi pengingat bagi manusia untuk tidak merasa sudah "mengenal segalanya" tentang Tuhan. Ini adalah sebuah pujian yang penuh kerendahan hati.
### Kesimpulan
"Abadi Tak Nampak" adalah perpaduan antara **intelektualitas teologi Skotlandia** (melalui Walter Chalmers Smith) dan **semangat kemegahan musik tradisional Wales**. Lagu ini bertahan selama lebih dari 150 tahun karena ia berhasil menjawab kerinduan manusia untuk menyembah sesuatu yang jauh lebih besar, lebih mulia, dan lebih abadi daripada kehidupan duniawi yang fana.
Dalam ibadah, lagu ini sering digunakan untuk membuka kebaktian karena nadanya yang membangkitkan rasa hormat dan kekaguman terhadap keagungan Tuhan.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Penulis: Walter Chalmers Smith
Lagu ini ditulis oleh **Walter Chalmers Smith** (1824β1908), seorang pendeta dari *Free Church of Scotland*. Smith adalah seorang tokoh yang intelektual, seorang penyair, dan pengamat budaya yang tajam. Ia tidak hanya menulis lagu rohani, tetapi juga banyak menulis puisi sekuler.
Ia menulis lirik ini pada tahun **1867** dan pertama kali menerbitkannya dalam bukunya yang berjudul *Hymns of Christ and the Christian Life*.
### 2. Inspirasi Teologis: Sifat Allah yang Tak Terjangkau
Inspirasi utama lagu ini berasal dari **1 Timotius 1:17**, yang berbunyi:
> *"Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa. Amin."*
Smith ingin menangkap konsep teologis yang sangat agung, yaitu **transendensi Allah**. Dalam masa di mana banyak orang mencoba mendefinisikan atau "menjinakkan" Tuhan melalui logika manusia, Smith justru menekankan bahwa Tuhan itu melampaui pemahaman manusia. Ia menggunakan istilah seperti:
* *Immortal* (Abadi/Kekal)
* *Invisible* (Tak Nampak)
* *Inaccessible* (Tak Terjangkau)
* *Invisible light* (Cahaya yang tak terlihat)
Smith mengajak jemaat untuk kagum (awe) terhadap kebesaran Allah yang tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang, namun nyata melalui karya penciptaan-Nya.
### 3. Melodi: "St. Denio" (Tradisi Wales)
Meskipun liriknya ditulis oleh Smith, keindahan lagu ini tidak lepas dari melodinya yang megah. Melodi ini dikenal dengan nama **"St. Denio"**.
* **Asal-usul:** Melodi ini berasal dari lagu rakyat tradisional Wales yang berjudul *"Can Mlynedd i nawr"* (Seratus Tahun dari Sekarang).
* **Adaptasi:** Melodi rakyat ini kemudian diadaptasi menjadi melodi pujian. Karena berasal dari tradisi Walesβyang dikenal dengan tradisi menyanyi paduan suara yang kuat dan megahβmelodi "St. Denio" memiliki karakter yang sangat gagah, kuat, dan penuh kemenangan.
Kombinasi antara lirik yang sangat dalam/filosofis dengan melodi rakyat Wales yang semangat menciptakan kontras yang indah: kita memuji Tuhan yang jauh tak terjangkau, namun dengan nada yang bersemangat dan inklusif.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Keunikan lagu ini terletak pada cara Smith menggambarkan "Paradoks Tuhan":
* Tuhan digambarkan sebagai cahaya, namun cahaya yang terlalu terang sehingga manusia tidak bisa melihat-Nya (*"In light inaccessible hid from our eyes"*).
* Tuhan digambarkan sebagai sumber kehidupan, namun Ia sendiri tidak memiliki awal atau akhir.
Lagu ini menjadi pengingat bagi manusia untuk tidak merasa sudah "mengenal segalanya" tentang Tuhan. Ini adalah sebuah pujian yang penuh kerendahan hati.
### Kesimpulan
"Abadi Tak Nampak" adalah perpaduan antara **intelektualitas teologi Skotlandia** (melalui Walter Chalmers Smith) dan **semangat kemegahan musik tradisional Wales**. Lagu ini bertahan selama lebih dari 150 tahun karena ia berhasil menjawab kerinduan manusia untuk menyembah sesuatu yang jauh lebih besar, lebih mulia, dan lebih abadi daripada kehidupan duniawi yang fana.
Dalam ibadah, lagu ini sering digunakan untuk membuka kebaktian karena nadanya yang membangkitkan rasa hormat dan kekaguman terhadap keagungan Tuhan.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
GB 17 ,KMM 1 ,NKB 8, BLP 270
270
Abadi Tak Nampak
17
Abadi Tak Nampak
1
Abadi Tak Nampak
8
Abadi Tak Nampak
2
Mulia, Mulia NamaNya
3
Ajaib NamaNya
4
Angkatlah Hatimu Pada Tuhan
5
Bersoraklah dan Puji Tuhan
6
Bersoraklah, Hai Alam Semesta
7
Bersyukurlah Pada Tuhan
8
Bukalah Gapura Indah
9
Dengan Malaikat, Angkatlah
10
Dengan Semarak Majulah
11
Inilah Hari Minggu
12
Kami Muliakan NamaMu
13
Kita Masuk RumahNya
14
Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan
15
Kusiapkan Hatiku, Tuhan
16
Mari, Kawan-Kawan, Nyanyi Gembira
17
Mari Kita Puji
18
Mari Masuk ke RumahNya
19
Mari Sembah
20
Mari Semua, Mari Sembah Tuhan
21
Mari Semua, Kini Bernyanyilah
22
Marilah Kita Siapkan Hati Kita
23
Marilah Memuji
24
Marilah, Pujilah Allah
25
Muliakan Nama Tuhan
26
Nyanyikanlah Haleluya
27
Nyanyikanlah Nyanyian Baru
28
Nyanyikan Tuhanmu Haleluya
29
Patut Segenap yang Ada
30
Puji Tuhan Allah
31
Puji Tuhan, Pujilah NamaNya
32
Puji Tuhan, Pujilah NamaNya
33
Pujilah Allah, Pujilah
34
Soraklah, Hai UmatNya
35
Suci, Suci, Suci
36
Yesus, Raja Damai