PKJ
Kami Muliakan NamaMu
We Will Glory
12
Nomor
Kode
PKJ 12
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Tematik
Puji-pujian dan Pembukaan Ibadah
Metronom
0
Pencipta Lagu
Twila Paris
Pencipta Syair
Twila Paris
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Kami muliakan namaMu, Maha raja semesta.
Anak domba yang tersembelih, Kau yang ada s’lamanya.
2
Kami sujud di hadapanMu, Kau yang Maha mulia:
Hanya kepadaMu yang Kudus, kami sujud menyembah.
3
Raja sorga, Raja dunia, bumi, laut dan isinya.
Kaulah Raja alam semesta, Kau yang Maha mulia!
4
Haleluya bagi namaMu, Maha raja semesta.
Anak domba yang tersembelih, bagiMu Haleluya!
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Kami Muliakan Nama-Mu"** (judul asli: **"We Will Glorify"**) yang dipopulerkan oleh penyanyi musik rohani Kristen asal Amerika, **Twila Paris**, adalah salah satu lagu penyembahan klasik yang sangat mendalam.
Meskipun Twila Paris dikenal sebagai penulis lagu yang sangat produktif, kisah di balik lagu ini berkaitan erat dengan teologi Kristen tentang **kedaulatan Tuhan dan tujuan penciptaan manusia.**
Berikut adalah detail kisah dan makna di balik lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulisan (Tahun 1982)
Twila Paris menulis lagu ini pada tahun 1982. Pada saat itu, musik Kristen kontemporer sedang mengalami perkembangan pesat. Twila, yang tumbuh dalam keluarga musisi rohani, memiliki beban untuk menulis lagu yang tidak hanya sekadar "enak didengar", tetapi lagu yang memiliki kedalaman teologis untuk membawa jemaat masuk ke dalam penyembahan yang murni.
Ia menulis lagu ini dengan tujuan untuk memberikan sebuah "nyanyian penyembahan" yang berfokus sepenuhnya pada keagungan Tuhan, bukan pada kebutuhan manusia.
### 2. Inspirasi Teologis: "Tujuan Utama Manusia"
Inspirasi utama lagu ini berasal dari konsep teologis klasik yang dikenal dengan *Westminster Shorter Catechism*, yang menyatakan bahwa: **"Tujuan utama manusia adalah untuk memuliakan Allah dan menikmati Dia selamanya."**
Twila merenungkan bagaimana seorang manusia yang kecil seharusnya merespons kemahakuasaan Tuhan. Liriknya disusun sedemikian rupa untuk mengikuti urutan penyembahan:
* **Bait 1:** Mengakui Tuhan sebagai "Raja segala raja" dan "Tuhan segala tuhan."
* **Bait 2:** Mengakui Tuhan sebagai "Anak Domba" yang disembelih (Yesus Kristus) dan "Raja yang akan datang kembali."
* **Refrain:** Pernyataan komitmen umat untuk memuliakan Nama-Nya dan menyatakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Ada satu baris yang sangat ikonik dalam lagu ini:
*"We will glorify the King of Kings, we will glorify the Lamb."*
Di balik lirik ini, Twila ingin menekankan dua sisi Tuhan:
1. **Sebagai Raja (The King of Kings):** Menunjukkan otoritas, kekuasaan, dan kedaulatan Tuhan atas semesta.
2. **Sebagai Anak Domba (The Lamb):** Menunjukkan kerendahan hati, pengorbanan, dan kasih Tuhan melalui kematian-Nya di kayu salib.
Pesan utamanya adalah bahwa penyembahan yang sejati harus melibatkan pengakuan atas kedua sisi ini: menghormati kuasa-Nya, namun sekaligus mengasihi kerelaan-Nya untuk berkorban bagi manusia.
### 4. Dampak Lagu Ini bagi Dunia
Sejak dirilis, "We Will Glorify" menjadi salah satu lagu wajib di gereja-gereja di seluruh dunia. Lagu ini dianggap sebagai lagu "transisi" yang menjembatani gaya musik gereja tradisional (himne) dengan gaya musik penyembahan kontemporer.
* **Penerjemahan:** Lagu ini diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia ("Kami Muliakan Nama-Mu"), menjadikannya lagu lintas budaya yang menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang.
* **Kekuatan Lirik:** Banyak pendengar merasa bahwa lagu ini membantu mereka untuk "meninggalkan diri sendiri" (ego) dan benar-benar memusatkan perhatian pada pribadi Tuhan.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Kesuksesan lagu ini bukan karena aransemen musiknya yang rumit, melainkan karena **kesederhanaannya**. Twila Paris berhasil menyusun kata-kata yang mudah diingat namun sarat dengan pemujaan yang mendalam. Bagi banyak orang, menyanyikan lagu ini bukan sekadar aktivitas musik, melainkan sebuah pernyataan iman bahwa terlepas dari apa pun yang terjadi dalam hidup mereka, Tuhan tetap layak untuk ditinggikan.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik "We Will Glorify" adalah kisah tentang seorang penulis lagu yang ingin menjawab pertanyaan dasar manusia: *"Mengapa kita ada di sini?"* Jawabannya, menurut lagu Twila Paris ini, adalah sederhana namun absolut: **Kita ada di dunia ini untuk memuliakan nama-Nya.**
Meskipun Twila Paris dikenal sebagai penulis lagu yang sangat produktif, kisah di balik lagu ini berkaitan erat dengan teologi Kristen tentang **kedaulatan Tuhan dan tujuan penciptaan manusia.**
Berikut adalah detail kisah dan makna di balik lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulisan (Tahun 1982)
Twila Paris menulis lagu ini pada tahun 1982. Pada saat itu, musik Kristen kontemporer sedang mengalami perkembangan pesat. Twila, yang tumbuh dalam keluarga musisi rohani, memiliki beban untuk menulis lagu yang tidak hanya sekadar "enak didengar", tetapi lagu yang memiliki kedalaman teologis untuk membawa jemaat masuk ke dalam penyembahan yang murni.
Ia menulis lagu ini dengan tujuan untuk memberikan sebuah "nyanyian penyembahan" yang berfokus sepenuhnya pada keagungan Tuhan, bukan pada kebutuhan manusia.
### 2. Inspirasi Teologis: "Tujuan Utama Manusia"
Inspirasi utama lagu ini berasal dari konsep teologis klasik yang dikenal dengan *Westminster Shorter Catechism*, yang menyatakan bahwa: **"Tujuan utama manusia adalah untuk memuliakan Allah dan menikmati Dia selamanya."**
Twila merenungkan bagaimana seorang manusia yang kecil seharusnya merespons kemahakuasaan Tuhan. Liriknya disusun sedemikian rupa untuk mengikuti urutan penyembahan:
* **Bait 1:** Mengakui Tuhan sebagai "Raja segala raja" dan "Tuhan segala tuhan."
* **Bait 2:** Mengakui Tuhan sebagai "Anak Domba" yang disembelih (Yesus Kristus) dan "Raja yang akan datang kembali."
* **Refrain:** Pernyataan komitmen umat untuk memuliakan Nama-Nya dan menyatakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Ada satu baris yang sangat ikonik dalam lagu ini:
*"We will glorify the King of Kings, we will glorify the Lamb."*
Di balik lirik ini, Twila ingin menekankan dua sisi Tuhan:
1. **Sebagai Raja (The King of Kings):** Menunjukkan otoritas, kekuasaan, dan kedaulatan Tuhan atas semesta.
2. **Sebagai Anak Domba (The Lamb):** Menunjukkan kerendahan hati, pengorbanan, dan kasih Tuhan melalui kematian-Nya di kayu salib.
Pesan utamanya adalah bahwa penyembahan yang sejati harus melibatkan pengakuan atas kedua sisi ini: menghormati kuasa-Nya, namun sekaligus mengasihi kerelaan-Nya untuk berkorban bagi manusia.
### 4. Dampak Lagu Ini bagi Dunia
Sejak dirilis, "We Will Glorify" menjadi salah satu lagu wajib di gereja-gereja di seluruh dunia. Lagu ini dianggap sebagai lagu "transisi" yang menjembatani gaya musik gereja tradisional (himne) dengan gaya musik penyembahan kontemporer.
* **Penerjemahan:** Lagu ini diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia ("Kami Muliakan Nama-Mu"), menjadikannya lagu lintas budaya yang menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang.
* **Kekuatan Lirik:** Banyak pendengar merasa bahwa lagu ini membantu mereka untuk "meninggalkan diri sendiri" (ego) dan benar-benar memusatkan perhatian pada pribadi Tuhan.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Kesuksesan lagu ini bukan karena aransemen musiknya yang rumit, melainkan karena **kesederhanaannya**. Twila Paris berhasil menyusun kata-kata yang mudah diingat namun sarat dengan pemujaan yang mendalam. Bagi banyak orang, menyanyikan lagu ini bukan sekadar aktivitas musik, melainkan sebuah pernyataan iman bahwa terlepas dari apa pun yang terjadi dalam hidup mereka, Tuhan tetap layak untuk ditinggikan.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik "We Will Glorify" adalah kisah tentang seorang penulis lagu yang ingin menjawab pertanyaan dasar manusia: *"Mengapa kita ada di sini?"* Jawabannya, menurut lagu Twila Paris ini, adalah sederhana namun absolut: **Kita ada di dunia ini untuk memuliakan nama-Nya.**
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
1
Abadi Tak Nampak
2
Mulia, Mulia NamaNya
3
Ajaib NamaNya
4
Angkatlah Hatimu Pada Tuhan
5
Bersoraklah dan Puji Tuhan
6
Bersoraklah, Hai Alam Semesta
7
Bersyukurlah Pada Tuhan
8
Bukalah Gapura Indah
9
Dengan Malaikat, Angkatlah
10
Dengan Semarak Majulah
11
Inilah Hari Minggu
13
Kita Masuk RumahNya
14
Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan
15
Kusiapkan Hatiku, Tuhan
16
Mari, Kawan-Kawan, Nyanyi Gembira
17
Mari Kita Puji
18
Mari Masuk ke RumahNya
19
Mari Sembah
20
Mari Semua, Mari Sembah Tuhan
21
Mari Semua, Kini Bernyanyilah
22
Marilah Kita Siapkan Hati Kita
23
Marilah Memuji
24
Marilah, Pujilah Allah
25
Muliakan Nama Tuhan
26
Nyanyikanlah Haleluya
27
Nyanyikanlah Nyanyian Baru
28
Nyanyikan Tuhanmu Haleluya
29
Patut Segenap yang Ada
30
Puji Tuhan Allah
31
Puji Tuhan, Pujilah NamaNya
32
Puji Tuhan, Pujilah NamaNya
33
Pujilah Allah, Pujilah
34
Soraklah, Hai UmatNya
35
Suci, Suci, Suci
36
Yesus, Raja Damai