KPKA
Kapyarsi Gusti Nimbali
80
Nomor
Kode
KPKA 80
Buku
Kidung Pasamuwan Kristen Anyar
Tematik
Pengaken Pitados
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 144B, KK 442, KPJ 53, NR 155
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Kapyarsi Gusti nimbali: "He wong kamomotan,
mareka lan mbukak ati nampi pangluwaran",
kula ngayom maring Gusti temah ayem yekti,
wit sinung kraharjan nyata uwal sing antaka.
2
Kapyarsi Gusti nimbali: "Wong ngelak, mareka,
nampanana banyu swarga temah urip nyata,"
kula ngungsi maring Gusti sinungan Roh Suci,
tinuntun mrih mursid yekti tresna mring sesami.
3
Kapyarsi Gusti nimbali: "Wong dosa, mareka,
nampanana kurban suci rah srira sampurna,"
kula pasrah Sang Pamarta sinung sih rahmatnya,
wah ingangkat putreng Allah kang nglantarken berkah.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
3 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Suara Yesus Kudengar"** (judul asli: *I Heard the Voice of Jesus Say*) adalah salah satu himne (kidung pujian) paling ikonik dalam tradisi Kristen dunia. Lagu ini tidak hanya memiliki melodi yang menenangkan, tetapi juga latar belakang yang sangat mendalam terkait kehidupan sang penulisnya, **Horatius Bonar**.
Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Sang Penulis: Horatius Bonar (1808–1889)
Horatius Bonar adalah seorang pendeta asal Skotlandia yang dikenal sebagai "Pangeran Penulis Lagu Rohani Skotlandia." Ia hidup di era di mana gereja sedang mengalami pergolakan teologis. Bonar adalah sosok yang sangat rendah hati, namun memiliki pemahaman teologis yang sangat kaya dan puitis.
### 2. Inspirasi di Balik Lirik
Lagu ini ditulis oleh Bonar pada tahun **1846**. Liriknya terinspirasi langsung dari **Matius 11:28**, yang berbunyi: *"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."*
Bonar ingin menciptakan sebuah karya yang menggambarkan perjalanan jiwa manusia dalam mencari kedamaian sejati. Ia membagi lagu ini menjadi tiga bait yang mencerminkan tiga tahapan pengalaman iman:
* **Bait Pertama:** Fokus pada **Undangan**. Jiwa yang letih datang kepada Yesus dan menemukan istirahat. *"Suara Yesus kudengar, 'Mari datanglah, hai yang penat dan lelah, ke dalam-Ku saja.'"*
* **Bait Kedua:** Fokus pada **Kepuasan**. Jiwa yang haus menemukan air kehidupan. *"Suara Yesus kudengar, 'Aku sumber hayat; datanglah, minumlah segera, jiwamu kan segar.'"*
* **Bait Ketiga:** Fokus pada **Terang**. Jiwa yang mencari arah menemukan Yesus sebagai terang dunia. *"Suara Yesus kudengar, 'Akulah Terangmu; pandanglah Aku, jalannya, dan hidup bagimu.'"*
### 3. Melodi yang Ikonik: *The English Traditional*
Meskipun Bonar menulis liriknya, melodi yang paling umum digunakan saat ini, yang dikenal dengan nama **"Kingsfold"**, memiliki sejarahnya sendiri.
Melodi *Kingsfold* sebenarnya adalah **lagu rakyat Inggris (Traditional English Folk Tune)** yang berjudul *"Dives and Lazarus."* Lagu rakyat ini memiliki melodi yang sangat melankolis dan indah. Ralph Vaughan Williams, seorang komposer Inggris yang terkenal, kemudian mengadaptasi melodi ini dan memasangkannya dengan lirik Horatius Bonar pada tahun 1906 untuk buku nyanyian *The English Hymnal*.
Perpaduan antara lirik Bonar yang penuh dengan pengharapan surgawi dan melodi rakyat yang membumi menciptakan efek emosional yang sangat kuat bagi para pendengarnya.
### 4. Makna Teologis yang Mendalam
Kekuatan utama lagu ini terletak pada **hubungan personal** antara individu dan Yesus. Bonar tidak menulis lagu ini sebagai khotbah yang kaku, melainkan sebagai sebuah "percakapan pribadi."
Pengulangan kalimat *"Suara Yesus kudengar"* di awal setiap bait menunjukkan bahwa iman bukanlah hasil dari pencarian intelektual yang jauh, melainkan respons terhadap panggilan lembut Tuhan yang selalu tersedia bagi siapa saja yang mau mendengarkan.
### 5. Mengapa Lagu ini Tetap Relevan?
Hingga hari ini, *I Heard the Voice of Jesus Say* tetap dinyanyikan di berbagai gereja di seluruh dunia (termasuk di Indonesia dalam buku nyanyian *Kidung Jemaat* No. 329). Lagu ini sering dinyanyikan dalam momen-momen:
* **Perjamuan Kudus:** Karena melambangkan persekutuan dengan Kristus.
* **Duka Cita:** Karena memberikan janji istirahat bagi jiwa yang berduka.
* **Pertobatan:** Karena menggambarkan undangan terbuka bagi mereka yang merasa gagal atau lelah dengan hidup.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini adalah pengingat bahwa keindahan yang abadi seringkali lahir dari kombinasi antara kerendahan hati seorang penulis yang mencintai Tuhan dan warisan budaya (melodi rakyat) yang menyentuh jiwa manusia. Horatius Bonar berhasil mengubah undangan alkitabiah yang kuno menjadi sebuah lagu yang terasa segar dan relevan di setiap generasi.
Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Sang Penulis: Horatius Bonar (1808–1889)
Horatius Bonar adalah seorang pendeta asal Skotlandia yang dikenal sebagai "Pangeran Penulis Lagu Rohani Skotlandia." Ia hidup di era di mana gereja sedang mengalami pergolakan teologis. Bonar adalah sosok yang sangat rendah hati, namun memiliki pemahaman teologis yang sangat kaya dan puitis.
### 2. Inspirasi di Balik Lirik
Lagu ini ditulis oleh Bonar pada tahun **1846**. Liriknya terinspirasi langsung dari **Matius 11:28**, yang berbunyi: *"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."*
Bonar ingin menciptakan sebuah karya yang menggambarkan perjalanan jiwa manusia dalam mencari kedamaian sejati. Ia membagi lagu ini menjadi tiga bait yang mencerminkan tiga tahapan pengalaman iman:
* **Bait Pertama:** Fokus pada **Undangan**. Jiwa yang letih datang kepada Yesus dan menemukan istirahat. *"Suara Yesus kudengar, 'Mari datanglah, hai yang penat dan lelah, ke dalam-Ku saja.'"*
* **Bait Kedua:** Fokus pada **Kepuasan**. Jiwa yang haus menemukan air kehidupan. *"Suara Yesus kudengar, 'Aku sumber hayat; datanglah, minumlah segera, jiwamu kan segar.'"*
* **Bait Ketiga:** Fokus pada **Terang**. Jiwa yang mencari arah menemukan Yesus sebagai terang dunia. *"Suara Yesus kudengar, 'Akulah Terangmu; pandanglah Aku, jalannya, dan hidup bagimu.'"*
### 3. Melodi yang Ikonik: *The English Traditional*
Meskipun Bonar menulis liriknya, melodi yang paling umum digunakan saat ini, yang dikenal dengan nama **"Kingsfold"**, memiliki sejarahnya sendiri.
Melodi *Kingsfold* sebenarnya adalah **lagu rakyat Inggris (Traditional English Folk Tune)** yang berjudul *"Dives and Lazarus."* Lagu rakyat ini memiliki melodi yang sangat melankolis dan indah. Ralph Vaughan Williams, seorang komposer Inggris yang terkenal, kemudian mengadaptasi melodi ini dan memasangkannya dengan lirik Horatius Bonar pada tahun 1906 untuk buku nyanyian *The English Hymnal*.
Perpaduan antara lirik Bonar yang penuh dengan pengharapan surgawi dan melodi rakyat yang membumi menciptakan efek emosional yang sangat kuat bagi para pendengarnya.
### 4. Makna Teologis yang Mendalam
Kekuatan utama lagu ini terletak pada **hubungan personal** antara individu dan Yesus. Bonar tidak menulis lagu ini sebagai khotbah yang kaku, melainkan sebagai sebuah "percakapan pribadi."
Pengulangan kalimat *"Suara Yesus kudengar"* di awal setiap bait menunjukkan bahwa iman bukanlah hasil dari pencarian intelektual yang jauh, melainkan respons terhadap panggilan lembut Tuhan yang selalu tersedia bagi siapa saja yang mau mendengarkan.
### 5. Mengapa Lagu ini Tetap Relevan?
Hingga hari ini, *I Heard the Voice of Jesus Say* tetap dinyanyikan di berbagai gereja di seluruh dunia (termasuk di Indonesia dalam buku nyanyian *Kidung Jemaat* No. 329). Lagu ini sering dinyanyikan dalam momen-momen:
* **Perjamuan Kudus:** Karena melambangkan persekutuan dengan Kristus.
* **Duka Cita:** Karena memberikan janji istirahat bagi jiwa yang berduka.
* **Pertobatan:** Karena menggambarkan undangan terbuka bagi mereka yang merasa gagal atau lelah dengan hidup.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini adalah pengingat bahwa keindahan yang abadi seringkali lahir dari kombinasi antara kerendahan hati seorang penulis yang mencintai Tuhan dan warisan budaya (melodi rakyat) yang menyentuh jiwa manusia. Horatius Bonar berhasil mengubah undangan alkitabiah yang kuno menjadi sebuah lagu yang terasa segar dan relevan di setiap generasi.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KJ 144B, KK 442, KPJ 53, NR 155
144
Suara Yesus Kudengar
442
Suara Yesus Kudengar
53
Kapyarsi Gusti Nimbali
155
Suara Yesus Kudengar
Tema :
Pengaken Pitados
56
Karahayone Wong Mursid
57
Kang Karoban Ing Begja
58
Rineksa Ing Allah Nadyan Sinatru Tyang Duraka
59
Nyuwun Luwar Sing Karupekan
60
Allah Pangen Kula
61
Allah Yeku Pangen Satuhu
62
Karahayoning Tyang Mursid
63
Berkahing Allah
64
Pasrah Mring Gusti
65
Yesus Roti Panguripan
66
Masrahaken Gesang
67
Aneng Patunggilaning Gusti
68
Iba Adi Tuwin Endahipun
69
Kasetyaning Allah
70
Lumadi Ing Gusti
71
Manggul Salib
72
Temen Ndherek Gusti
73
Mareka Mring Gusti
74
Pracaya Mring Gusti
75
Gusti Nimbali
76
Umareka, Umareka
77
Ing Paprentahaning Allah
78
Tinimbalan Dening Gusti
79
Pracaya Lan Pasraha
81
Ndherek Gusti
82
Tekading Manah Kula
83
Pasrah Dhateng Gusti
84
Nyuwun Tuntunanipun Gusti
85
Kabegjan Sejati
86
Andherek Gusti
87
Sumendhe Ing Gusti
88
Sakehing Sumelangmu Pasrahna Marang Aku
89
Pasrah
90
Pasraha
91
Praboting Perang Rohani
92
Pamujinipun Para Utusan
93
Pangatag Ngabarake Injil
94
Nyuwun Gumelaripun Kratoning Swarga
95
Kratoning Swarga
96
Lamun Dudu Yehuwah
97
Tansah Samekta
98
Panenipun Jembar
99
Panyuwun Gumelaring Kraton
100
Diprayitna
101
Perang Rohani
102
Allah Asih Mring Jagad
103
Dhamparing Sih Rahmat
104
Kraharjaning Tumitah
105
Gesang Tresna-Tinresnan
106
Kula Nedya Kadya Gusti
107
Gusti Mugi Tansah Nuntun
108
Gusti Mugi Nunggil Mring Kula
109
Katemtuaning Pracaya
110
Namung Karsa Paduka
111
Gusti Nuntuna Kawula
112
Mugi Mberkahi Kula
113
Pandonga Enjing
114
Aja Semaya
115
Nyuwun Ayeming Manah
116
Pasrah Sumarah Mring Gusti
117
Gusti Pangen Utami
118
Ingsun Yehuwah Allahira
119
Angger Kula Sumerep
120
Kumandel Mring Allah
121
Kinanthi Ing Gusti
122
Dipanggah
123
Gusti Pangungsenmu
124
Samekta
125
Pasrah Sumaraha
126
Ngrangkul Salib
127
Kula Tyang Pracaya
128
Kabegjan Kang Sejati
129
Tansah Bingah
130
Allah Dados Pepadhang
131
Ayem Wonten Ing Gusti
132
Kabegjaning Tiyang Kristen
133
Rumentahing Palimirma
134
Aja Adigang, Adigung, Adiguna
135
Kula Sumarah Mring Allah
136
Pangandel Dhumateng Allah
137
Kang Langgeng Sihe Allah
138
Pangandel
139
Mugi Gusti Angutus Utusan
140
Sang Kristus Tameng Santosa
141
Gesang Dados Kidung
142
Mung Kristus Juru Basuki
143
Mung Tansah Pasrah Mring Gusti
144
Margi Dhateng Swarga
145
Nunggil Kaliyan Gusti
146
Gusti Yesus Pamarta
147
Pangungsen Kula
148
Nyawisi Papan Mring Gusti
149
Gusti Nuntun
150
Kumandela, Pracayaa
151
Mung Allah Maha Kawasa
152
Yesus Sang Pamarta
153
Gusti Yesus Kristus
154
Allah Pangayomanmu
155
Paseksi Sayekti
156
Timbalan Dadya Duta Sembada
157
Nyuwun Kalanting Ing Gusti
158
Asmanya Makwasa
159
Sang Kristus Maasih
160
Kraton Swarga
161
Tyang Kang Pracaya
162
Dhuh Gusti Pepadhang Yekti
163
Pitobat
164
Agunging Sih Rahmat
165
Jatining Katresnan
166
Ora Et Labora
167
Panuntuning Gusti
168
Ndedonga Lan Makarya
169
Sumarah Mring Allah
170
Gusti Mugi Nuntun Kawula
171
Utusaning Gusti
172
Tansah Padha Bebungaha
173
Korban Sejati
174
Nulada Sang Pamarta
175
Tiyang Rahayu
176
Kang Pinunjul Katresnan
177
Gusti Yesus Ratu Adil
178
Gusti Pepadhanging Jagad
179
Panarima